Deani Cafe Banjir Pengunjung, Sipo Mau Bangun Wahana Air | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Deani Cafe Banjir Pengunjung, Sipo Mau Bangun Wahana Air


RAMAI PENGUNJUNG. Para pengunjung Deani Cafe tampak memenuhi area kafe itu sambil menikmati suasana alam, Senin (25/10). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Deani Cafe Banjir Pengunjung, Sipo Mau Bangun Wahana Air


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Deani Cafe yang baru dibuka pada Sabtu (23/10) lalu ternyata banjir peminat. Pengunjung yang baru mengetahui keberadaan lokasi tersebut lansung datang untuk sekadar bersantai sambil menikmati suasana alam bersama sensasi di kafe itu.

Dengan menampilkan konsep indoor-outdoor, Deani Cafe, memberi kesan tersendiri. Dimulai dari design interior pada bangunan yang tak mengesampingkan kesan kedaerahan, kafe ini terlihat sangat sederhana di siang hari.

Kebanyakan bahan bangunan, menggunakan material lokal, selain material produksi seperti semen. Tiang penyangga, yang digunakan dari batang pohon lontar/tuak, dan papan sebagai penyekat ruangan, serta bahan lainnya, diperoleh dari daerah setempat, yakni Rote Ndao.

Bahkan pada bagian atapnya menggunakan daun dari pohon tuak atau lontar. Dimana bahan ini (daun) sudah sedari dulu digunakan sebagai atap rumah, dan masih ada masyarakat yang tetap menggunakanya hingga kini, karena mampu memberi hawa sejuk di siang hari.

Di bagian luar (outdoor), dipasangi payung-payung tenda dengan meja dan kursinya masing-masing. Payung itu selain berfungsi sebagai peneduh sementara, sekaligus sebagai ‘penarik’ bagi pengendara untuk dapat berhenti sejenak. Belum lagi, semarak lampu hias bak liontin, terlihat memancarkan sinarnya yang indah di malam hari.

Pantauan TIMEX, pada Senin (25/10) malam, pada area yang dibangun Cafe Deani, di wilayah Desa Maubesi, Kecamatan Rote Tengah, dipadati pengunjung. Mulai dari anak kecil hingga dewasa, tak terkecuali orang yang sudah lanjut usia (lansia).

Selain suasana pantai yang dinikmati, mereka terlihat begitu menikmati sensasi yang disuguhkan melalui semarak lampu hias, dengan menempati setiap sudut di area Deani Cafe. Ada yang duduk sambil mencicipi sajian yang dijajakan, ada pula yang sibuk berswafoto bersama anggota keluarganya, sebagai bentuk aktualisasi diri yang akan di-upload ke media sosial.

Sesekali, beberapa pengunjung terlihat berdendang ria dalam suasana penuh kehangatan. Dan dendangan itu dilakukan dengan me-request lagu ‘Kebalai’ yang merupakan tarian pemersatu masyarakat setempat. Setelah itu, ada pula yang berkaroeke, dengan memilih sendiri tembang lagu yang diinginkan.

“Keren desainnya. Ada lampu-lampu hias yang jadi daya tarik. Apalagi persis di pinggir jalan dan tepi pantai, yang merupakan keunggulanya,” kata Simson Polin, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Rote Ndao, kepada TIMEX, yang saat itu bersama beberapa anggota keluarga mengunjungi Deani Cafe, Minggu (24/10).

“Desainya ada kesan kedaerahan dari bahan yang pakai untuk bangunan. Konsep Indoor-outdoor, buat pengunjung tinggal pilih, mau santai sambil berkaroeke di dalam atau menikmati suasana alam dengan mencicipi cemilan atau minuman dan juga makanan yang dijual,” sambung sosok yang akrab disapa Sipo itu.

Sepanjang pesisir Pantai Telindale, Desa Maubesi hingga Pantai Leli, Kelurahan Onatali, kata Sipo, memiliki potensi wisata pantai yang luar biasa. Gugusan beberapa batu besar yang terletak di depan pantai tersebut, menambah keindahan alam untuk menikmati sunset.

Dari pontensi tersebut, dirinya kemudian melirik salah satu jenis usaha yang akan dibangun sebagai usaha pariwisatanya. Sebab, hingga saat ini, menurutnya sudah banyak pelaku usaha yang memilih melakukan usaha kuliner di lokasi wisata.

Sehingga jenis usaha yang akan dibuka, disebutnya dibangun sebagai pusat permainan, sekaligus hiburan yang dicontoh dari Bali. Namun, dirinya kemudian mengaku, usaha yang akan dibangunya itu seadanya sesuai kekuatan modal yang ia miliki.

“Kita harus bersyukur karena dianugerahi potensi pantai yang luar biasa. Keindahanya tak kalah menarik dengan pantai lain. Tinggal ditata dan dikelola dengan baik, pasti menarik untuk dikunjungi wisatawan,” kata Sipo.

“Tidak salah untuk kita meniru, seperti di Bali. Dan kita bisa buat Rote seperti itu. Karena di sana punya pantai, kita juga punya. Bedanya, karena belum dibangun saja,” sambungnya.

“Harusnya kita berani untuk memulai. Dan di tempat ini, kami akan buat pusat hiburan wahana air, dengan menghadirkan sejumlah peralatan seperti banana boots, dan jet ski. Mungkin beberapa unit dulu di awal, karena ketersediaan peralatan pendukung, sangat ditentukan dengan seberapa banyak modal yang dimiliki,” pungkasnya. (mg32)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top