Resmikan Gedung JIO, Pdt. Mery Kolimon: Gereja Harus Tetap Perhatikan Pendidikan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Resmikan Gedung JIO, Pdt. Mery Kolimon: Gereja Harus Tetap Perhatikan Pendidikan


RESMIKAN JIO. Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon membubuhkan tanda tangan pada prasasti tanda peresmian gedung kebaktian JIO, Minggu (31/10). Tampak hadir Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, tokoh jemaat, Esthon L. Foenay, dan undangan lainnya. (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Resmikan Gedung JIO, Pdt. Mery Kolimon: Gereja Harus Tetap Perhatikan Pendidikan


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Gedung kebaktian Jemaat GMIT Imanuel Oepura (JIO) selesai dibangun dan diresmikan oleh Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery L. Kolimon. Hadir Gubernur NTT, Dr. Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), tokoh JIO, Esthon L. Foenay, dan para jajaran pejabat lainnya.

Peresmian gedung kebaktian GMIT Imanuel Oepura itu dirangkai sekaligus dengan perayaan HUT ke-504 Reformasi dan HUT ke-74 GMIT, serta HUT Ke-74 JIO, Minggu (31/10).

Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon mengatakan, gereja yang bertumbuh dan berbuah adalah gereja yang anggotanya saling peduli, juga turut memperhatikan pendidikan dan pembangunan bangsa.

“Kita bersyukur Jemaat GMIT Imanuel Oepura tetap konsisten memperhatikan Sekolah GMIT yang ada disini. Terima kasih untuk hal itu. Kalau kita lihat sejarah GMIT, sebelum gereja berdiri pun sekolah sudah berdiri. Sebelum ada pendeta, Guru Injil sudah ada. Hari senin sampai sabtu mereka mengajar dan hari minggu berkhotbah serta mengajarkan firman Tuhan. Jadi harapan kita jangan sampai gereja hanya gedung megah tanpa perhatikan pendidikan dan sekolah,” kata Pdt. Mery.

“Juga hendaknya anggota gereja saling terikat pada persaudaraan dan punya rasa peduli satu sama lain. Di GMIT Imanuel Oepura, jemaatnya dari berbagai suku. Ada dari Timor, Alor, Sabu, Rote, Jawa, Kalimantan juga lainnya. Kita dipanggil menjadi satu saudara dengan yang lain. Apapun perbedaan kita, hendaknya kita satukan untuk saling melayani sesama dan melayani Tuhan,” kata Pdt. Mery.

Sementara itu, Gubernur VBL dalam sambutannya meminta, agar gereja dan Pemerintah terus bahu-membahu bersama pihak lainnya dan kolaborasi membangun program dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dalam pembangunan gedung gereja yang megah maka harus ada gerakan-gerakan kemanusiaan. Harus ada penggerak-penggerak dan program di dalamnya yang juga bisa menyejahterakan jemaat dan masyarakatnya,” ujar Gubernur VBL.

“Maka dari itu kita wajib untuk kerja secara kolaborasi. Pemerintah dan gereja harus dalam satu kesatuan gerak. Ikut juga dalam desain pembangunan pada pertanian, peternakan, perikanan, pendidikan, pariwisata dan juga bidang-bidang lainnya. Ini juga manfaat besar untuk kita semua,” tambahnya.

Gubernur VBL menjelaskan, salah satu upaya dalam menyejahterakan masyarakat NTT saat ini adalah penanganan stunting dan kemiskinan. Hal tersebut juga perlu untuk kerja sama dengan pihak gereja.

“Gereja harus bisa membangun jemaat dan umatnya. Gereja dan Pemerintah harus dengan pola kerja dan strategi menyelamatkan masalah stunting dan kemiskinan di NTT. Kita mau generasi kita dan anak-anak kita bebas dari stunting. Generasi kita harus jadi orang-orang sehat, cerdas, hebat, dan bisa membangun daerah ini,” tambah Gubernur. (mg25)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top