Tiga Siswi SMA Recis Bajawa Penulis Puisi Terbaik Tingkat Nasional | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tiga Siswi SMA Recis Bajawa Penulis Puisi Terbaik Tingkat Nasional


SISWI BERPRESTASI. Tiga siswi SMA Recis Bajawa yang sukses meraih prestasi sebagai penulis puisi terbaik tingkat nasional Foto bersama Kepala Sekolah, Emanuel Hendrianto Ndiwa dan Guru Pendamping, Lusia Y. Meme di sekolah itu, Selasa (19/10). (FOTO: Saver Bhula/TIMEX)

PENDIDIKAN

Tiga Siswi SMA Recis Bajawa Penulis Puisi Terbaik Tingkat Nasional


BAJAWA, TIMEXKUPANG.com-Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Katolik Regina Pacis (Recis) Bajawa tidak berhenti dalam upaya meraih berprestasi. Setelah tiga orang anak siap untuk berlaga di tingkat nasional Kompetisi Sains Nasional (KSN), kini salah satu SMA terbaik di Bajawa itu kembali menorehkan prestasi nasional yang dihasilkan para siswanya.

Tiga anak SMA Recis Bajawa masing-masing, Lucia Cleopatra Venseryn Luna Sola, Natalia Wila, dan Maria Margaretha Oktaviani Bupu sukses meraih predikat sebagai penulis terbaik tingkat nasional dalam ajang Lomba Menulis Puisi tahun 2021.

Guru Pembimbing ketiga siswa itu, Lusia Y. Meme kepada TIMEX, Selasa (19/10) mengatakan, anak asuhnya sukses meraih juara setelah mengikuti Lomba Menulis Puisi yang berlangsung pada September 2021 lalu.

Menurut Lusia, ketiga siswinya itu saat ini duduk di kelas X IPA, dan mereka aktif di grup sastra. Dalam kegiatan ekstra kurikuler sastra, kata Lusia, anak-anak ini aktif dalam grup sastra sekolah, dimana setiap minggunya terjadi tiga kali pertemuan.

Lusi menyebutkan, anak-anak ini termotivasi menulis puisi karena sering mengikuti kegiatan kakak-kakak kelas mereka yang rutin membaca dan menciptakan puisi. Dari rutininas ini, demikian Lusia, para siswa makin termotivasi apalagi setiap hasil karya puisi yang dibuat anak-anak langsung ia koreksi dan mengembalikan kepada anak-anak itu sendiri.

Informasi yang diperoleh hampir setiap minggu di tingkat nasional ada lomba menulis maupun membaca puisi sehingga dirinya memberikan brosur agar anak-anak mengikuti lomba tingkat nasional.

Dirinya membimbing dan keinginan anak yang luar biasa membuat mereka tekun mengikuti lomba dan akhirnya meraih prestasi menggembirakan.

Lucia Cleopatra Venseryn Luna Sola mengikuti ajang lomba menulis puisi tingkat nasional yang diselenggarakan PT Zona Media Mandiri Group, dan berturut-turut terpilih menjadi karya terbaik dalam buku “Alone” dan buku “Fantasy” sebagai buku antologi puisi se-Indonesia.

Lucia Cleopatra Venseryn Luna Sola juga bersama dua temannya yakni Natalia Wila dan Maria Margaretha Oktaviani Bupu mendapat predikat penulis terbaik dari PT.Tasik Zona Barokah.

Natalia Wila dengan buku berjudul “Selembut Salju” dan Maria Margaretha Oktaviani Bupu mendapat penghargaan dengan judul buku “Benang Waktu”.

Juara yang diperoleh ketiganya adalah lomba untuk tingkat umum dimana peserta lomba berasal dari berbagai macam profesi seperti guru, dosen juga penulis lainnya.

Ada ribuan orang seluruh Indonesia yang mengikuti lomba ini yang diperoleh 50 terbaik ketiganya masuk dalam 50 terbaik tersebut dan peserta atas nama Lucia Cleopatra Venseryn Luna Sola mendapat 5 sertifikat kejuaraan dan yang bersangkutan mendapat kejuaraan di dua penyelenggara berbeda.

Lucia Cleopatra Venseryn Luna Sola salah satu siswa yang meraih juara tersebut mengatakan bahwa dirinya memang menyukai sastra sejak duduk di SMP Kartini Mataloko. Kegemarannya menulis puisi tak lepas dari bimbingan ibunya yang saat ini berstatus sebagai guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Golewa.

Ketika bersekolah di SMA Regina Pacis Bajawa, kata Lucia, dirinya makin termotivasi setelah melihat kakak kelasnya, Sindi Meo selalu menjuarai lomba menulis dan baca puisi tingkat nasional.

Dirinya mendapat 5 sertifikat masing-masing penghargaan mengikuti lomba, Apresiasi, penulis terbaik serta dua buku. Siswa lainnya Maria Margaretha Oktaviani Bupu atau yang sering disapa Vini juga mengatakan tulisan puisinya mengambil tema “Bahasaku Bahasa Kita Bersama” karena lomba dilaksanakan bertepatan dengan bulan bahasa.

Vini mengatakan dirinya juga sejak kecil selalu terlibat dalam kegiatan lomba seperti baca puisi, menulis puisi, lomba debat ataupun pidato, dan dirinya yakin di SMA Regina Pacis Bajawa, bakat tersebut akan terus dikembangkan.

Natalia Wila mengatakan, baru beberapa bulan bersekolah di SMA Regina Pacis Bajawa, namun ia sudah memberi prestasi membanggakan bagi sekolahnya.

Lia sapaan siswa tersebut mengatakan judul puisi yang ditulisnya sendiri yaitu “Benang Waktu”. Isi dari puisi tersebut menceritakan tentang seorang gadis di ujung lorong yakni di sekolah di mana ada gadis yang ingin mengembangkan talentanya namun dia terpuruk. Namun sebuah cahaya datang menghampiri gadis tersebut sehingga bangkit dan maju.

“Judul dan tema tulisan kami berbeda satu dengan lainnya. Itu semua karena peran pendamping yang luar biasa,” katanya.

Dengan jumlah peserta 1.000 orang adalah sebuah kebanggaan ketika meraih juara di tingkat nasional.
Dirinya merasa bersyukur berada di SMA Regina Pacis yang sudah dikenal luas dan bisa berprestasi.

Kepala SMAS Katolik Regina Pacis Bajawa, Emanuel Hendrianto Ndiwa pada kesempatan tersebut mengatakan dirinya patut bersyukur karena walaupun pada situasi yang sangat sulit, SMA Katolik Regina Pacis Bajawa terus menorehkan prestasi.

Prestasi yang diraih merupakan gambaran bahwa sekolah memiliki kolaborasi yang sangat kuat. Sebagai kepala sekolah, dirinya terus memberikan support kepada para guru untuk bekerja keras mendorong terciptanya prestasi anak karena guru walaupun dia hebat namun anak tidak berprestasi maka sia-sia perjuangannya.

Setiap anak yang bersekolah di SMA Regina Pacis Bajawa ditanamkan lima hal penting, yakni jujur, disiplin, kerja keras, kerja sama, dan tanggung jawab. (*)

Penulis: Saver Bhula

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top