Puluhan Karyawan Gelar Aksi Tuntut Hak, Direktur KCBS: Kami akan Selesaikan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Puluhan Karyawan Gelar Aksi Tuntut Hak, Direktur KCBS: Kami akan Selesaikan


TUNTUT HAK. Puluhan karyawan melakukan aksi di kantor KCBS saat launching perdana ekspor ikan ke Jepang dan Maulaysia, Sabtu (30/10). (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Puluhan Karyawan Gelar Aksi Tuntut Hak, Direktur KCBS: Kami akan Selesaikan


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Puluhan karyawan KCBS di Kabupaten Sikka melakukan aksi saat seremoni launching perdana ekspor ikan tuna dan cakalang ke Jepang dan Malaysia tengah berlangsung. Aksi itu disaksikan langsung Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Deputi Bidang UMKM Kementerian Koperasi dan UKM, Hanung Harimba, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim, Dedy Miharja, Wakil Pimpinan Wilayah VII Bank BNI’46, Mustakim dan undangan lainnya hadir dalam acara yang berlangsung Sabtu (30/10) sekitar pukul 14.30 Wita itu.

Menanggapi aksi itu, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, menjelaskan bahwa pihaknya akan ikut membantu menyelesaikan persoalan karyawan KCBS tersebut.

Menurutnya, Pemerintah hadir untuk memberikan solusi agar rakyat tidak disusahkan. Karena itu, Bupati meminta karyawan yang saat itu membentangkan spanduk bertulisakan “Selesikan hak-hak kami dari bulan Mei hingga Oktober 2021” untuk bersabar.

“Saya lihat ada banyak karyawan KCBS yang berdiri di belakang, mereka melakukan aksi meminta hak-haknya dibayar. Sabar ya…Pemerintah hadir untuk menyelesaikannya, tidak perlu harus kuatir, ini tugas pemerintah juga,” ungkap Bupati yang akrab disapa Robi Idong itu.

Para karyawan yang lainnya juga membentangkkan spanduk/poster bertuliskan “Selesaikan Iuran BPJS Kami”. Walaupun tanpa teriakan suara oleh para karyawan, namun dengan membentangkan spanduk/poster tersebut, para para undangan dan petugas KCBS terkesan merasa sangat terganggu.

Salah satu karyawan KCBS, Vinsensius Pinselinus kepada media ini menjelaskan bahwa kartu BPJS Kesehatan mereka sama sekali tidak berfungsi. Vinsensius mencontohkan, ketika isterinya sakit, kartu BPJS yang ia pegang tidak dapat digunakan lantaran masih banyak tunggakan yang belum dibayar pihak perusahaan. Padahal gajinya dipotong terus setiap bulan.

“Saat isteri saya sakit berat, dan harus membutuhkan perawatan medis dirumah sakit, ketika mengklaim menggunakan kartu BPJS, ternyata kartunya tidak berfungsi. Katanya masih ada tunggakan. Padahal gaji kami terus dipotong setiap bulan,” ungkap Vinsensius.

Selain BPJS Kesehatan lanjut Vinsensius, ternyata kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan juga belum dibayar pihak KCBS. Padahal gajinya juga tetap dipotong setiap bulannya. Inilah yang memaksa Vinsensius dan teman-temannya tetap berjuang agar hak-hak mereka bisa dipenuhi.

“Kami akan terus berjuang agar hak-hak kami dibayar, mulai dari pesangon, BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan,” tegas Vinsensius.

Vinsensius juga membeberkan sebanyak 106 karyawan yang terdiri dari 96 karyawan tetap dan 21 karyawan harian juga mengalami nasib yang sama. Dimana hak-hak mereka tidak dibayar oleh pihak perusahaan KCBS.

Nasib yang sama juga dialami Laurensia Sina, isteri dari alamarhum Viktor Nong Gale, karyawan KCBS yang hingga saat ini belum dibayar santunan kematiannya. Ketika diminta, pihak KCBS hanya menjanjikan akan membayar senilai Rp 30 juta. Padahal alamarhum Nong Gale bekerja sejak KCBS berdiri. Mirisnya salah seorang karyawan KCBS yang bekerja kurang lebih 2 hingga 3 tahun dan meninggal, uang santunannya dibayar Rp 50 juta. Hal berbeda dengan yang dialami almarhum Nong Gale.

Laurensia mengaku sangat sulit untuk biaya hidupnya semenjak suaminya meninggal. Ia berharap dengan santunan kematian suaminya itu, dirinya bisa menjadikan sebagai modal usaha. Namun harapan itu sirna karena hingga saat ini, santunan kematian suaminya belum dibayar.

“Saya berharap santunan kematian suami saya cepat dibayar, karena saat ini saya sangat susah. Berharap dengan santunan itu dapat menjadi modal usaha saya,” harap Laurensia.

Sementara itu, CEO FishOn, Fajar Widiasasono dalam sambutannya di hadapan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing dan Penguatan Sumber Daya Maritim Kemenko Marves, serta tamu undangan lainnya, mengatakan bahwa FishOn hadir dan mencoba me-recovery KCBS.

“Dalam recovery ini, pastinya butuh proses, jadi kalau ada saudara-saudara kita yang di luar saat ini mungkin manajemen lama belum menyelesaikan tanggung-jawabnya, maka kita pelan-pelan akan coba bantu,” ungkap Fajar.

Hal tak jauh beda dikemukakan Direktur KCBS, Theodorus Erfianus Uji Hon. Kepada media ini, Theodorus menjelaskan bahwa saat ini perusahaan mengalami kesulitan soal keuangan sejak adanya pandemi Covid-19. Namun demikian, Theodorus meyakinkan bahwa pihak perusahaan akan menyelesaiakan hak-hak karyawan dengan adanya dukungan FishOn.

“Memang kami mengalami kesulitan kuangan sejak adanya Covid-19 di Kabupaten Sikka. Namun kami akan selesaikan semuanya. Dengan adanya kerja sama ini, FishOn pasti akan membantu semuanya,” janji Theodorus. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top