Serahkan Bantuan Kapal ke Nelayan, Wabup Matim Ingatkan Kontraktor dan Kadis Perikanan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Serahkan Bantuan Kapal ke Nelayan, Wabup Matim Ingatkan Kontraktor dan Kadis Perikanan


BANTU NELAYAN. Wabup Matim, Stefanus Jaghur menyerahkan bantuan kapal ikan kepada perwakilan kelompok nelayan di Muara Kali Wae Bobo, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Rabu (27/10). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Serahkan Bantuan Kapal ke Nelayan, Wabup Matim Ingatkan Kontraktor dan Kadis Perikanan


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Timur (Matim), Stefanus Jaghur, menyerahkan bantuan 6 unit kapal ikan kepada enam kelompok nelayan, Rabu (27/10) siang. Pada kesempatan itu, Wabup Jaghur ingatkan kontraktor penyedia agar memastikan bantuan tersebut benar-benar berkualitas.

Acara penyerahan berlangsung di Muara Kali Wae Bobo, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong. Hadir dalam kesempatan itu, dua anggota DPRD Matim, Sales Medi dan Abu, Kepala Dinas (Kadis) Perikanan dan Ketahanan Pangan Matim, Herman Kodi, dan Kepala Bank NTT Cabang Borong, Nurchalis Tahir.

Hadir juga sejumlah pimpinan Organisasi Persngkat Daerah (OPD), kontraktor atau penyedia barang, CV Sikka Fiberglas, perwakilan dari kantor camat Borong, para lurah dan kepala desa, staf Dinas Perikanan dan Tanam Pangan, perwakilan kelompok nelayan penerima bantuan, perwakilan Polres Matim, sejumlah nelayan di Kota Borong, dan tokoh masyarakat.

Usai penyerahan bantuan kapal, Wabup Jaghur melakukan panen raya ikan Bandeng di tambak Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong. Kegiatan itu dilaksanakan dengan ketat menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

“Saya ingatkan dan tegaskan kepada penyedia kapal ikan ini agar barangnya harus seumur hidup ada di laut. Bahan-bahanya tentu sesuai dengan air. Bukan barang yang belum lama digunakan, lalu lapuk dan rusak. Artinya harus berkualitas,” tegas Wabup Jaghur.

Wabup Jaghur menegaskan lagi, kalau boleh usianya harus puluhan tahun. Karena tujuan akhir atau muara dari bantuan ini untuk kesejahteraan masyarakat. Jika kapal yang ada mengalami kerusakan dalam waktu satu bulan ke depan, maka kontraktornya wajib bertanggung-jawab.

Wabup Jaghur juga meminta kepada Kadis Perikanan dan Ketahanan Pangan Matim, Herman Kodi, agar selalu memantau bantuan yang ada. Teruslah mengawasi, sehingga benar-benar bermanfaat bagi masyarakat penerima maanfaat itu sendiri.

“Jangan selesai diserahkan, lalu lepas. Banyak yang terjadi selama ini, setelah bantuan diberikan dan dilakukan tanda tangan serah terima di atas meterai, maka selesai urusan. Tidak ada pengawasan lagi dari dinas terkait. Sehingga barang itu akhirnya tidak difungsikan dengan baik. Saya ingatkan hal ini ya…Pak Kadis,” tandasnya.

Kepada kelompok penerima, Wabup Jaghur juga meminta agar memanfaatkan dan menjaga bantuan itu dengan baik. Tidak boleh menjualnya. Sebab bantuan yang diberikan tersebut merupakan upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Selain itu, jangan gunakan bom saat menangkap ikan.

“Saya minta kepada nelayan penerima bantuan ini, selain kalian gunakan kapal ini untuk tangkap ikan, juga untuk bisa mengawasi nelayan lain atau oknum yang membom ikan. Kalian jadi informan. Jika ada yang gunakan bom, segera lapor ke petugas berwajib,” pinta Wabup Jaghur.

Wabup Jaghur menekankan bahwa menangkap ikan megunakan bom dilarang. Bisa dipidana. Selain itu merusak terumbuh karang, sebagai habitat ekosistem laut. Terkait tambak ikan di Desa Nanga Labang, Wabup Jaghur meminta kepada dinas terkait untuk memanfaatkan tambak itu dengan baik.

“Aset ini kita manfaatkan dengan baik. Tambak ini kita kelola untuk menambah penghasilan asli daerah (PAD) dari menjual ikan. Kita juga bisa, tambak itu diserahkan ke pihak ketiga untuk mengelolanya,” tutur Wabup Jaghur.

Sementara Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Matim, Herman Kodi menyebutkan, bantuan kapal ikan jenis fiberglas untuk 6 kelompok nelayan itu merupakan bantuan pemerintah. Tujuan untuk mensejahterakan masyarakat nelayan.

Keenam kelompok penerima bantuan tersebut, sebut Herman, yakni Bahtera Sejahtera di Kecamatan Borong, Kima Kepi Bamo di Kecamatan Kota Komba, Sejahtera Bea Ngencung di Rana Mese, Bintang Laut Satar Punda di Lamba Leda Utara, Tobawa di Sambi Rampas, dan Kelompok Nelayan Bukit Cita Golo Lijun di Kecamatan Elar.

“Bantuan kapal ini kami kasih secara adil, yakni 3 kelompok yang tersebar wilayah Pantai Utara Kabupaten Matim, dan 3 kelompok yang tersebar di Pantai Selatan Matim,” jelas Herman Kodi.

Herman juga meminta para kelompok nelayan penerima manfaat, agar harus memanfaatkan kapal bantuan itu dengan baik. Supaya bisa menyejahterakan ekonomi keluarga. Pihaknya tentu akan terus mengawasi kapal bantuan itu, bisa difungsikan dengan baik.

“Jika ditemukan tidak digunakan dengan baik atau salah dimanfaatkan, maka pihaknya akan menarik kembali bantuan kapal itu untuk selanjutnya diberikan kepada kelompok lain yang belum mendapatkan bantuan,” katanya.

Herman juga menyebutkan bahwa anggaran yang dialokasikan untuk mengadakan 6 unit kapal itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2021. Pagunya Rp 456.000.000. Sementara nilai kontraknya sebesar Rp 410.767.500. Setiap unit kapal menelan anggaranya sebesar Rp 68.461.250. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top