Ini Penjelasan Resmi Jonas Salean Soal Penarikan Nakes | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ini Penjelasan Resmi Jonas Salean Soal Penarikan Nakes


Ketua DPD II Partai Golkar Kota Kupang, Jonas Salean. (FOTO: FentiAnin/TIMEX)

POLITIK

Ini Penjelasan Resmi Jonas Salean Soal Penarikan Nakes


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Peresmian Yellow Clinic yang digagas Partai Golkar dan dirangkai dengan pelaksanaan vaksinasi bagi sekira 250 warga Kota Kupang di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, menuai persoalan.

Sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) dari Dinas Kesehatan Kota Kupang yang ditugaskan melakukan vaksinasi ditarik oleh Dinas Kesehatan Kota Kupang secara sepihak tanpa alasan yang jelas.

Ketua DPD II Partai Golkar Kota Kupang, Jonas Salean, SH yang rencananya meresmikan Yellow Clinic itu menduga penarikan nakes tersebut dilakukan Dinas Kesehatan Kota Kupang atas perintah Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore. Namun hal itu dibantah Kadis Kesehatan Kota Kupang, dr. Retnowati. Ia mengatakan jika penarikan nakes karena vaksinasi telah selesai dilakukan.

Terkait bantahan Kadis Kesehatan Kota Kupang tersebut, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Kupang secara rinci menjelaskan duduk persoalan yang sebenarnya terjadi di acara tersebut.

Jonas mengatakan, Yelloc Clinic adalah program DPP Partai Golkar dan Partai Golkar Kota Kupang terpilih sebagai salah satu daerah yang melaksanakan program tersebut, dan di Kota Kupang dikoordinir oleh anggota DPRD Kota Kupang, Zeyto Ratuarat.

Menurut anggota DPRD NTT ini, selain pelaksanaan vaksinasi, juga dilakukan pembagian sembako bagi warga sekitar serta bantuan bagi ibu hamil dan menyusui karena bertepatan dengan HUT Partai Golkar.

Jonas menjelaskan, pada Rabu (20/10), dilakukan acara vaksinasi di Yellow Clinic dan dirinya hendak meresmikan pengoperasian Yellow Clinic mewakili Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena yang sedang berada di Jakarta.

Sesampainya di tempat acara sekitar pukul 10:10 Wita, kata Jonas, di tengah pelaksanaan vaksinasi, tiba-tiba Kepala Puskesmas Oesapa menemui dirinya bersama anggota DPRD Kota Kupang, seperti Zeyto Ratuarat, Tellendmark Daud, Joseph Dogon dan pengurus lainnya lalu menyampaikan jika ada perintah dari Kadis Kesehatan Kota Kupang untuk menarik semua nakes atas perintah Wali Kota Kupang.

“Kepala Puskesmas datang ketemu saya dan yang lainnya. Dia menyampaikan jika Kadis Kesehatan Kota Kupang Ibu Retno memerintahkan dirinya untuk menarik semua nakes karena ada perintah dari Wali Kota Kupang. Suruh segera tarik semua nakes. Saya sempat tanya, warga yang belum divaksin bagaimana? Kan kita peresmian Jam 11:00, habis peresmian kan bisa lanjut vaksinasi. Begitu ceritanya. Kepala Puskesmas yang datang mengaku sendiri, itu atas perintah Wali Kota untuk tarik semua Nakes. Kepala Puskesmas lapor jika atasannya memerintahkan menarik semua nakes atas perintah wali kota karena itu kegiatan politik. Jadi, saya omong bukan mengada-ada. Banyak saksinya,” terang Jonas.

Setelah menerima informasi tersebut, dirinya langsung melakukan rapat di tempat tersebut dan dihadiri juga oleh Kepala Puskesmas Oesapa. Dalam rapat tersebut, dirinya menanyakan kepada anggota DPRD Kota Kupang, mengapa hal ini sampai terjadi. Sementara berlangsungnya rapat, tiba-tiba semua nakes sudah jalan membawa semua peralatannya. Saat itu juga Joseph Dogon langsung menghubungi Kadis Kesehatan Retnowati lewat telepon untuk menanyakan hal itu.

“Saya sempat bicara dengan Kadis Kesehatan Kota Kupang lewat teleponnya Joseph Dogoon. Saya tanya, gimana ini Retno?” Dia jawab, “ Ini perintah Pak”. Ada saksinya, ada Telend Daud dan Kepala Puskesmas Oesapa juga ada, dia dengar saya bicara dengan Retno,” jelas Jonas.

Kepala Puskesmas juga menyampaikan bahwa Kadis Kesehatan mendapat perintah dari wali kota. Sekarang Kadis Kesehatan mengaku tidak tahu menahu. Aneh ini orang,” tambah Wakil Ketua Komisi I DPRD NTT ini.

Terkait persoalan tersebut, dirinya sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Kota Kupang tekah melaporkan hal itu ke Ketua DPD I Partai Golkar NTT dan langsung dilakukan rapat guna menyikapi persoalan tersebut.
“Tadi kami langsung rapat di DPD I Golkar NTT. Dan saya sebagai Ketua DPD II Golkar Kota Kupang telah memerintahkan empat orang anggota Fraksi Partai Golkar Kota Kupang untuk menelusuri kenapa hal ini terjadi,” demikian Jonas Salean.

Kendati acara vaksinasi dihentikan, peresemian Yellow Clinic tetap dilakukan dan kepada masyarakat Kota Kupang, khususnya yang hadir saat itu telah disampaikan jika vaksinasi dihentikan karena Wali Kota Kupang memerintahkan Kadis Kesehatan untuk menarik tenaga kesehatan yang bertugas. “Saya minta maaf kepada masyarakat yang belum sempat divaksin. Ini bukan kemauan kami,” ungkap Jonas Salean lagi. (*/opi)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

Populer

To Top