Realisasi PAD Belum Optimal, Bupati Juandi: Ada Permainan Retribusi Pasar | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Realisasi PAD Belum Optimal, Bupati Juandi: Ada Permainan Retribusi Pasar


Bupati TTU, Juandi David. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Realisasi PAD Belum Optimal, Bupati Juandi: Ada Permainan Retribusi Pasar


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Juandi David mengakui realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) belum optimal atau sesuai harapan.

Pengakuan Bupati Juandi itu disampaikan pada rapat evaluasi PAD yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) TTU melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Rapat yang dipimpin langsung Bupati Juandi David didampingi Kepala Bapenda, Juventus Kabelen dilaksanakan dalam rangka mengevaluasi hasil capaian PAD 2021.

Bupati TTU, Djuandi David kepada Timor Express, Selasa (26/10) mengakui bahwa hingga memasuki triwulan 3 Tahun 2021 realisasi PAD di kabupaten TTU belum optimal karena baru mencapai 68 persen lebih.

Untuk itu, Bupati Juandi berharap, dalam dua bulan terkahir ini dinas teknis bisa menggenjot lagi hingga mencapai 100 persen. “Kita sudah tetapkan PAD tahun ini harus 100 persen. Sehingga kita sudah tegaskan untuk OPD-OPD agar bekerja lebih maksimal di sisa waktu dua bulan terakhir agar target 100 persen ini bisa tercapai sehingga bisa membiayai kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan di OPD masing-masing,” ungkapnya.

Bupati Juandi menambahkan, belum optimalnya realisasi PAD lantaran diduga kuat adanya permainan antara petugas retribusi di pasar rakyat. Persoalan inilah yang menjadi kendala dari dinas teknis untuk mendongkrak PAD.

Menurut Bupati Juandi, apabila persoalan permainan di tingkat bawah soal pengelolaan retribusi pasar belum bisa diselesaikan dengan baik maka dirinya berjanji akan melakukan evaluasi lagi di triwulan 4 untuk perbaikan penarikan retribusi pasar.

“Di Kota Kefamenanu ini ada dua pasar yang ternyata capaian PAD-nya tidak memuaskan. Dua pasar ini dalam setahun hanya menyumbang PAD sebesar Rp 600 juta. Padahal jika dikelola dengan baik PAD-nya bisa mencapai Rp 1 M,” ujarnya.

Bupati Juandi berkeyakinan, di tahun 2022 mendatang capaian PAD di TTU akan meningkat yang signifikan. Pihaknya juga sementara melakukan penataan terhadap sejumlah aset daerah untuk bisa dikelola secara maksimal sehingga bisa mendongkrak PAD

“Jika selama ini capaian PAD kita berkisar di Rp 60 miliar, saya yakin bahwa tahun 2022 akan lebih bagus,” pungkasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

Populer

To Top