Dapat Modal Rp 2,3 M, Ini yang Dilakukan Perumda Air Minum Kota Kupang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dapat Modal Rp 2,3 M, Ini yang Dilakukan Perumda Air Minum Kota Kupang


Direktur Perumda Air Minum Tirta Bening Lontar Kota Kupang, Jhoni Ottemusu. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Dapat Modal Rp 2,3 M, Ini yang Dilakukan Perumda Air Minum Kota Kupang


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Penyertaan modal Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang ke Perusahan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Bening Lontar Kota Kupang tahun 2021, sebesar Rp2,3 miliar. Penyertaan modal yang merupakan program water hibah dari Kementerian PUPR ini sudah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) tahun 2021.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Bening Lontar Kota Kupang, Jhoni Ottemusu mengatakan, nantinya semua anggaran atau penyertaan modal dari pemerintah daerah akan diganti oleh pihak Kementerian PUPR melalui program water hibah. Program ini nantinya bisa menjangkau atau menambah jumlah sambungan rumah (SR) sebanyak 12.000 pelanggan baru.

Menurut Jhoni, awalnya pada pembahasan anggaran murni tahun 2021, penyertaan modal yang ditetapkan sebesar Rp 4,3 miliar, namun dalam perjalanan, karena terkena refocusing senilai Rp 2 milliar, sehingga tersisa anggaran senilai Rp 2,3 miliar.

“Dengan adanya Perda kemarin, maka tahun 2022 mendatang, penyertaan modal Pemkot Kupang ke Perumda Air Minum Tirta Bening Lontar Kota Kupang akan diberikan sebesar Rp 9 miliar, dilakukan sampai tahun 2024 mendatang,” kata Jhoni Ottemusu saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (22/10).

Jhoni Ottemusu menjelaskan, program water hibah ini akan sangat membantu menjangkau semua masyarakat Kota Kupang, terutama mereka yang kesulitan berlangganan air pada Perumda Air Minum akibat tekendala biaya pemasangan.

Jhoni menyebutkan, bagi masyarakat yang akan melakukan pemasangan meteran air atau berlangganan, dikenakan biaya Rp 3 juta. Nah, dengan program ini, pihaknya bisa menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah untuk membantu pemasangan meteran air secara gratis. “Program ini diprioritaskan bagi masyarakat kurang mampu atau yang penghasilan rendah,” jelasnya.

Dengan modal yang ada, Jhoni menargertkan, tahun 2021 ini terpasang 1.000 SR atau pelanggan. Angka ini dipatok dengan melihat sisa waktu di tahun 2021 ini. “Tahun 2022 mendatang kita targetkan 2.000 sambungan rumah. Nantinya setiap tahun, akan dilaporkan ke pemerintah pusat untuk diganti anggaran yang sudah digunakan. Jadi setiap tahun akan diganti oleh pemerintah pusat,” terangnya.

BACA JUGA: Demi Kontribusi PAD, PDAM Kota Butuh Modal Rp 37 Miliar

BACA JUGA: DPRD Kota Setujui 3 Ranperda, Termasuk Penyertaan Modal ke Bank NTT

Sementara itu, Anggota Komisi II DPD Kota Kupang, Nining Basalamah mengaatakan, penyertaan modal ke Perumda Air Minum Tirta Bening Lontar, tentunya akan memberikan dampak positif kepada masyarakat Kota Kupang, agar bisa menjawab kebutuhan air bersih.

Pasalnya, kata Nining, dengan penyertaan modal dari pemerintah, maka masyarakat yang belum bisa berlangganan atau melakukan pemasangan meteran air, bisa dilayani secara gratis.

Dikatakan, tahun 2021 ini, pemasangan SR baru akan difokuskan di Kecamatan Alak. Diharapkan tahun-tahun berikutnya akan dipasang di semua wilayah kecamatan di Kota Kupang agar ada pemerataan.

“Jadi anggaran untuk penyertaan modal ke Perumda Air Minum akan diganti setiap tahun, melihat pada jumlah atau capaian SR yang sudah dipasang. Jadi nantinya akan diganti dan masuk dalam pendapatan lain-lain,” ujarnya.

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini berharap, dengan ditetapkannya PDAM menjadi Perumda, maka kualitas pelayanan kepada masyarakat juga harus ditingkatkan. Kualitas air juga tetap diperhatikan, agar masyarakat Kota Kupang benar-benar merasakan manfaatnya.

“Masalah air bersih di Kota Kupang tentunya merupakan tanggung jawab pemerintah untuk bisa menyejahterakan rakyat dengan kecukupan air bersih. IPAL Kali Dendeng yang saat ini sementara dikerjakan, diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang untuk menjawab persoalan air bersih,” ungkapnya.

Nining juga meminta pemerintah untuk menyiapkan perencanaan yang baik, agar ketika IPAL Kali Dendeng ini selesai, maka pengaliran air harus sampai ke masyarakat. Jaringan air untuk pengaliran harus direncanakan agar bisa segera dibangun pada tahun 2022 nanti.(mg25)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top