BNN NTT Berhasil Amankan 2 Tersangka dan BB Narkotika Jenis Ganja | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

BNN NTT Berhasil Amankan 2 Tersangka dan BB Narkotika Jenis Ganja


PENJELASAN. Tampak Kabid Berantas BNN Provinsi NTT, Kombes Pol Djoni M. Siahaan, didampingi pihak Bea Cukai NTT, sementara memberikan penjelasan kepada TIMEX di Kantor BNNP NTT, Selasa (19/10). (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

BNN NTT Berhasil Amankan 2 Tersangka dan BB Narkotika Jenis Ganja


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTT melalui Bidang Berantas dipimpin Kombes Pol Djoni M. Siahaan bersama jajarannya berhasil mengamankan dua orang yang diduga terlibat dalam tindak pidana pengunnan narkotika. Selain dua orang itu, tim juga berhasil mengamankan barang bukti (BB) narkotika jenis ganja.

Dua orang itu masing-masing berinisial JO, 44, dan MM, 33, tetap ditetapkan sebagai tersangka. Pasal yang disangkakan terhadap tersangka JO, warga RT 08, Desa Tiworiu, Kecamatan Jerebu, Kabupaten Ngada, telah melanggar pasal 111 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Sedangkan tersangka MM yang juga warga RT 08 Desa Tiworiu, Kecamatan Jerebu, Kabupaten Ngada, melanggar pasal 114 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) huruf (a) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Kami saat ini dalam proses pengiriman berkas ke Kejaksaan,” jelas Kabid Berantas BNN Provinsi NTT, Kombes Pol Djoni M. Siahaan, didampingi pihak Bea Cukai NTT, kepada TIMEX di Kantor BNNP NTT, Selasa (19/10).

Dari dua tersangka itu, kata Kombes Djoni, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti (BB), yakni pertama, narkotika jenis ganja dengan berat 9,8900 gram milik tersangka MM. Kedua, lima linting narkotika jenis ganja berat 3,4897 gram milik tersangka MM. Ketiga, 4 kotak berisi narkotika jenis biji ganja berat 0,4812 gram milik tersangka YBSW alias JO.

Kelima, 1 kartu ATM Mandiri milik tersangka MM dan 1 buah telepon genggam merek Samsung Type A10 warna hitam milik tersangka MM.

Kombes Djoni menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari informasi yang diperoleh pihak BNN NTT pada Rabu (29/9/2021) sekira pukul 10.00 Wita dari masyarakat bahwa akan ada pengiriman narkotika diduga jenis biji ganja dari Amerika dan penerima kiriman insial JO dengan alamat dengan alamat Kios Vinskha, JL. Kartini RT 02/RW 01, Kabupaten Ngada, NTT. Pemilik barang haram ini berinsial MAG.

Setelah menerima informasi masyarakat itu, lanjut Kombes Joni, pihaknya bersama Bea Cukai melakukan pengecekan dengan mendatangi lokasi alamat pengiriman tersebut.

Setelah pihaknya menginterogasi saudara MAG, sebagai pemilik kios Vinskha menyampaikan bahwa nama alamat ini saja tapi barangnya ada di tempat lain. Makannya anggota berangkat ke tempat yang sesuai dengan nama yang dituju barang ini.

“Kami bersama Bea Cukai berangkat ke lokasi Vila Manulalu Waeroa RT 08 Desa Tiworiu, Kecamatan Jerebu, Kabupaten Ngada. Itu alamat dari pada JO si penerima barang tersebut,” sebutnya..

Setiba di lokasi, lanjut Kombes Joni, petugas bertemu dengan JO yang berada di vila itu. Setelah dicek petugas Kantor Pos dan JO mengaku bahwa ini barang miliknya. Kemudian petugas menyuruh JO untuk membuka bingkisan barang tersebut dihadapan petugas dan ternyata terdapat biji ganja.

Petugas melakukan penggeledahan di rumah milik JO dan area sekitar tidak ditemukan barang tersebut, tapi setelah geledah dikamar milik MM terdapat barang-barang berupa daun ganja sama dengan lintingan ganja.

“Modus operandi yang digunakan oleh tersngka MM dengan cara memesan pada sosial media Facebook dan Instagram pada akun tertentu yang ada hubungannya dengan penjualan narkotika. Setelah deal, tersangka MM melakukan transfer sejumlah uang sesuai harga yang ditentukan. Untuk narkotika jenis ganja milik tersangka MM yang ditemukan saat penggeledahan dibeli dengan harga Rp 1.000.000,” ungkap Kombes Djoni.

Sementara mengenai upaya memerangi narkoba, Kombes Pol Djoni Siahaan mengatakan bahwa BNN tidak bisa berdiri sendiri tapi harus bersinergi dengan semua elemen. Karena sesuai perintah, Presiden RI Joko Widodo menekankan tidak boleh ada ego sektoral dalam memberantas narkoba, sehingga bisa bersama-sama menangani masalah narkoba yang sudah dianggap kasus-kasus yang sudah berbahaya dan trans nasional. Karena itu kepada kementerian dan lembaga bersama berkolaborasi melawan dan memberantas narkoba.

Menurutnya, BNN dan Bea Cukai yang sudah saling bekerjasama sehingga setiap ada informasi baik itu melalui pengiriman lewat pelabuhan kontainer, pengiriman Kantor Pos, pengiriman jasa pengiriman, BNN selalu bekerjasama dengan Bea Cukai untuk mengawasi peredaran Narkoba melalui tempat-tempat tersebut. (mg22)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top