Jaksa Tahan Penjabat Kades Tolama Atas Dugaan Penyelewengan Dana Desa | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jaksa Tahan Penjabat Kades Tolama Atas Dugaan Penyelewengan Dana Desa


BERI KETERANGAN. Kajari Rote Ndao, I Wayan Wiradarma, (tengah) didampingi Kasi Intelejen, Angga Ferdian dan Kasi Pidsus Toni Aji Kurniawan saat memberi keterangan terkait penahanan DEF, Jumat (5/11). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Jaksa Tahan Penjabat Kades Tolama Atas Dugaan Penyelewengan Dana Desa


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Kejaksaan Negeri (Kejari) Rote Ndao menahan Penjabat Kepala Desa (Pj Kades) Tolama, Kecamatan Rote Barat Laut, David E Fioh (DEF) Jumat siang (5/11). Saat ini, DEF dittipkan di rumah tahanan (rutan) Polres Rote Ndao.

DEF merupakan Pj Kades Tolama, Kecamatan Rote Barat Laut, pada tahun 2016. Dan penahanan tersebut dilakukan setelah sebelumnya pihak Kejari Rote Ndao menetapkan DEF sebagai tersangka dengan menerbitkan surat penetapan tersangka yang teregister dengan Nomor: Tap-01/N.3.23/Fd.2/09/2021, tanggal 9 September 2021.

“Pada hari ini, Jumat (5/11), kami melakukan penahanan terhadap DEF, selaku penjabat Kepala Desa Tolama, Kecamatan Rote Barat Laut, tahun anggaran 2016,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Rote Ndao, I Wayan Wiradarma, saat menggelar jumpa pers di ruang Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Kantor Kejari Rote Ndao, Jumat (5/11).

Menurutnya, penahan terhadap Pj Kades tersebut, disebutnya dilakukan berdasarkan tiga dasar hukum. Wayan menyebutkan, tiga dasar hukum itu yakni termasuk surat penetapan tersangka, berikut dua surat lainnya. Yakni, surat perintah penyidikan Kajari Rote Ndao Nomor: Print-01/N.3.23/Fd.2/08/2021, tanggal 9 Agustus 2021 dan surat perintah penahanan Kajari, Nomor: Print-01/N.3.23/Fd.2/11/2021, tanggal 5 November 2021.

Penahanan DEF, kata Kajari Wiradarma, dilakukan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi, penyimpangan pengelolaan keuangan desa. Dengan sumber keuangan yang disebutnya adalah Alokasi Dana Desa (ADD) dan juga Dana Desa (DD) tahun anggaran 2016.

Terhadap dugaan penyelewengan tersebut, DEF, kata Kajari Wiradarma, telah melanggar primair pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang-undang (UU) RI Nomor: 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi yang telah diubah dengan UU RI Nomor: 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, subsidiair pasal 3 jo pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, yang telah diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Ri nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Potensi kerugian negara atau keuangan daerah, lebih kurang sebesar Rp 283.314.238,” kata Kajari Wiradarma, yang saat itu didampingi oleh Kepala Seksi (Kasi) Intelejen Kejari, Angga Ferdian dan Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Toni Aji Kurniawan.

Dengan penahanan DEF, kata Kajari, sekaligus membuka lembaran tahanan terhadap Kades yang ditahan oleh Kejaksaan. Dan walau belum berpotensi terhadap terhadap calon tersangka lain dalam kasus yang sama, namun Kajari Wiradarma, mengatakan, DEF merupakan tahanan pertama yang dilakukan pihaknya.
“Pada tahun 2021 ini, kami baru yang pertama kali menahan Pj Kades Tolama,” kata Kajari Wiradarma.

“Untuk sementara, baru DEF yang kami tetapkan sebagai tersangka. Nanti pada fakta persidangan baru bisa mengungkap tersangka lainnya,” sambungnya.

Pantau TIMEX, sebelum DEF digiring ke Rutan Polres Rote Ndao, dirinya menjalani pemeriksaan kesehatan. Hasilnya DEF, dalam kondisi sehat, begitu juga tidak terkonfirmasi positif/bebas Covid-19, yang diketahui melalui rapid tes yang dilakukan oleh tim Tenaga Kesehatan (Nakes), sesaat sebelum DEF, diangkut menggunakan mobil tahanan Kejari Rote Ndao. (mg32)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top