Siswa Diajarkan Bersikap Nasionalis dalam Berkomunikasi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Siswa Diajarkan Bersikap Nasionalis dalam Berkomunikasi


Anggota Komisi III DPRD NTT, Yuliana Elisabeth Adoe dan Kepala SMA Swasta Sta.Familia Sikumana Kupang Sr. Maria Angela Rosa pose bersama siswa, Selasa (26/10). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PENDIDIKAN

Siswa Diajarkan Bersikap Nasionalis dalam Berkomunikasi


SMA Swasta Sta. Familia Gelar Berbagai Lomba Meriahkan Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta Sta. Familia Sikumana Kupang menggelar berbagai lomba dalam rangka menyambut Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021.

Kegiatan lomba meliputi lomba Pidato dalam Bahasa Indonesia dan Inggris, lomba Debat Antarsiswa, lomba Musikalisasi Puisi dan juga menggelar upacara bendera di hari Puncak tanggal 28 Oktober 2021. Selain lomba, ada juga kegiatan seminar menghadirkan Kepala Pusat Bahasa Provinsi NTT. Kegiatan ini dilakukan agar dapat mendidik dan mengajarkan siswa bersikap nasionalis dalam berkomunikasi serta menghargai perjuangan pemuda.

Kepala SMA Swasta Sta. Familia Sikumana Kupang, Sr. Maria Angela Rosa menyampaikan hal ini, di sela-sela kunjungan anggota Komisi III DPRD NTT, Yuliana Elisabeth Adoe di sekolah tersebut, Selasa (26/10).

Menurut Sr. Angela, pihaknya menggelar pekan bahasa yang sudah dimulai sejak 22 Oktober, dan akan berakhir pada 28 Oktober 2021. Selain itu ada kegiatan jam literasi dan kegiatan ramah lingkungan, yakni kebersihan lingkungan sekolah.

Dijelaskan dengan keterbatasan yang ada, pihaknya tetap optimis akan berlangsung lancar dengan tujuan memperkenalkan kepada peserta didik agar memahami akan pentingnya bahasa sebagai alat komunikasi serta rekam jejak lahirnya Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan sejak diikrarkan para pemuda se-nusantara tahun 1928, menanamkan minat baca kepada peserta didik.

“Memperkuat jiwa patriotisme dan rasa nasionalisme siswa sejak dibangku sekolah, mencintai tokoh-tokoh pemuda yang waktu itu berjuang dengan seluruh jiwa dan raga untuk menyepakati serta menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional diantara 719 bahasa daerah dari berbagai latar belakang suku dan etnis,” katanya.

Anggota Komisi III DPRD NTT, Yuliana Elisabeth Adoe mengaku bangga dengan upaya yang pengembangan kepribadian siswa sejak dini dengan menggelar berbagai lomba dan memperkuat jiwa patriotisme dan rasa nasionalisme siswa sejak di bangku sekolah.

Dikatakan, mencintai tokoh-tokoh pemuda yang waktu itu berjuang dengan seluruh jiwa dan raga untuk menyepakati serta menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional diantara 719 bahasa daerah dari berbagai latar belakang suku dan etnis mesti dikenang terus menerus.

“Anak-anak juga diajarkan bersikap nasionalis dalam berkomunikasi. Hal ini karena mereka berada disini dengan berbagai latar belakang tradisi dan budaya yang berbeda. Ini sesuatu yang luar biasa,” katanya.

Menanamkan minat baca kepada anak-anak, lanjut Yuliana, menjadi tugas lembaga secara formal untuk mempersiapkan aneka referensi pengetahun meski dirumah anak-anak bisa saja punya banyak bahan bacaan lain. “Kita akan memperbanyak bahan bacaan agar anak terus membaca dan menambah pengetahuannya,” tandasnya.

Yuliana menambahkan, kemajuan bangsa saat ini ada di tangan generasi muda. Namun, saat ini generasi muda banyak mengalami degradasi moral. “Karena itu, kita perlu perhatikan generasi muda sehingga karakter dan jiwa kebangsaan harus tertanam sejak dini. Sekarang ini kita mengalami degradasi moral, banyak yang hanya memperhatikan diri sendiri,” kata politikus PDI Perjuangan yang akrab disapa Lily Adoe itu.

Lily menjelaskan, masyarakat kekinian, kebanyakan hanya melihat media sosial, bahkan terkadang tidak peka terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan atau kehidupan bersama.

“Jadi generasi muda adalah masa depan bangsa. Saya kutip apa yang disampaikan Bung Karno, Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,” kata Lily untuk memotivasi dan menyemangati keluarga besar SMA Swasta Sta. Familia Sikumana.

Untuk diketahui, Pekan Bahasa yang diselenggarakan SMA Swasta Sta. Familia Sikumana itu merupakan yang kedua setelah pada bulan September kemarin digelar kegiatan Bulan Kitab Suci Nasional.

Sekolah ini telah mendapatkan SK Pendirian lembaga tanggal 1 Maret 2021. Sekolah itu juga telah mengantongi izin operasional dari Gubernur NTT c.q Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT tanggal 18 Mei 2021 serta resmi beroperasi menerima peserta didik mulai 12 Juni 2021 lalu.

SMA Swasta Sta. Familia Sikumana Kupang bernaung di bawah Yayasan Mgr. Gabriel Manek, SVD yang sudah berkecimpung di dunia pendidikan selama 30 tahun lalu. Yayasan juga ini telah mendirikan beberapa sekolah mulai dari PAUD, SD, SMP, dan untuk tingkat SMA baru pada tahun 2021. (mg29)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top