Terapkan Sistem Informasi Pelayanan Berbasis Website, 3 Dosen UKAW Lakukan Ini di GMIT Rehobot | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Terapkan Sistem Informasi Pelayanan Berbasis Website, 3 Dosen UKAW Lakukan Ini di GMIT Rehobot


PKM. Alya Elita Sjioen, Ketua Tim PKM bersama anggota pose bersama peserta PKM di Jemaat GMIT Rehobat Bakunase, Rabu (27/10). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

PENDIDIKAN

Terapkan Sistem Informasi Pelayanan Berbasis Website, 3 Dosen UKAW Lakukan Ini di GMIT Rehobot


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) terus memberikan kesempatan kepada para dosen untuk mengimplementasikan ilmu dan mendampingi masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.

Kali ini, kesempatan diberikan kepada tiga orang dosen, masing-masing Alya Elita Sjioen, Jofret Umbu Soru Peku Djawang, dan Dedy Raidons Se’u untuk melakukan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) tentang Penerapan Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Jemaat GMIT Rehobat Bakunase berbasis website.

Pendampingan ini tidak terlepas dari masa pandemi Covid-19 yang berkepanjangan hingga saat ini dan adanya penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level IV bagi tiga daerah di NTT, salah satunya Kota Kupang.

Salah satu aturan yang diberlakukan dalam penerapan PPKM level IV di Kota Kupang adalah seluruh tempat ibadah dilarang mengadakan kegiatan peribadatan atau keagamaan berjemaah selama PPKM dan mengoptimalkan ibadah di rumah, hal ini juga berlaku bagi pelayanan atau aktivitas organisasi yang dilakukan gereja terhadap jemaat juga dibatasi.

Alya Elita Sjioen, Ketua Tim PKM mengatakan aktivitas manajemen yang dilakukan di gereja memerlukan informasi dan data yang tidak sedikit jumlahnya serta beraneka ragam jenis datanya. Oleh sebab itu penggunaan dan pemanfaatn perangkat lunak komputer sangat diperlukan untuk membantu aktivitas manajemen gereja dalam bentuk sistem informasi manajemen yang berbasis website.

Dijelaskan, sistem informasi manajemen adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi. Lebih lengkapnya sistem informasi manajemen adalah jaringan prosedur pengolahan data yang dikembangkan dalam organisasi dan disatukan apabila di pandang perlu, dengan maksud memberikan data kepada manajemen setiap waktu diperlukan, baik data yang bersifat internal maupun yang bersifat ekstern, untuk dasar pengambilan keputusan dalam rangka mencapai tujuan organisasi.

Dikatakan, sistem informasi manajemen perlu diterapkan di gereja sehingga dapat membantu pelayanan gereja dalam pengelolaan aktivitas manajemen dari input, proses dan output yang menghasilkan suatu informasi kepada jemaat.

Oleh sebab itu, lanjutnya, melalui kegiatan PKM internal tertarik untuk menerapkan sistem informasi manajemen pelayanan jemaat di Gereja Rehobot Bakunase yang berbasis website, sehingga dapat memudahkan jemaat, majelis, staf dan badan pegurus kategorial jemaat Rehobot Bakunase untuk menerima dan memberikan informasi atau pelayanan di masa pandemik covid-19 yang membatasi seluruh pihak gereja dan jemaat untuk melayani.

“Berdasarkan hasil observasi diketahui permasalahan lain pada GMIT Rehobot Bakunase adalah sistem manajemen administrasi gereja yang masih bersifat manual yaitu dengan menggunakan microsoft office word dan banyaknya dokumen yang tersimpan dalam bentuk arsip fisik atau dokumen cetak seperti dokumen pendaftaran anggota jemaat, baptisan dan pernikahan yang masih menggunakan pendataan dengan formulir. Sistem seperti ini menjadi kurang efektif karena dapat menyulitkan staf gereja dalam pengarsipan dan pencarian data,” katanya.

Alya menjelaskan, dalam aktivitas manajemen dan penyampaian informasi kepada jemaat, GMIT Rehobot Bakunase membutuhkan suatu sistem informasi yang menunjang kegiatan pelayanan serta membantu untuk mengolah data sehingga menghasilkan informasi yang berguna dan berkualitas.

“Mitra dalam PKM internal ini yakni seluruh staf, majelis dan badan pengurus kategorial di GMIT Rehobot Bakunase yang terlibat langsung dalam memberikan informasi atau data dan sebagai admin penginput data,” ungkap Alya.

Alya mengatakan, permasalahan yang diketahui di Gereja Rehobot Bakunase yaitu kurang memaksimalkan website yang dimiliki geraja dalam memberikan informasi pelayanan kepada jemaat. Sistem  manajemen administrasi gereja masih bersifat manual dimana banyaknya dokumen yang tersimpan masi dalam bentuk arsip fisik atau dokumen cetak.

“Tujuan kegiatan PKM praktek kerja lapangan di GMIT Rehobot Bakunase, memaksimalkan website yang dimiliki gereja sebagai serana informasi yang efektif untuk mendukung pelayanan gereja kepada jemaat dan membangun sistem manajemen gereja berbasis web untuk dapat membantu administrasi yang mimiliki database jemaat secara online,” sebutnya.

Ditambahkan, manfaat kegiatan PKM Internal ini agar meningkatkan pemahaman staf, badan pengurus kategorial dan majelis mengenai betapa penting sistem informasi manajemen dalam mendukung pelayanan gereja kepada jemaat di era modern dengan kondisi pandami covid 19 yang terjadi saat ini.

“Mempermudah staf, majelis dan ketua majelis jemaat dalam pencarian informasi jemaat secara keseluruhan seperti data identitas jemaat, baptisan, anggota sidi, perninikaha, jemaat yang sakit, jemaat yang meninggal, jemaat yang baru lahir dan data inventaris aset gereja,” tandasnya. (mg29)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top