Rugikan Negara Rp 1,3 Miliar, Polisi Tersangkakan Mantan Kades Akomi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Rugikan Negara Rp 1,3 Miliar, Polisi Tersangkakan Mantan Kades Akomi


Kapolres TTU, AKBP Nelson Filipe Diaz Quintas. (FOTO: Petrus Usboko/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Rugikan Negara Rp 1,3 Miliar, Polisi Tersangkakan Mantan Kades Akomi


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Mantan Kepala Desa Akomi, Kecamatan Miomaffo Tengah, Arkadius Nau Bana akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satreskrim Polres TTU dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan Dana Desa (DD) di desa setempat selama satu periode kepemimpinannya.

Penetapan tersangka terhadap mantan Kades Akomi tersebut lantaran terbukti melakukan penyelewengan dalam pengelolaan DD selama menjabat yang merugikan negara mencapai Rp 1,3 miliar lebih.

Kasat Reskrim Polres TTU, Iptu Fernando Oktober kepada TIMEX, Kamis (21/10) mengatakan, Tim Penyidik Satreskrim Polres TTU telah merampungkan penyidikan atas kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan DD di Desa Akomi, Kecamatan Miomaffo Tengah, tahun 2015, 2016, 2017, 2018, 2019 dan 2020.

Dikatakan, Tim Penyidik Satreskrim Polres TTU telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang diduga kuat mengetahui persis tentang pengelolaan DD selama satu periode kepemimpinan Arkadius.

Dari hasil penyidikan itu, Tim Penyidik Satreskrim Polres TTU menetapkan tersangka tunggal, yakni Arkadius Nau Bana yang diduga kuat memiliki peranan penting dalam pengelolaan DD di Desa Akomi.

“Dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana desa di Desa Akomi, tim penyidik menetapkan kepala desa sebagai tersangka dan langsung diikuti dengan penahanan di tahanan sel Mapolres TTU,” ungkap Fernando.

Fernando menambahkan, sesuai perhitungan penyidik berdasarkan bukti-bukti yang ada, akibat tindakan sewenang-wenang dari mantan Kades tersebut, negara dirugikan hingga mencapai Rp 1,3 miliar lebih.

Meski demikian, kata Fernando, penyidik Satreskrim Polres TTU saat ini masih terus melakukan pendalaman terkait para pihak yang terlibat dalam pengelolaan DD tersebut hingga menimbulkan adanya kerugian negara.

Apabila dalam penelusuran dan pemeriksaan saksi tersebut terdapat para pihak yang memiliki peranan penting, maka akan dimintai pertanggungjawaban secara hukum pula. “Untuk sementara baru satu orang tersangka, namun berpotensi untuk penambahan tersangka karena masih melakukan penelusuran,” ujarnya.

Terkait ancaman hukuman, kata Fernando, tersangka mantan Kades Akomi dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1, Pasal 3 Ayat 1, Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dijelaskan, untuk Pasal 2 Ayat 1 ancaman hukumannya dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20. Denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Pasal 3 itu ancaman hukumannya dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

“Dari dua pasal yang disangkakan kepada tersangka itu ancaman hukumannya diatas lima tahun penjara sehingga langsung dilakukan penahanan untuk 20 hari kedepan yang dititipkan di tahanan sel Mapolres TTU,” jelasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top