Ketua TPK Desa Akomi Susul Mantan Kades Jadi Tersangka | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ketua TPK Desa Akomi Susul Mantan Kades Jadi Tersangka


Kasat Reskrim Polres TTU Iptu Fernando. (FOTO: ISTIMEWA)

PERISTIWA/CRIME

Ketua TPK Desa Akomi Susul Mantan Kades Jadi Tersangka


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Tim penyidik Satuan Resersi dan Kriminal (Satreskrim) Polres Timor Tengah Utara (TTU) tak cuma menetapkan Kepala Desa Akomi, Kecamatan Miomaffo Tengah, Arkadius Nau Bana sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan dana desa di wilayah setempat. Terbaru, penyidik juga menetapkan Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Yakobus Sali Feka sebagai tersangka.

Yakobus Sali Feka ditetapkan sebagai tersangka lantaran terbukti terlibat langsung bersama sang Kades Arkadius Nau Bana melakukan penyelewengan dalam pengelolaan dana desa yang merugikan negara mencapai Rp 1,3 miliar lebih.

Kasat Reskrim Polres TTU, Iptu Fernando Oktober kepada TIMEX, Kamis (4/11) mengatakan, penetapan tersangka ini setelah penyidik Satreskrim Polres TTU melakukan penelusuran terhadap sejumlah oknum yang memiliki keterlibatan dalam pengelolaan dana desa di Desa Akomi hingga menimbulkan adanya kerugian negara.

“Kita sudah tetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana desa di Desa Akomi, yakni Ketua TPK Yakobus Sali Feka dan langsung diikuti dengan penahanan di tahanan sel Mapolres TTU,” ungkap Iptu Fernando.

Selain penetapan tersangka, kata Iptu Fernando, tim penyidik juga telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah aset yang dimiliki kedua rersangka dalam kasus dugaan korupsi di Desa Akomi.

Adapun sejumlah aset yang berhasil disita penyidik Satreskrim Polres TTU, yakni satu unit sepeda motor, kulkas dan sertifikat tanah milik tersangka Akradius Nau Bana. Pihaknya juga masih terus melakukan penelusuran terhadap sejumlah aset yang dimiliki kedua tersangka untuk disita dan diamankan guna kepentingan pemulihan keuangan negara.

“Kita minta kedua tersangka bisa kooperatif menyampaikan kepada penyidik terkait aset yang dimiliki untuk bisa disita dan diamankan untuk kepentingan pemulihan keuangan negara,” ujarnya.

Iptu Fernando menyebutkan, pasal yang disangkakan bagi Ketua TPK juga sama dengan pasal yang disangkakan kepada tersangka Kades Akomi yakni dijerat dengan Pasal 2 Ayat 1, Pasal 3 Ayat 1, Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Iptu Fernando menjelaskan, untuk Pasal 2 Ayat 1 ancaman hukumannya dipidana dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Pasal 3 itu ancaman hukumannya dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

“Dari dua pasal yang disangkakan kepada tersangka itu ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara sehingga langsung dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan yang dititipkan di tahanan sel Mapolres TTU,” ungkapnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top