500 Mahasiswa Terima KIP Perjuangan Anita Gah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

500 Mahasiswa Terima KIP Perjuangan Anita Gah


SERTIFIKAT KIP. Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat foto bersama dengan mahasiswa penerima KIP usai menyerahkan sertifikat KIP. Terdapat 500 mahasiswa penerima KIP hasil perjuangan Anita Gah. (FOTO: YOPPY LATI/TIMEX)

POLITIK

500 Mahasiswa Terima KIP Perjuangan Anita Gah


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Lebih kurang 500 mahasiswa dari sejumlah Perguruan Tinggi (PT) di daratan Timor, Alor, Sabu, dan Rote Ndao menerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) hasil perjuangan anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat, Anita Jacoba Gah, SE. Penyerahan KIP dilakukan di kediaman Anita Gah, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Sabtu, (23/10). Demi menjaga protokol kesehatan, penyerahan KIP ini dilakukan secara bertahap sejak pagi hingga selesai.

Sebagaimana terpantau TIMEX, ratusan mahasiswa sudah berdatangan di kediaman Anita Gah sejak Sabtu (23/10) pagi. Mereka berasal dari Kabupaten Kupang dan Kota Kupang yang tersebar di sejumlah PT seperti Undana, UKAW, Universitas Muhammahdiyah Kupang (UMK), dan beberapa perguruan tinggi lainnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, penerima KIP terdiri atas mahasiswa Undana sebanyak 166 orang, UPG ’45 sebanyak 142 orang, Politeknik Negeri Kupang (PNK) sebanyak 36 orang, Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani) sebanyak 4 orang, UKAW 10 orang, Unika Widyamandira Kupang 2 orang, UMK sebanyak 2 orang, dan STIKES Maranatha sebanyak 1 orang.

Anita Jacoba Gah yang ditemui usai menyerahkan KIP kepada TIMEX mengatakan, penyerahan KIP baru dilakukan saat ini setelah pihaknya melalui Rumah Aspirasi menyelesaikan pendataan dan mencocokan semua data terkait para penerima.

Secara keseluruhan, katanya, Provinsi NTT mendapatkan alokasi sebanyak 1.000 mahasiswa penerima KIP. Seribu mahasiswa tersebut kemudian dibagi dua untuk Dapil NTT-1 dan Dapil NTT-2 masing-masing sebanyak 500 orang.

“Untuk Dapil NTT – 2 sebanyak 500 orang saya yang perjuangkan sedangkan untuk NTT – 2 diperjuangkan oleh Pak Andreas Hugo Pareira di Flores. Tapi di Dapil saya juga banyak anak-anak dari Flores yang dapat KIP,” ujarnya.

BACA JUGA: Anggota DPR Anita Gah Fasilitasi 150 Warga Kuanheum Dapat Pelayanan Vaksinasi

BACA JUGA: Anita Gah Minta PT Prioritas Pemegang KIP Kuliah

Dari 500 orang mahasiswa yang menerima KIP hasil perjuangan dirinya, lanjut Anita, terdapat 10 orang mahasiswa yang dibatalkan oleh Kementerian karena setelah di cek, orang tua mereka adalah ASN.

“Saya kasihan mereka karena dibatalkan padahal orang tua mereka PNS golongan 3 dan 4. Orang tua mereka pegawai kecil, hanya penjaga kantor. Oleh karena itu, tahun depan saya akan perjuangkan anak-anak ASN dari golongan 3 dan 4 juga harus dapat. Ini komitmen saya, karena saya lihat kondisi mereka sangat memprihatinkan,” kata Anita lagi.

Mengenai jumlah biaya yang diterima para mahasiswa tersebut, menurut penjelasan Anita, pemberitaan biaya kuliah bagi mereka sangat tergantung pada akreditasi dari mahasiswa tersebut. “Mereka dapat biaya kuliahnya tergantung akreditasi. Misalnya dia akreditasi A, Ia akan menerima Rp 8 sampai 10 juta tiap semester dan akan naik jika IP-nya 3 ke atas. Uang ini untuk pembiayaan kuliah dan ditransfer langsung ke rekening kampung. Misalnya jika uang kuliahnya Rp 5 juta tiap semester sedangkan Ia mendapat Rp 8 juta, maka Rp 3 juta akan dikirim ke rekening siswa,” jelas Anita.

Selain mendapat biaya kuliah, lanjut anggota Komisi X DPR-RI ini, setiap.penerima juga akan mendapatkan biaya hidup selama mengikuti kuliah. Adapun biaya hidupnya, untuk mahasiswa di Kota Kupang akan menerima Rp 950.000 tiap bulan dan untuk yang di Kabupaten Kupang dan lainnya menerima Rp 850.000 tiap bulan. “Biaya hidup ini akan ditransfer langsung ke rekening masing-masing mahasiswa,” ujarnya.

Kepada mahasiswa penerima beasiswa, Anita Gah meminta mereka untuk menggunakan beasiswa dengan baik, belajar dengan baik untuk meraih masa depan yang cerah.

“Saya minta agar adik-adik belajar dengan baik, karena selama ini banyak yang putus kuliah akibat kekurangan biaya kuliah. Dengan adanya bantuan ini, saya berharap adik-adik bisa meraih cita-cita dan bisa membahagiakan orang tua. Dan saya ingatkan kalau ada pemotongan dari kampus dengan alasan yang tidak masuk akal segera laporkan ke saya melalui rumah aspirasi,” demikian Anita Gah. (*/yl)

Komentar

Berita lainnya POLITIK

Populer

To Top