Bantu Alat Tangkap, Ini Wujud Perhatian Bupati Rote untuk 30 Kelompok Nelayan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Bantu Alat Tangkap, Ini Wujud Perhatian Bupati Rote untuk 30 Kelompok Nelayan


BANTUAN. Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu didampingi Wabup Stef Saek menyerahkan bantuan mesin outboard 40 horse power disaksikan para penerima bantuan. Tampak Kabag Umum, Handryan Bessie (kanan), Selasa (9/11). (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Bantu Alat Tangkap, Ini Wujud Perhatian Bupati Rote untuk 30 Kelompok Nelayan


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Sebanyak 30 kelompok nelayan di Kabupaten Rote Ndao mendapat bantuan dari Pemerintah setempat. Bantuan sarana perikanan atau alat tangkap ikan itu berupa Gillnet 2,5 inchi dan mesin outboard 40 horse power

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, saat penyerahan di kantor bupati, Selasa (9/11), menyebutkan, setiap kelompok akan dibantu 4 piece gillnet. Totalnya 120 piece, dengan penyebaran kelompok di semua kecamatan di Rote Ndao. Ada juga 2 unit mesin outboard, yang dibantu kepada dua nelayan secara perorangan.

Saat menyerahkan bantuan tersebut, Bupati Paulina Haning mengingatkan para penerima untuk tidak menggunakan bahan peledak ketika menangkap ikan. Sebab, selain akan merusak habitat laut, juga berdampak hukum kepada nelayan itu sendiri.

“Kami pemerintah kasih/bantu agar dipergunakan dengan baik. Bukan malah menangkap ikan dengan menggunakan bom,” kata Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, Selasa (9/11). Hadir saat itu Wakil Bupati (Wabup), Stefanus M. Saek, dan Kepala Dinas Perikanan, Jusup B. Messakh.

“Kalau tertangkap gunakan bom maka pasti masuk penjara. Dan ikan hasil bom tidak baik untuk kesehatan. Karena kita harus makan ikan yang segar, bukan ikan yang dibom. Jadi kalau pakai bom berarti sudah merusak terumbu karang,” tambahnya kemudian menyerahkan kepada salah satu penerima bantuan.

Sebelum menyerahkan, Bupati Paulina, juga meminta untuk ditunjukan kepemilikan kartu vaksinasi. Dan ternyata, masih terdapat beberapa penerima yang tidak bisa menunjukan karena belum menjalaninya.

Dirinya kemudian mengingatkan warganya yang belum divaksin untuk segera melakukan vaksinasi di fasilitas kesehatan. Dikatakanya, pemerintah tak akan mentolelir warga yang belum divaksin, dengan membatalkan bantuan yang akan diterimanya, kecuali ada alasan kesehatan lainnya.

“Semua harus vaksin, karena saat ini masih boleh diberi bantuan, tetapi kedepan sudah tidak bisa karena akan dicabut jika tidak mau vaksin. Kecuali memang tidak bisa divaksin dan harus diterangkan alasanya oleh pihak yang berwenang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan, Jusup B. Messakh, menyampaikan penyebaran kelompok penerima di masing-masing wilayah kecamatanya. Dengan sumber anggaran yang digunakan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, Jusuf, juga menyebut nilai anggaran untuk membelanjakan bantuan tersebut.

“Sumbernya dari APBD kita/Rote Ndao tahun ini. Dengan jenis kegiatan untuk sarana perikanan yang dianggarkan dana senilai Rp. 240 juta,” kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Rote Ndao, Jusuf B. Messakh, kepada TIMEX. (mg32)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top