Jaksa Tuntut Gubernur Sulsel (Nonaktif) 6 Tahun Penjara, Nurdin Abdullah: Doakan Saja Ya… | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jaksa Tuntut Gubernur Sulsel (Nonaktif) 6 Tahun Penjara, Nurdin Abdullah: Doakan Saja Ya…


Gubernur Sulel (nonaktif) Nurdin Abdullah di gedung KPK, Jakarta, Minggu (28/2/2021) dini hari. Nurdin dituntut JPU hukuman penjara 6 tahun. (FOTO: Dery Ridwansah/JawaPos.com)

PERISTIWA/CRIME

Jaksa Tuntut Gubernur Sulsel (Nonaktif) 6 Tahun Penjara, Nurdin Abdullah: Doakan Saja Ya…


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Proses hukum Gubernur Sulawesi Selatan (nonaktif), Nurdin Abdullah memasuki babak baru. Terdakwa kasus suap dan gratifikasi dari sejumlah kontraktor itu dituntut hukuman penjara enam tahun, Senin (15/11). Nurdin juga dituntut membayar denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan penjara.

Tuntutan itu dibacakan jaksa penuntut umum (JPU) KPK secara virtual. Nurdin mendengarkan tuntutan tersebut dari ruang pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK. Sementara itu, jaksa membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Makassar. ”Terdakwa Nurdin Abdullah telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi,” kata jaksa KPK Zaenal Abidin.

Dalam perkara itu, jaksa juga menuntut Nurdin membayar uang pengganti sebesar Rp 3 miliar. Juga, meminta hakim untuk mencabut hak politik Nurdin selama lima tahun.

BACA JUGA: KPK Perpanjang Penahanan Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah

Jaksa menilai mantan Bupati Bantaeng itu terbukti melanggar dakwaan pertama. Yakni, pasal 12 huruf a UU Pemberantasan Tipikor juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto pasal 64 ayat (1) KUHP.

Dalam analisis yuridis, jaksa menyebut unsur penerimaan uang oleh Nurdin dari kontraktor Agung Sucipto sejumlah SGD 150 ribu telah terbukti. Hubungan antara Nurdin dan Agung sudah berlangsung lama. Bahkan saat Nurdin masih menjabat Bupati Bantaeng. Hubungan tersebut berlanjut sampai Nurdin menjadi Gubernur Sulsel untuk periode 2018–2023.

Jaksa menyebut uang dari Agung itu berkaitan dengan sejumlah proyek infrastruktur yang digarap PT Agung Perdana Bulukumba dan PT Cahaya Sepang Bulukumba. Perusahaan milik Agung yang bergerak di bidang konstruksi tersebut juga kerap mendapat ”jatah” proyek di Bantaeng atau ketika Nurdin masih menjabat bupati. ”Doakan saja, ya,” tutur Nurdin Abdullah singkat sembari masuk ke mobil tahanan. (tyo/c6/ttg/JPG)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top