Pimpin Kebaktian di JBK-BB, Pdt. Yerry Hawu: Jadilah Jemaat yang Setia kepada Tuhan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pimpin Kebaktian di JBK-BB, Pdt. Yerry Hawu: Jadilah Jemaat yang Setia kepada Tuhan


TUTUP BULAN KELUARGA. Pelayan GMIT Rehobot Bakunase, Pdt. Yerry Hawu saat memimpin kebaktian penutupan Bulan Keluarga, HUT ke-504 Reformasi, HUT ke-74 GMIT, dan HUT ke-11 JBK-BB di halaman gereja Bukit Kasih Baumata Barat, Minggu (31/10) petang. (FOTO: MARTHEN BANA/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pimpin Kebaktian di JBK-BB, Pdt. Yerry Hawu: Jadilah Jemaat yang Setia kepada Tuhan


Penutupan Bulan Keluarga, HUT Ke-504 Reformasi, HUT Ke-74 GMIT, dan HUT Ke-11 JBK-BB

KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Hari ini, Minggu (31/10), gereja-gereja di bawah naungan Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-74. Bersamaan dengan itu pula dirayakan HUT ke-504 reformasi dan penutupan bulan keluarga.

Khusus di Jemaat GMIT Bukit Kasih Baumata Barat (JBK-BB), selain ibadah memperingati tiga momen penting itu, juga ada perayaan HUT ke-11 jemaat tersebut. Perayaan ini ditandai dengan ibadah bersama dalam wujud Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) yang berlangsung di halaman JBK-BB, Desa Baumata Barat, Kabupaten Kupang, Minggu (31/10) petang.

Kebaktian yang dihadiri lebih kurang 350 jemaat itu dipimpin oleh Pdt. Yerry Hawu, S.Th, pelayan di Jemaat GMIT Rehobot Bakunase, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang. Hadir juga Ketua Majelis JBK-BB, Pdt. Fajar Lisnahan, S.Th, dan majelis harian di jemaat tersebut.

Mendasari khotbahnya yang diambil dari kitab Wahyu 3:7-13, Pdt. Yerry Hawu mengatakan bahwa ciri dari gereja reformasi adalah gereja yang terus memperbarui dirinya. Memperbarui diri agar tetap kokoh dan siap menghadapi segala bentuk tantangan.

Sementara di dalam jemaat itu sendiri, kata Pdt. Yerry, terdapat tiga ciri. Pertama, jemaat yang terus bertumbuh. Kedua, jemaat yang banyak orangnya dan besar secara fisik. Ketiga, jemaat kecil tapi jemaat yang punya kesetiaan yang hbat dan kuat.

“Jemaat yang ketiga ini, ketika diuji oleh dunia ini dengan apapun tidak akan bergeser. Inilah jemaat yang dipuji Tuhan. Karena itu, jadilah jemaat yang setia dengan Firman Tuhan. Sorga dimuliakan karena kesetiaan jemaat,” kata Pdt. Yerry.

Kepada para orang tua yang hadir dalam kebaktian itu, Pdt. Yerry juga meminta agar pengaruh baik dari kesetian kepada Tuhan itu dibawa kepada generasi muda. “Jadikan Yesus sebagai idola bagi generasi muda. Itu kewajiban orang tua bagi gereja membawa pengarah kesetiaan kepada kaum muda agar tetap setia sampai akhir dengan Yesus.

Pdt. Yerry mengilustrasikan wujud kesetiaan kepada Tuhan dengan paku. Menurutnya, paku yang biasa dipakai dalam membangun bangunan, kalau baik, biasanya hantaman palu bagaimanapun dia akan tetap menembus wadah yang dipaku. Tapi terkadang ada yang terkena hantaman, langsung bengkok atau palunya tergelincir.

Perayaan HUT ke-11 JBK-BB ditandai dengan pemotongan tumpeng. (FOTO: MARTHEN BANA/TIMEX)

Begitupun dalam kehidupan jemaat. Jangan jadi jemaat yang begitu hantaman datang, jadi bengkok atau tergelincir. Tapi jadilah seperti paku yang terus menancap semakin ke dalam dan siap menerima apapun hantaman itu datang kepadamu.

“Tetap setia dan cinta Tuhan agar tetap disayang Tuhan. Jemaat Bukit Kasih, Tuhan sudah buka pintu bagi kita. Kalau Tuhan sudah buka pintu bagimu, maukah kamu masuk lewat pintu itu?” tanya Pdt. Yerry. “Mau…,” jawab serentak jemaat yang hadir.

Usai kebaktian, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan meniup lilin ulang tahun JBK-BB yang ke-11. Potongan tumpeng yang dilakukan Ibu Nensi Pellokila itu lalu dibagi-bagikan ke Ketua Majelis JBK-BB, Pdt. Fajar Lisnahan, tokoh gereja di JBK-BB, Pdt (Emr) Yermias Laikani, pelayan firman, Pdt. Yerry Hawu, MJH JBK-BB, Noldi Pellokila, dan salah satu pemuda yang berulang tahun pada bulan Oktober ini.

Perayaan HUT ini diiringi dengan menyanyikan lagu selamat ulang tahun yang dibawakan Danias Band, yang sebelumnya juga ikut mengiringi jalannya kebaktian penutupan bulan keluarga dan perayaan beberapa HUT tersebut.

Pantauan media ini yang hadir dalam kebaktian tersebut, prosesnya berjalan dengan ketat menerapkan protokol kesehatan. Semua jemaat yang hadir memakai masker, sebelum masuk area kebaktian, setiap jemaat diukur suhu tubuhnya dan mencuci tangan. (aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top