Bank NTT Bawa Angin Segar untuk Petani Jagung di Matim | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bank NTT Bawa Angin Segar untuk Petani Jagung di Matim


SOSIALISASI. Kegiatan sosialiasi pembiayaan Ekosistem Pertanian di Balai Desa Compang Ndejing, Selasa (9/11). Sosialisasi ini dihadiri Bupati Matim, Agas Andreas, Kadis Pertanian, Yohanes Sentis, Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT, Paulus Stefen Messakh, Kepala Bank NTT cabang Borong, Nurchalis Tahir, dan Kepala Bank NTT cabang Ruteng, Rommy Radja Langu. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bank NTT Bawa Angin Segar untuk Petani Jagung di Matim


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Bank Pembangunan Daerah (BPD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) atau Bank NTT membawa kabar baik juga angin segar bagi upaya peningkatan produksi pangan di Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Bagaimana tidak. Bank NTT menyatakan siap membantu membiayai usaha budidaya jagung tanpa bunga. Hal ini boleh dikata menjadi kabar baik bagi para petani di Kabupaten Matim. Bank NTT menjanjikan siap membantu petani berupa penyaluran dana Kredit Merdeka. Tentu modal dari Bank NTT, para petani bisa membeli bahan dan perlengkapan bercocok tanam. Mulai dari pembelian bibit atau benih, pupuk, biaya penggarapan hingga panen. Pemasaran juga disiapkan.

“Fasilitas kreditnya itu nanti, Bank NTT menggunakan skim kredit mikro merdeka. Disitu ada perhitungan proyeksi kebutuhan dana dengan hitungan tepat,” ujar Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT, Paulus Stefen Messakh kepada TIMEX usai kegiatan Sosialisasi Pembiayaan Ekosistem Pertanian di Balai Desa Compang Ndejing, Kecamatan Borong, Selasa (9/11) siang.

Stefen mengatakan, pihak Bank NTT tidak menggunakan skim Kredit Usaha Rakyat (KUR). Karena untuk sementara Bank NTT tidak diberi kewenangan untuk pembiayaan menggunkan dana KUR. Namun khusus untuk pengadaan alat dan mesin pertanian (Alsintan), bank akan biayai dengan skim kredit investasi.

Hal itu, kata Stefen, dilaksanakan manakala setelah pihaknya melihat, jika usaha budidaya jagung bisa dijalankan dengan bagus. Disini Bank NTT sudah siap membiayai. Ini sekaligus untuk menjawab apa yang telah dikonsepkan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL), terkait bagaimana meningkatkan sektor pertanian di NTT. Termasuk petani jagung di Kabupaten Matim.

“Pembiayaan ekosistem pertanian itu, akan melibatkan banyak pihak. Baik instansi terkait di Pemda Matim, dan juga off taker. Disini dengan sistem pembiayaan mulai dari hulu sampai hilir. Kerja sama pemerintah dan Bank NTT, juga sudah disiapkan off taker yang akan membeli seluruh hasil jagung para petani,” kata Stefen.

Menurut Stefen, pembiayaan dari Bank NTT itu bertujuan memberdayakan petani. Usaha pertanian bisa-bisa mandek, karena terkendala pembiayaan. Inilah tugas Bank NTT. Bagaimana melihat dan menangkap peluang untuk bersama pemerintah menjawab semua persoalan yang terjadi di masyarakat, khususnya petani.

Stefen menegaskan, kegiatan sosiliasi itu digelar dengan tujuan agar petani bisa memahami dan memperoleh akses modal usaha dari Bank NTT. Sehingga dia meminta kepada para petani yang hadir, agar proaktif mengikuti kegiatan tersebut. Supaya paham secara teknis terkait hitungan pembiayaan ekosistem pertanian melalui kredit yang ada.

“Selama ini kita biaya petani, tapi pemasaranya tidak ada. Kapasibilingnya disini tidak dilaksanakan. Makanya ekosistem pertanian itu dibangun, karena disitu ada Dinas Pertanian dan offteker. Ada tiga manfaat pembiayan dari Bank NTT, penyediaan bibit dan pupuk, juga biaya kerja,” katanya.

