Gelar Ibadah Syukur, Jimmi Sianto: Lolos PON Harus Jadi Tradisi Sepak Bola | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gelar Ibadah Syukur, Jimmi Sianto: Lolos PON Harus Jadi Tradisi Sepak Bola


TETAP BANGGA. Para pemain tim Sepak Bola PON NTT bersama Manajer Tim, Jimmi Sianto, Ketua Umum KONI NTT, Andre Koreh, Pengurus Asprov PSSI NTT, Lukman Hakim pose bersama usai acara syukuran, di Hotel Pelangi, Sabtu (23/10). (FOTO: RUDY MANDALLING/TIMEX)

SPORT

Gelar Ibadah Syukur, Jimmi Sianto: Lolos PON Harus Jadi Tradisi Sepak Bola


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Berangkat dengan mengucap syukur, pulang pun tak lupa mengucapkan Syukur. Hal inilah yang dilakukan tim Sepak Bola NTT setelah berlaga di ajang PON XX Papua 2021, dengan menggelar acara syukuran dan penerimaan tim sepak bola.

Acara syukuran dan penerimaan tim Sepak Bola NTT tersebut di gelar di Hotel Pelangi, Sabtu (23/10). Hadir Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, Ketua Umum KONI NTT, Dr. Andre W. Koreh, Wakil Ketua Komisi V DPRD NTT, Muhammad Ansor, Pengurus Asprov PSSI NTT, Lukman Hakin serta seluruh pemain Tim Sepak Bola NTT.

Acara syukuran dan peneriman tim Sepak Bola ini sebenarnya mengikuti agenda yang ditetapkan pemerintah yang dijadwalkan tanggal 18 dan 23 Oktober 2021. “Karena para atlet sepak bola setelah kembali dari Papua tanggal 7 Oktober lalu, sehingga sambil menunggu acara penerimaan resmi, mereka pulang dulu ke rumah masing-masing dan baru kembali ke Kupang tanggal 22 Oktober untuk mengikuti acara penerimaan tanggal 23 Oktober,” jelas Manajer Tim PON NTT, Jimmi Sianto.

“Ternyata acara penerimaan tanggal 23 Okrtober dimajukan ke tanggal 20 Oktober malam, sedangkan para atlet sepak bola sudah dipesankan tiket untuk tanggal 22 Oktober. Setelah didiskusikan dengan Pak Wagub, Josef Nae Soi, Wagub setuju untuk silakan sepak bola tetap laksanakan ibadah syukur dan penerimaan tanggal 23 Oktober,” terang Jimmi.

Acara sykuran dan penerimaan tim sepak bola lanjut Jimmi didahului dengan misa syukur, sebagai tanda syukur kepada Tuhan atas prestasi yang diraih tim Sepak Bola NTT yang sukses lolos ke PON XX Papua.
“Ini akhir yang indah, memang tim sepak bola tidak sampai bawa medali, tapi setidaknya kita telah menunjukkan bahwa sepak bola NTT ada,” terang Jimmi dalam laporannya.

Keberhasilan tim Sepak Bola NTT lolos ke PON, kata Jimmi, tidak hanya pada PON XX saja, tapi harus menjadi tradisi bagi sepak bola NTT setiap kali perhelatan PON. “Kalau kali ini belum membawa medali, saya yakin kedepan sepak bola pasti akan bisa menyumbangkan medali bagi NTT,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Jimmi juga mengungkapkan pengalamannya mengurus tim Sepak bola NTT, dimana mengurus tim sepak bola baginya merupakan hal yang baru. “Ini pengalaman pertama saya mengurus sepak bola, karena selama ini saya lebih aktif di Futsal. Apalagi dipercaya menjadi Manajer Tim Pra PON NTT,” ungkap Jimmi.

Menurut Jimmi, Sepak Bola adalah olahraga yang merakyat dan disukai dimana-mana, sehingga dirinya berusaha total meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengurus Sepak Bola. “Dengan tim dan atlet yang solid, akhirnya Sepak Bola NTT membuat sejarah dengan lolos ke PON XX/2021 Papua,” tuturnya.

Setelah lolos PON dirinya kembali dipercaya PSSI NTT untuk menjadi Manajer Tim PON NTT. Mempersiapkan tim berlaga di PON Papua inilah yang paling banyak tantangannya, selain kesulitan anggaran, juga tidak adanya lapangan yang layak digunakan sebagai tempat latihan. Salah satu pilihan adalah menggelar TC di SoE, Kabupaten TTS.

