Mangkir, Obed Gerimu Di-PHK | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Mangkir, Obed Gerimu Di-PHK


MEDIASI. Mediator Hubungan Industrial, Yohanes Blaskor Dami, SH saat memimpin mediasi kedua yang juga mediasi terakhir antara PT. Timor Ekspress Intermedia dan Obed Gerimu di Kantor Diskopnakertrans Kota Kupang, Kamis (30/9). (FOTO: KRISTO EMBU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Mangkir, Obed Gerimu Di-PHK


Haknya Rp 3,4 Juta Sesuai UU

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemutusan hubungan kerja (PHK) Obed Gerimu sebagai karyawan PT. Timor Ekspress Intermedia mencapai titik terang setelah mediator Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja Kota Kupang mengeluarkan Surat Anjuran dengan Nomor Nakertrans.800/165/a/X/2021 tertanggal 11 Oktober 2021. Surat tersebut ditujukan kepada PT. Timor Ekspress Intermedia dan Obed Gerimu.

Dalam surat anjuran yang ditandatangani Kadis Koperasi dan Nakertrans Kota Kupang, Ignasius Lega, SH dan Mediator Hubungan Industrial, Yohanes Blaskor Dami, SH dinyatakan bahwa mediator berpendapat atas Surat Peringatan 1, 2, dan 3, Surat Panggilan I, II, dan III, Peraturan Perusahaan Bab X Pasal 51, 52, 53 dan 55 serta didukung oleh data dan fakta dalam proses mediasi, terungkap yakni pekerja tidak memberikan alasan yang mendasar tidak melaksanakan tugas untuk peliputan di Kabupaten Sabu Raijua.

“Terbukti pekerja Obetnego Y.M. Weni Gerimu tidak hadir tanpa keterangan selama 13 hari kerja terhitung tanggal 4 Juli-27 Juli 2021, tidak melaksanakan tugas peliputan ke Kabupaten Sabu Raijua namun pekerja pernah ditugaskan ke Jakarta dan melaksanakan tugas yang diberikan. Dan berdasarkan hal tersebut sesuai ketentuan UU Nomor 11 Tahun 2021 tentang Cipta Kerja jo PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat dan Pemutusan Hubungan Kerja Pasal 51 disebutkan: “Pengusaha dapat melakukan Pemutusan Hubungan Kerja terhadap pekerja/buruh karena alasan mangkir selama 5 hari kerja atau lebih berturut-turut tanpa keterangan secara tertulis yang dilengkapi dengan bukti yang sah dan telah dipanggil oleh pengusaha 2 kali secara patut dan tertulis maka pekerja/buruh berhak atas: Uang Penggantian Hak sesuai ketentuan Pasal 40 ayat (4), Uang Pisah yang besarannya diatur dalam Perjanjian Kerja, Peraturan Perusahaan, atau Perjanjian Kerja Bersama,” demikian bunyi poin kelima pendapat mediator.

Kepada koran ini, Senin kemarin, Mediator Hubungan Industrial Diskopnakertrans Kota Kupang, Yohanes Blaskor Dami, SH menegaskan, PHK terhadap Obed Gerimu karena mangkir. “Sesuai fakta dan keterangan saat mediasi yang bersangkutan memang mangkir sesuai ketentuan Pasal 51 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja,” jelas Yohanes seraya menambahkan Obed Gerimu berhak menerima uang penggantian hak sesuai ketentuan yakni Rp 3,4 juta.

Namun, lanjut Yohanes, pihaknya juga menganjurkan manajemen PT. Timor Ekspress Intermedia untuk memberikan uang penghargaan yang besarnya Rp 7 juta.

Yohanes juga menjelaskan, sebelum dilaksanakan mediasi, pihaknya memberi catatan penghitungan besaran pesangon kepada Obed Gerimu atas permintaan yang bersangkutan. “Tapi catatan penghitungan itu saya berikan atas informasi dari Obed sebelum mediasi. Namun, setelah resmi dilakukan mediasi dan mendengar keterangan dan bukti kedua pihak, maka catatan itu saya sudah klarifikasi di hadapan forum mediasi karena sudah tidak sesuai data dan fakta setelah mediasi. Karena yang bersangkutan mangkir dan haknya sebesar Rp 3,4 juta sesuai ketentuan undang-undang,” kata Yohanes.

Dengan demikian dirinya juga membantah pihak yang menilai dirinya tidak konsisten. “Kalau pihak yang ikuti perkembangan kasus ini dari awal pasti tahu apakah kami kosisten atau tidak,” ujarnya. Dirinya menegaskan, keputusan yang diambil sesuai ketentuan undang-undang setelah mendengar keterangan dan bukti yang diajukan dua pihak. (mg22/ito)

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top