Hakim Vonis Mantan Kades Naekake B 6 Tahun Penjara, Bendahara 4 Tahun | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Hakim Vonis Mantan Kades Naekake B 6 Tahun Penjara, Bendahara 4 Tahun


Kajari TTU, Roberth Jimmy Lambila. (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Hakim Vonis Mantan Kades Naekake B 6 Tahun Penjara, Bendahara 4 Tahun


Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Naekake B

KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang memvonis mantan Kepala Desa Naekake B, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Hermenegildus Tob dengan hukuman penjara selama enam tahun. Sedangkan Bendahara Desa Naekake B, Milikheor Tob divonis 4 tahun. Keduanya dinyatakan terbukti bersalah mengelola dana desa di wilayah setempat selama satu periode kepemimpinan, periode 2015 – 2021.

Sidang putusan atas perkara korupsi pengelolaan dana desa di Desa Naikake B, Kecamatan Mutis tersebut berlangsung, Senin (8/11).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) TTU, Roberth Jimmy Lambila kepada TIMEX, Senin (8/11) mengatakan, penanganan perkara korupsi pengelolaan dana desa di Desa Naekake B, akhirnya sampai tahap putusan. Artinya kasus ini telah mendapatkan kepastian hukum.

Kajari Robert menyatakan, majelis hakim dalam keputusannya menyatakan terdakwa Hermenegildus Tob, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Dakwaan Primair Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain pidana penjara selama enam tahun, hakim juga menjatuhkan denda kepada terdakwa sebesar Rp 150 juta subsidiair empat bulan kurungan.

“Terdakwa wajib membayar uang pengganti sebesar Rp 1.767.558.438,59,- dikurangkan sepenuhnya dengan uang sitaan sejumlah Rp 297.757.000 sehingga sisa uang pengganti yang harus dibayarkan terdakwa sebesar Rp 1.469.801.438,59,” ungkap Roberth.

Mengenai uang pengganti kerugian keuangan negara, Roberth menyebutkan, tim penyidik Kejaksaan akan memperhitungkan nilai harta benda milik terdakwa yang telah disita untuk mengurangkan jumlah pembayaran uang pengganti.

Adapun harta benda yang berhasil disita penyidik Kejari TTU, yakni uang pecahan 5 Dolar Amerika sebanyak 2 lembar, pecahan 10 Dolar Amerika sebanyak 11 lembar, pecahan 20 Dolar Amerika sebanyak 3 lembar, satu unit dump truk mitsubishi nomor polisi DH 8010 DD.

Ada juga harta benda milik terdakwa Hermenegildus yang ikut disita penyidik Kejari TTU, yakni satu unit light truck bak kayu warna kuning Nomor Polisi DH 9577 KA, dua unit mesin cetak batako, dan satu unit mesin molen pengaduk semen.

Menurut Roberth, barang bukti yang ditetapkan Majelis Hakim diantaranya, uang tunai senilai Rp 7.500.000, bersama harta benda milik terdakwa Hermenegildus Tob yang sudah disita penyidik tersebut dirampas untuk negara dan diperhitungkan sebagai pengganti kerugian keuangan negara.

“Apabila dalam waktu satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan tetap, terdakwa tidak membayar kerugian negara maka harta benda terdakwa dapat disita oleh Jaksa yang selanjutnya dilakukan lelang untuk menutupi uang pengganti tersebut. Namun apabila terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka diganti dengan pidana penjara selama satu tahun enam bulan,” jelasnya.

Sementara itu, untuk terdakwa Milikheor Tob, Majelis Hakim menyatakan yang bersangkutan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Dakwaan Primair Pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 Undang-Undang RI No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI No. 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Dikatakan, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana kepada terdakwa Milikheor Tob, dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda sebesar Rp 100 juta subsidiair empat bulan kurungan.

“Majelis Hakim juga menetapkan barang bukti nomor urut 1 sampai nomor urut 180 dikembalikan kepada Penuntut Umum untuk dipergunakan dalam perkara atas nama terdakwa Hermenegildus Tob,” jelasnya. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top