Pemkab Sarai Rencana Bangun Perguruan Tinggi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pemkab Sarai Rencana Bangun Perguruan Tinggi


DI KEMENDIKBUDRISTEK. Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke bersama Kepala Dinas PPO Sarai, Leddy Tallo saat melakukan pertemuan dengan pejabat di Kemendikbudristek baru-baru ini. (FOTO: ISTIMEWA)

PENDIDIKAN

Pemkab Sarai Rencana Bangun Perguruan Tinggi


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sabu Raijua sangat menginginkan adanya sebuah perguruan tinggi di daerah itu. Pasalnya, selama ini lulusan SMA/SMK di Sabu lebih banyak memilih melanjutkan pendidikan ke Kupang maupun ke daerah lain di Indonesia.

Memang, selama ini telah dilakukan kerja sama dengan Politeknik Pertanian (Politani) Negeri Kupang untuk membuka program pendidikan di luar domisili untuk jenjang diploma dua (D2). “Namun, saat ini program itu telah ditutup karena mengharuskan pemerintah daerah melakukan kerja sama dengan lembaga pendidikan yang telah berakreditasi A, sementara Politani Kupang statusnya masih Akreditasi B,” ungkap Bupati Sabu Raijua, Drs. Nikodemus N. Rihi Heke, M.Si kepada TIMEX di Kupang, Senin (15/11).

Bupati Rihi Heke mengungkapkan, niatnya itu telah ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Kemendikbudristek, baru-baru ini. Bupati Sabu Raijua diterima Direktur Pengembangan Kelembagaan Pendidikan Tinggi. Ia didampingi Kadis PPO Kabupaten Sabu Raijua, Ny. Leddy Tallo dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XV NTT, Prof. Dr. Mangadas Lumban Gaol, M.Si., Ph.D, dan Ir. Ridwan, M.Sc.

Menurut Bupati Nick Rihi Heke, kerja sama dengan Politani Kupang dalam program pendidikan di luar domisili telah terhenti karena Politani belum terakreditasi A. Padahal, Pemkab Sabu Raijua ingin akan kerja sama ini dilanjutkan ke jenjang D-3 bahkan D-4. “Kita berupaya agar perguruan tinggi ini tetap ada karena kita sudah menyekolahkan aparat kita sebanyak 17 orang ke jenjang S-2, dan ini kita harus manfaatkan,” ujarnya.

Dalam pembicaraan dengan pihak kementerian, lanjut Bupati Nick Rihi Heke, saat ini pembukaan perguruan tinggi negeri (PTN) telah dihentikan sehingga sulit untuk membangun PTN di Sabu Raijua. Solusinya, kata Bupati Rihi Heke, kementerian menyarankan bekerjasama dengan yayasan untuk membangun perguruan tinggi berupa akademi maupun institute.

“Oleh karena itu, dari dua pilihan ini kita sementara bahas untuk memilih yang mana, sehingga tahun depan sudah bisa menerima calon mahasiswa. Untuk program studi, kita siapkan program studi yang memang cocok dan sesuai dengan potensi yang ada di Sabu Raijua,” katanya.

Sementara Kepala Dinas PPO Kabupaten Sabu Raijua, Ny. Leddy Tallo yang dihubungi terpisah menjelaskan, untuk menampung lulusan SMA/SMK di daerah itu, sangat urgen dibangun sebuah lembaga pendidikan ringgi di Sabu Raijua. Apalagi Sabu Raijua merupakan kabupaten 3T. Sehingga sudah ada rencana untuk membangun institut.

“Tapi ini baru rencana, nanti kami akan matangkan mana yang lebih cocok dan kementerian menyarankan agar ada perguruan tinggi pembina. Dan itu tidak sulit, karena banyak perguruan tinggi yang bisa kita minta bantuan,” terangnya.

Selama ini, lanjut Leddy, mahasiswa yang mengikuti program D-2 dengan Politani kesulitan melamar pekerjaan karena hanya sampai ke jenjang D-2. Melihat hal itu, membuat Pemkab Sabu Raijua merencakan pembangunan lembaga pendidikan tinggi di daerah itu. “Kita memang ada rencana untuk mebangun program S-1. Kasihan anak-anak yang lulus D-2 tapi tidak diterima saat mendaftar mengikuti tes CPNSD,” ujarnya.

Selanjutnya Bupati Sabu Raijua mendatangi Badan Perpustakaan Nasional. Menurut Bupati Nick Rihi Heke, selama ini banyak yang menganggap jika perustakaan itu hal yang sepele atau tidak terlalu penting. Padahal, kata bupati dua periode ini, perpustakaan sangat menentukan maju mundurnya sebuah daerah, karena banyak literasi yang harus dikerjakan. “Untuk itu perpustakaan harus hadir di Sabu Raijua,” tegasnya.

Bupati Nick Rihi Heke mengaku, selama ini kunjungan ke perpustakaan sangat minim, karena memang belum ada perpustakaan yang tersedia. Namun demikian, di sejumlah kecamatan di Sabu sudah tersedia taman-taman bacaan yang sering dikunjungi masyarakat. “Dari situ kita bisa melihat bahwa minat baca masyarakat sangat tinggi, hanya karena fasilitasnya tidak ada, koleksi bacaan kurang. Kalau ada perustakaan semua bisa berjalan bagus. Untuk itu kami minta perpustakaan,” ucapnya.

Bak gayung bersambut, setelah berdialog dengan pejabat di Badan Perpusataan Nasional, lembaga itu menyanggupi untuk mengalokasikan dana sekitar Rp10 miliar untuk Kabupaten Sabu Raijua dan menyediakan mobil dan motor perpustakaan keliling di tahun 2022 mendatang.

“Kami berterima kasih kepada Perpustakaan Nasional karena mereka menjawab dan meresponsnya secara positif permintaan kami dan dalam program tahun 2022 bisa membantu Sabu Raijua dan nilai yang disiapkan mencapai Rp10 miliar. Selain itu akan membantu dengan perpustakaan mobile, dan motor untuk menjangkau daerah yang belum terjangkau,” ungkap Bupati Rihi Heke.

Dengan kunjungannya ke sejumlah kementerian tersebut, Bupati Rihi Heke berharap ada perhatian lebih dari Pemerintah Pusat terhadap Kabupaten Sabu Raijua. Apalagi daerah itu dikategorikan sebagai kabupaten 3T.

“Selama ini memang ada perhatian juga dari pusat dan provinsi. Dengan kunjungan kita, kami berharap ada perhatian lebih apalagi Kabupaten Sabu Raijua terdampak badai Seroja parah di NTT,” pungkas Bupati Rihi Heke. (*/yl)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top