FishOn Ekspor Hasil Tangkapan Nelayan Sikka ke Jepang dan Malaysia | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

FishOn Ekspor Hasil Tangkapan Nelayan Sikka ke Jepang dan Malaysia


PRODUK EKSPOR. Rombongan Deputi Kemenkop-UKM menyaksikan proses pengepakan ikan yang siap dieksor ke Jepang dan Malaysia, di Maumere, Kabupaten Sikka, Sabtu (30/10). (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

FishOn Ekspor Hasil Tangkapan Nelayan Sikka ke Jepang dan Malaysia


Launching Perdana, Ekspor 15 Ton Ikan Tuna dan Cakalang

MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-FishOn, startup penyedia aplikasi perikanan tangkap sukses me-launching perdana ekspor Ikan Tuna dan Cakalang ke Jepang dan Malaysia. Menariknya, ekspor ini bisa berjalan karena FishOn bekerjasama dengan para nelayan di Sikka memanfaatkan sarana KCBS sebagai tempat procesing untuk mengelola hasil tangkapan para nelayan menjadi bahan siap ekspor.

Seremoni peluncuran yang dilaksanakan Sabtu (30/10), dihadiri Deputi Bidang UMKM Kementerian Koperasi dan UKM, Hanung Harimba, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Dedy Miharja, Wakil Pimpinan Wilayah VIII Bank BNI’46, Mustakim, dan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo.

Ekspor Ikan Tuna dan Cakalang yang dilakukan FishOn ke Jepang dan Malaysia ini merupakan yang pertama kali. Sebanyak 15 ton ikan, terdiri dari 10 ton Ikan Tuna Sashimi diekspor ke Jepang, dan sisanya 5 ton Katsuobudhi Skipjack diekspor ke Malaysia. Semua ikan ini diekspor melalui pelabuhan ekspor Surabaya.

“Hari ini (Sabtu, 30/10/2021, Red) merupakan hari yang bersejarah bagi masyarakat nelayan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Sebab untuk pertama kalinya dalam karir kenelayanan, mereka dapat melakukan transaksi langsung dengan pembeli yang ada di Malaysia dan Jepang. Suatu tata niaga yang selama ini nyaris tidak pernah terjadi dan terbayangkan dalam hidup mereka,” ungkap Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Dedy Miharja, di Maumere, Sabtu (30/10).

Dedi menjelaskan bahwa proses itu terjadi setelah satu bulan terakhir FishOn, startup aplikasi perikanan tangkap, masuk ke Kabupaten Sikka dan mulai melakukan pembinaan untuk nelayan Tuna dan Cakalang.
Dedy menambahkan, di Kabupaten Sikka, FishOn juga mengoperasikan factory sharing yang disebut FishOn Cloud Factory hasil kerjasama dengan KCBS, perusahaan perikanan Jepang yang berada di Jalan Don Slipi, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat.

Terpantau, dalam proses peluncuran itu, Deputi Bidang UMKM, Kementrian Koperasi dan UKM, Hanung Harimba, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Dedy Miharja, Wakil Pimpinan Wilayah VIII Bank BNI’46, Mustakim, dan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo juga memantau langsong prosesing Ikan Tuna dan Cakalang yang siap untuk diekspor ke Jepang dan Malaysia.

BACA JUGA: Puluhan Karyawan Gelar Aksi Tuntut Hak, Direktur KCBS: Kami akan Selesaikan

Pemantauan itu dimulai dari proses pendaratan ikan, kegiatan penimbangan dan sortir, lelang online, proses pengolahan Ikan Tuna Sirip Kuning menjadi produk akhir Tuna Sashimi dan pengolahan Ikan Cakalang menjadi Katsuobushi Skipjack.

Usai pemantauan, dilanjutkan dengan memberangkatkan dua kontainer berisi 5 ton Katsuobushi Skipjack menuju Malaysia dan 10 ton Tuna Sashimi menuju Jepang melalui pelabuhan ekspor Surabaya.

Deputi Bidang UMKM Kementrian Koperasi dan UKM Hanung Harimba pada kesempatan itu menjelaskan bahwa kehadirannya di Sikka untuk melepas ekspor perdana UKM nelayan binaan FishOn. Tujuanya memastikan program agresi UKM untuk meningkatkan ekspor sehingga benar-benar berjalan sesuai arahan Menteri Koperasi dan UKM.

“Kami hadir di Kabupaten Sikka untuk melepas ekspor perdana UKM Nelayan binaan FishOn. Tujuannya untuk memastikan program agregasi UKM agar peningkatan ekspor ini betul-betul dapat berjalan sesuai dengan arahan Menteri Koperasi dan UKM. UKM nelayan harus diberikan karpet merah, mulai dari pembiayaan operasional melaut hingga menghubungkan dengan market ekspor,” jelas Hanung.

Menurut Hanung, market ekspor produk kelautan dan perikanan memiliki permintaan yang sangat besar. Disisi lain, nelayan juga memiliki kemampuan suplai yang baik. Oleh karena itu, kata Hanung, Pemerintah perlu hadir untuk memfasilitasi transaksi antara UKM Nelayan dengan pasar ekspor. Selain itu melalui program agresi UKM yang melibatkan Bank BNI dapat mendukung pembiayaan dengan FishOn sebagai plaform teknologinya.

“FishOn Cloud Factory merupakan inovasi layanan baru dari FishOn untuk pebisnis ikan di dalam dan luar negeri. Jadi tidak perlu harus menghabiskan biaya investasi untuk membangun pabrik dan membina nelayan. Kalau ingin berbisnis ikan di Maumere, cukup siapkan modal dan download aplikasi lelang online saja untuk melakukan pembelian ikan langsung ke para nelayan,” jelas Hanung. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top