Sementara Bupati Matim, Agas Andreas yang hadir dalam kegiatan sosialisasi itu mengatakan, program pembiayaan ekosistem pertanian ini, sesuai dengan visi Matim. Yakni kabupaten ternak karena memiliki potensi. Kata Bupati Agas, sangat perlu dilakukan, tanam jangung panen sapi. Karena selain tanam jagung lebih mudah, juga berkesinambungan dengan ternak.

“Kabupaten Matim memiliki potensi besar untuk tanam jagung. Seperti di wilayah Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Lamba Leda Utara, Borong, dan Rana Mese. Dengan hitungan hasil  7 ton per hektare, itu jika sistem budidayanya menggunakan teknologi organik,” kata Bupati Agas.

Bupati Agas menyatakan, jika petani kesulitan modal, Pemkab Matim tentu akan memberi kemudahan melalui kerja sama dengan perbankan. Seperti Bank NTT, untuk memberikan kredit usaha tanpa bunga. Begitu juga terkait dengan kesulitan dalam penjualan hasil.

“Sekang petani manfaatkan bantuan biaya dari Bank NTT. Ini angin segar untuk petani. Apalagi Pemerintah dan Bank NTT, saat ini sudah menyediakan pembeli atau off taker. Harga juga sudah disepakati. Jagung itu dibeli dengan harga minimal Rp 3.200 per kg. Jika harga pasar diatas harga itu, maka akan disesuaikan oleh offtaker,” bilang Bupati Agas.

Bupati Agas menambahkan, modal pinjaman Bank NTT demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Sehingga petani juga diminta bisa menjaga kepercayaan yang baik. Bukan soal uang, karena uang itu akibat. Sehingga penting itu jaga kepercayaan. Dikasih modal, tentu karena dipercaya. Jika sekali tidak dipercaya, maka apapun yang diinginkan, pasti tidak dipercaya lagi.

Kades Compang Ndejing, Ahmad Jabur, kepada TIMEX menjelaskan, peserta yang hadir dalam sosilisasi itu, tidak saja petani dari wilayah desanya. Namun juga ada sejumlah petani yang tergabung dalam kelompok tani dari desa tetangga, seperti Desa Watu Mori dan Desa Lidi. Kedua desa ini masuk wilayah Kecamatan Rana Mese.

Ahmad Jabur menyebutkan, total kelompok tani yang ada di wilayah desanya sebanyak 12 kelompok. Setiap kelompok itu, jumlah anggotanya bervariasi antara 20-25 orang. Luas lahan pertanian sekira 650 hektare. Sementara lahan yang siap untuk tanam jagung, lebih kurang 350 hektar.

Jumlah lahan yang telah bersertifikat, sebanyak 500 bidang tanah. Total penduduk di desa itu sebanyak 598 kepala keluarga (KK). Mayoritas atau 85 persen berprofesi sebagai petani. Menariknya, semua petani di wilayah itu memiliki lahan kebun.

Khusus petani di Desa Compang Ndejing, kata Ahmad, sangat merespon baik bantuan modal dari Bank NTT. “Bagi kami, ini program istimewa. Kami merespon dengan baik. Saat ini masih banyak lahan kebun milik petani di Desa Compang Ndejing yang belum ditanam jagung. Pada hal sudah mulai musim hujan. Kendala belum bisa tanam, itu karena kesulitan dapat benih atau bibit. Petani juga senang karena pemasaran jagung, sudah disiapkan,” kata Jabur.

Terpantau, kegiatan sosialiasi itu dihadiri Kepala Bank NTT Cabang Borong, Nurchalis Tahir, Kepala Bank NTT Cabang Ruteng, Rommy Radja Langu, Kepala Dinas Pertanian Matim, Yohanes Sentis, Kepala Desa Watu Mori, petugas penyuluh, staf dinas Pertanian, pegawai Bank NTT dari cabang Borong dan kantor pusat, dan para petani sebagai peserta sosialiasi. (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top