Kepala BKKBN Targetkan 4.600 Kampus Terlibat Penurunan Stunting | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kepala BKKBN Targetkan 4.600 Kampus Terlibat Penurunan Stunting


ILUSTRASI. Mahasiswa UKAW Kupang yang melakukan kegiatan PKM di TTS beberapa waktu lalu ikut memerangi stunting. Hal ini sejalan dengan upaya BKKBN menggandeng pihak kampus dalam menurunkan angka stunting di Indonesia. (FOTO: ISTIMEWA)

NASIONAL

Kepala BKKBN Targetkan 4.600 Kampus Terlibat Penurunan Stunting


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Guna mempercepat penurunan stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk memberikan sosialisasi dan edukasi pencegahan stunting. Salah satu caranya yakni melalui program pengabdian masyarakat atau KKN tematik.

Melalui program tersebut, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menyampaikan, pengabdian masyarakat yang biasa dilakukan mahasiswa akan diarahkan dalam hal sosialisasi dan edukasi terkait pencegahan stunting.

“Peran perguruan tinggi saya kira sangat diharapkan untuk penguatan perencanaan penanggaran peningkatan kualitas pemantauan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Melakukan coaching mentoring pada masyarakat desa,” tutur Hasto dikutip, Jumat (29/10).

Lebih lanjut, Hasto menyatakan, saat ini sudah ada 11 perguruan tinggi awal yang sudah bergabung dalam melakukan pengabdian masyarakat bertema pengentasan stunting. Para perguruan tinggi ini lah yang akan membawa perubahan kepada masyarakat Indonesia.

Mereka adalah Universitas Muhammadiyah Aisyiyah, Universitas Muhammadiyah Gorontalo, Universitas Gorontalo, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Universitas Teuku Umar, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Universitas Batang Hari, Universitas Muhammadiyah Aceh, Universitas Sunan Ampel Surabaya, Universitas Jambi, dan Universitas Sahid Jakarta.

“Mudah-mudahan segera perguruan tinggi lainnya menyusul. Dan saya kira sekarang ada 11 perguruan tinggi dan targetnya nanti 4.600 perguruan tinggi untuk kemudian semua desa bisa tersentuh dnegan mahasiswa melalui pendampingan pengentasan stunting,” katanya.

Dia berharap perguruan tinggi bersama-sama Kementerian dan Lembaga bisa hadir di tengah masyatakat dan memberikan sentuhan dari aspek sensitif yakni faktor sanitasi, pendidikan, kemiskinan, maupun spesifik yakni sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

Populer

To Top