Jimmi juga menyebutkan bahwa tantangan lain, adalah adanya upaya di kalangan orang olahraga sendiri agar Sepak Bola tidak dikirim ke PON Papua. Alasan mereka, selain memakan anggaran besar, melibatkan banyak orang, tetapi medalinya hanya satu.

“Saya menyukai tantangan, sehingga saya berkonsultasi dengan Wagub, dan Wagub mengatakan dirinya bersama gubernur tidak pernah melarang Sepak Bola berangkat ke PON. Saya juga bertanya ke DPRD, dan jawaban yang didapatnya adalah DPRD mendukung Sepak Bola mengikuti PON,” beber Jimmi.

“Saya juga bertanya ke Kaban Keuangan, dan juga dikatakan Sepak Bola aman, sehingga dirinya langsung mengambil berbagai langkah untuk mempersiapkan tim Sepak Bola NTT berlaga di PON Papua,” imbuhnya.

Setelahnya dirinya mengagendakan TC di SoE dengan segala keterbatasan, sampai akhirnya tim Sepak Bola bisa tampil di Papua. “Secara pribadi saya mohon maaf, sebagai manajer tim belum bisa memberikan yang terbaik. Tapi ada kebanggaan, anak-anak kita bisa tampil luar biasa, bahkan saat ini ada lima pemain tim PON NTT yang bermain di Serpong City dan 1 orang di Persija,” ungkapnya.

Jimmy juga memberikan apresiasi yang tinggi dan terima kasih kepada Wagub NTT, Josef A. Nae Soi dan Ketua Umum KONI NTT, Andre W. Koreh yang sejak awal memberikan perhatian dan dukungan dengan tekad yang kuat agar tim Sepak Bola NTT dapat berlaga di PON Papua.

Wagub NTT, Josef Nae Soi kembali memberikan apresiasi kepada tim Sepak Bola NTT. “Saya senang, karena Pak Gubernur itu susah puji orang, apalagi olahraga yang dia tidak suka. Tapi begitu saya kirim link waktu NTT bermain, dan beliau nonton, dia bilang (Gubernur, Red) kaka, kita tidak kalah secara permainan, kita hanya kurang beruntung,” ungkap Wagub Nae Soi mengutip komunikasinya dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodar menyikapi penampilan Tim Sepak Bola NTT di PON.

Menurut Wagub, saat melawan Maluku Utara, NTT tidak kalah bahkan mendominasi pertandingan. Begitu juga melawan Jawa Barat. “Kita hanya kalah jam terbang,” ujar Wagub.

Wagub juga menceritakan diskusinya dengan mantan pemain timnas, Ruly Nere saat menayaksikan pertandingan sepak bola di PON. “Rully bilang ke saya, kalau saja bola tidak kena tiang atau mistar hasilnya akan beda. Saya lihat sendiri, saat lawan Maluku Utara, Jawa Barat, dan Papua, kita harusnya lebih dahulu unggul. Bola hanya kena tiang atau mistar. Kalau tidak ceritanya pasti lain,” kata Josef Nae Soi.

“Dan Jam terbang kita kalah, kita tidak bisa pungkiri, dan satu waktu ke depan NTT pasti bisa lebih hebat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI NTT, Andre Koreh mengatakan prestasi yang diraih cabor Sepak Bola sebagai olahraga paling populer, menjadi babak baru bagi NTT, dan Sepak Bola sedang berjalan ke arah yang benar.

“Gubernur dan Wakil Gubernur NTT memuji bahwa tim kita tidak kalah. Kekuranganya, kita kurang bertanding. Waktu pertandingan lawan Jawa Barat kita hanya kalah 1-0 dengan 10 pemain. Bagi saya, pemenang sejatinya adalah kita, karena mereka adalah juara bertahan. Pemenang sejati adalah mereka yang bisa kalahkan diri sendiri,” kata Andre.

“Kita harapkan PON berikut, Sepak Bola terus berkembang dan lolos lagi. Tim ini kompak dan harus lolos lagi. Jangan sampai setelah 30 tahun muncul lalu lenyap lagi,” imbuhnya. Andre juga berharap agar Asprov PSSI NTT terus bekerja keras mempersiapkan tim Sepak Bola NTT lebih baik lagi ke depan. (rum)

Komentar

Berita lainnya SPORT

Populer

To Top