Kena Segel Sepekan, Pembangunan Gedung SD Lelilo Akhirnya Dilanjutkan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kena Segel Sepekan, Pembangunan Gedung SD Lelilo Akhirnya Dilanjutkan


MONEV. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu didampingi beberapa Forkopimda dan tim PPK melakukan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di lokasi pembangunan gedung perpustakaan SD Negeri Lelilo, beberapa waktu lalu. (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kena Segel Sepekan, Pembangunan Gedung SD Lelilo Akhirnya Dilanjutkan


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Pembangunan gedung Sekolah Dasar (SD) Lelilo di Desa Fatelilo, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao akhirnya dilanjutkan. Proses pekerjaanya sempat tertunda hampir sepekan karena disegel oleh pemilik lahan, sejak Rabu (13/10) lalu.

Penutupan lahan yang sejak puluhan tahun dihibahkan ke sekolah tersebut, dilakukan oleh Josephus Bolla, sebagai penerima kuasa dari pemilik lahan, Aleksander Mulik. Setelah lahan tersebut disegel, Pemerintah desa setempat berusaha memediasi, dan akhirnya ada kata sepakat untuk membuka palang yang dipakai menyegel.

“Tuntutanya lebih mengarah ke pemerintah desa, makanya kami sudah koordinasi untuk diselesaikan di sana,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Rote Ndao, Yoseph Pandie, ketika di konfirmasi TIMEX, di ruang kerjanya, Senin (18/10).

Walau demikian, Yoseph berharap persoalan tersebut tak berlarut lama. Sebab, tuntutan yang diminta pemilik lahan secara langsung dapat diselesaikan oleh pemerintah desa setempat.

“Hari ini, Senin (18/10) persoalanya diselesaikan. Karena yang dituntut adalah pemerintah desa, makanya kami arahkan demikian. Dan kami berharap cepat selesai, agar proses pembangunan bisa dilanjutkan,” kata Yoseph.

Terpisah, Penjabat Kepala Desa Fatelilo, Kecamatan Pantai Baru, Jelpiel L. Ngik, yang dikonfirmasi TIMEX per telepon mengaku, penyegelan lahan tersebut sudah diselesaikan dalam forum desa. Yang diakuinya, dihadiri langsung oleh pihak-pihak terkait, sebagai penerima kuasa dari pemilik lahan.

“Sudah, persoalanya sudah kami selesaikan, dan sudah ada kata sepakat,” kata Jelpiel Ngik, Senin (18/10).
“Bapak Josephus Bolla, juga ada. Dan beliau baca surat kuasa yang diterima dari Aleksander Mulik, sebagai pemilik lahan. Bapak Aleksander Mulik, saat ini berada di Kupang sehingga tidak hadir. Tetapi sudah dikuasakan kepada Bapak Josephus Bolla,” tambahnya.

Menurutnya, persoalan tersebut, sudah pernah disampaikan kepada pemerintah sebelumnya. Namun karena tidak direspon, sehingga berbuntut pada penyegelan lahan sekolah saat ini. “Masalah ini, bukan baru sekarang. Tetapi sudah dilaporkan beberapa kali kepada pemerintah desa. Dan akibatnya saat ini, pemilik lahan langsung ambil tindakan,” kata Jelpiel.

“Tapi kami bersyukur, pemilik lahan sudah mau duduk bersama dengan kami sebagai pemerintah desa, untuk mencari solusi terbaik. Dan pointnya sudah kami dapat, dan dituangkan dalam berita acara,” sambungnya.

Dalam berita acara penyelesaian sengketa lahan/tanah SD Negeri Lelilo, yang diperoleh TIMEX, memuat dua poin tuntutan dari pemilik lahan kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Fatelilo. Dimana Pemdes Fatelilo, siap memfasilitasi untuk dibangun Rumah Layak Huni (RLH), baik yang bersumber dari Dana Desa (DD) dan atau dana bantuan dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman (Perkim).

Sedangkan dalam poin kedua, pihak keluarga juga menuntut agar dilakukan pemisahan sertipikat terhadap lahan yang disengkatakan. Sebab, sejak dihibahkan hingga saat ini, SPPT masih dibayarkan oleh keluarga Mulik, sebagai penghibah.

Sementara itu, Josephus Bolla, sebagai penerima kuasa dari pemilik lahan, hingga berita ini diturunkan, belum berhasil dikonfirmasi. Berulang kali dihubungi melalui sambungan telekomunikasi, tetap saja nomor yang digunakanya sedang berada di luar jangkauan.

Dan untuk diketahui, proses pembangunan yang sementara dilakukan adalah pembangunan perpustakaan sekolah, dan gedung sekolah baru. Yang melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), khusus untuk gedung perpustakaan, dianggarkan dana senilai Rp. 200.000.000. Kegiatan tersebut (perpustakaan) oleh kontraktor pelaksana CV. Adelweis Permai, dijadwalkan rampung pada Sabtu (13/11) mendatang. (mg32)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top