Tampilkan Produk Olahan Kelor, SMK Kementan Raih Juara Gebyar Pameran di Kupang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tampilkan Produk Olahan Kelor, SMK Kementan Raih Juara Gebyar Pameran di Kupang


Siswa/siswi SMK PP Negeri Kupang memperlihatkan trofi kejuaraan saat tampil pada gebyar Pameran SMK se-Kabupaten Kupang. Tampak salah satu guru pendamping. (FOTO: Humas SMK PP Neg. Kupang)

PENDIDIKAN

Tampilkan Produk Olahan Kelor, SMK Kementan Raih Juara Gebyar Pameran di Kupang


KUPANG-Prestasi membanggakan berhasil diraih Sekolah Menengah Pertanian Pembangunan (SMK PP) Negeri Kupang, salah satu UPT di bawah Kementerian Pertanian (Kementan). Dengan menampilkan berbagai produk olahan kelor, SMK PP Negeri Kupang tampil sebagai salah satu juara di Gebyar Pameran SMK se-Kabupaten Kupang.

Apresiasi diberikan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) karena mengonsumsi pangan lokal memiliki banyak manfaat. “Yang pasti pangan lokal kita itu sangat melimpah. Setiap daerah memiliki pangan lokal sendiri-sendiri. Dan dengan mengkonsumsi pangan lokal, berarti kita telah membantu petani kita sendiri,” tutur Mentan dalam keterangan tertulis Humas SMK PP Negeri Kupang.

Penegasan yang sama disampaikan Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi. “Saya mengajak kita semua untuk mengkonsumsi pangan lokal, hindari pangan impor. Pangan lokal kita banyak, harus dimanfaatkan,” katanya.

Menurut Dedi, pangan lokal juga bisa membantu membentuk dan memperkuat imunitas tubuh. “Tapi, harus juga ada keseimbangan kerja dan istirahat untuk meningkatkan imun. Terlalu banyak kerja tidak baik, imun bisa drop. Terlalu malas juga tidak bagus, karena membuat kerja terbengkalai, stres akhirnya imun turun. Artinya, keseimbangan sangat penting. Apalagi dengan didukung konsumsi pangan lokal,” paparnya.

Menurutnya, harus ada gerakan yang masif untuk mengkonsumsi pangan lokal. “Harus dimulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, saudara, teman di kantor, tetangga dan lainnya. Konsumsi pangan lokal harus dimulai sekarang juga. Dan SMK PP Negeri Kupang sudah membuktikan itu,” ujar Dedi.

Gebyar Pameran SMK se-Kabupaten Kupang sendiri digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober lalu. Acara tersebut diadakan pada 28-29 Oktober 2021, di SMK Negeri 1 Takari.

Pameran dengan peserta 9 SMK se-Kabupaten Kupang tersebut menampilkan berbagai produk dari tiap-tiap SMK di Kabupaten Kupang sesuai dengan kompetensi keahlian masing-masing.

Salah satu peserta tersebut adalah SMK PP Negeri Kupang yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP, Kementan.

Kontingen SMK PP Negeri Kupang menampilkan produk dari tiga kompetensi keahlian, yakni Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), Agribisnis Ternak Ruminansia (ATR), dan Keperawatan Hewan (KH).

Dari ATPH menampilkan mulai dari instalasi hidroponik, tanaman yang sudah disemai, hinggah produk olahan daging sapi seperti sosis sapi, serta produk olahan daun kelor mulai dari bakso kelor, mie kelor hingga es dawet kelor.

Kompetensi keahlian ATR menampilkan produk silase untuk makan ternak. Sementara KH menampilkan beberapa alat kesehatan hewan beserta vaksinnya.

Dalam pameran tersebut yang cukup menarik perhatian adalah produk olahan kelor dari SMK PP Negeri Kupang karena banyaknya minat pengunjung untuk datang menikmati es dawet kelor dan bakso kelor.

Bahkan rombongan dari Dinas Provinsi NTT pun tak ketinggalan untuk mencicipi produk tersebut sehingga menjadikan bakso dan mie kelor primadona di pameran tersebut.

Dalam acara penutupan diumumkan pula para juara dalam pameran yang diselenggarakan di SMK Negeri 1 Takari tersebut. SMK PP Negeri Kupang meraih juara 3 kategori stand pameran terbaik dengan mendapatkan piala serta piagam penghargaan.

Kepala SMK PP Negeri Kupang, Ir. Stepanus Bulu, MP mengaku bangga akan hal tersebut mengingat waktu persiapan pameran yang tergolong singkat.

“Dengan produk olahan kelor yang menjadi primadona serta SMK Kementan yang menjadi juara 3 se-Kabupaten Kupang membuktikan bahwa pangan lokal bisa bersaing. Dan Saya harap anak-anak muda sekarang lebih mencintai pertanian karena mereka bisa berkreasi dengan produk olahan pangan lokal untuk bisa mendunia,” ungkap Stepanus. (*/aln)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top