PEC Prodi Farmasi Poltekkes Kemenkes Gelar Webinar Investasi Masa Muda dengan Berwirausaha | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

PEC Prodi Farmasi Poltekkes Kemenkes Gelar Webinar Investasi Masa Muda dengan Berwirausaha


KARYA MAHASISWA. Produk herbal produksi mahasiswa-mahasiswi Prodi Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang yang dipamerkan saat kegiatan webinar di kampus Prodi Farmasi, Kelurahan Oesapa Selatan, Sabtu (23/10). (FOTO: ISTIMEWA)

PENDIDIKAN

PEC Prodi Farmasi Poltekkes Kemenkes Gelar Webinar Investasi Masa Muda dengan Berwirausaha


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Mahasiswa Program Studi (Prodi) Farmasi, Politeknik Kesehatan (Poltekkes), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Kupang yang tergabung dalam Pharmacy Enterprener Community (PEC) mengadakan webinar bertema “Investasi Masa Muda dengan Berwirausaha ‘Change Your Life’.”

Kegiatan yang berlangsung di aula FGA Prodi Farmasi, Jl. Farmasi, Kel. Oesapa Selatan, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (23/10) itu menghadirkan sejumlah narasumber yang piawai di bidangnya. Diantaranya, Kepala BPOM Kupang, Tamran Ismail, S.Si.,MP, Owner Crystal Farma Group, Apt. Fransiskus Xaverius Suhardi, S.Si, Ferdinandus Watu, S.Fil selaku Influencer Digitalisasi dan Pariwisata, dan Apt. Maria Hilaria, S.Si.,S.Farm.,M.Si selaku Ketua Prodi Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang.

Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang, Dr. R. H. Kristina, SKM., M.Kes dalam sambutannya saat membuka kegiatan tersebut mengajak kaum muda untuk menunjukkan potensinya, khususnya dalam bidang kewirausahaan dengan menemukan apa yang menjadi hobi dan bakat sebagai orang muda dalam berwirausaha.

Menurut Dr. Kristina, kegiatan ini digelar dengan tujuan memotivasi mahasiswa/mahasiswi Poltekkes Kemenkes Kupang untuk dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan berwirausaha setelah menyelesaikan pendidikannya di perguruan tinggi.

Sementara itu, Kepala BPOM Kupang, Tamran Ismail, S.Si.,MP yang membawakan materi tentang “Upaya BPOM Kupang Mewujudkan UMKM Berdaya Saing” menjelaskan bahwa BPOM selalu berupaya menghasilkan produk yang aman, bermutu, dan berdaya saing di pasaran. Salah satu langkah yang diambil yaitu melalui pelatihan dan pengawasan terhadap kelompok UMKM sehingga menghasilkan produk yang berkulitas.

“Saya berharap agar kedepannya produk lokal dapat menjadi tuan rumah dan memiliki daya jual yang cukup tinggi di pasaran nasional,” harap Tamran.

Pemateri kedua, Apt. Fransiskus Xaverius Suhardi, S.Si (Owner Crystal Farma Group) saat memaparkan materinya tentang “Strategi dan Peluang Bisnis Apotek dan Kiat-Kiat Kesuksesan” mengatakan bahwa setiap orang memiliki potensi dan mental berwirausaha sekecil apapun itu. “Tinggal bagaimana cara kita mengembangkan potensi tersebut,” katanya.

Menurut Suhardi, bisnis apotek memiliki prospek yang luar biasa, bahkan masuk golongan bisnis yang tidak ada matinya. Suhardi menyebutkan beberapa alasan, misalnya masyarakat ingin selalu sehat, masyarakat membutuhkan produk farmasi dan alat kesehatan, dan merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Harganya pun tak ditawar, dan menciptakan peluang.

Sementara itu, Ferdinandus Watu,S.Fil selaku Influencer Digitalisasi Pariwisata dalam paparannya mengenai “Investasi Masa Muda dengan Berwirausaha” mengajak kaum muda untuk membagun dan menciptakan skill, pengetahuan dan pengalaman dalam meningkatkan ekonomi dan pendapatan yang berkelanjutan dalam berbagai sektor.

Sedangkan Apt. Maria Hilaria, S.Si.,S.Farm.,M.Si saat membawakan materi tentang “Profil Lulusan Farmapreneur dan Strategi Pengembangan UKOT” menegaskan kepada peserta webinar untuk lebih berani menerima tantangan dan berani mengambil risiko tanpa takut gagal dalam berwirausaha.

Maria juga menghadirkan seorang alumni Poltekkes Kemenkes Kupang angkatan 15, Mersy yang sukses mengembangkan usahanya seusai menamatkan studinya.

“Saya tidak pernah membayangkan akan membangun apotek segera setelah lulus dari Prodi Farmasi. Namun karena saya termotivasi oleh salah satu dosen Poltekkes, yaitu Pak Yulius Korasa, saya jadi berani memiliki apotek sendiri. Dan saya tidak malu bertanya,” ungkap Mersy.

Selain itu, untuk mencapai tujuan tersebut, kata Mersy, perlu keberanian untuk memulai hal baru. “Ingat untuk selalu berdoa memohon bimbingan Tuhan yang maha kuasa agar semua yang kita harapkan dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Untuk diketahui, disela-sela kegiatan webinar tersebut, juga disajikan minuman herbal buatan tangan dari mahasiswa-mahasiswi tingkat III Prodi Farmasi. Dalam kesempatan tersebut, Prodi Farmasi juga memperkenalkan berbagai jenis simplisia yang bisa dibuat menjadi minuman herbal untuk kesehatan.

Peserta yang mengikuti webinar itu, baik secara online maupun offline begitu antusias. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya peserta yang aktif dalam diskusi terkait materi yang dibawakan para narasumber.
Sebagai bentuk apresiasi untuk para narasumber dan peserta, panitia memberikan pengharapan berupa sertifikat kepada peserta dan bingkisan kepada narasumber. (*)

PENULIS: Tim Jurnalis Kampus Prodi Farmasi (Cindy Oktavia Siki, Yusantri R. Jati, Paula Y. Gande, Kresensia A. Claudia Penn, dan Fransiska Alvionita Sogen)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top