BK DPRD TTU Verifikasi Pengaduan Pelapor Dugaan Chat Mesum Pimpinan Dewan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

BK DPRD TTU Verifikasi Pengaduan Pelapor Dugaan Chat Mesum Pimpinan Dewan


LAPORAN POLISI. Korban BT saat mengadukan pimpinan DPRD TTU, Agustinus Tulasi kepada Polres TTU, Jumat (5/11). (FOTO: PETRUS USBOKO/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

BK DPRD TTU Verifikasi Pengaduan Pelapor Dugaan Chat Mesum Pimpinan Dewan


KEFAMENANU, TIMEXKUPANG.com-Badan Kehormatan (BK) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) telah memverifikasi berkas pengaduan dari dua staf pada Kantor Kesekretariatan DPRD TTU, atas kasus dugaan chat mesum oleh Wakil Ketua DPRD TTU, Agustinus Tulasi terhadap dua korban.

Pengaduan kedua korban tersebut baru sampai pada tahapan verifikasi berkas lantaran ketika awal mengadu, berkas yang diajukan masih kurang atau belum lengkap.

“Kita baru sampai pada tahapan verifikasi berkas karena pengaduan awal kedua korban itu berkasnya belum lengkap sehingga kedua korban baru menyempurnakan berkas pengaduan itu dan diserahkan ke BK DPRD TTU pada 17 November 2021,” ungkap Ketua BK DPRD TTU, Arif Takan kepada TIMEX, Kamis (18/11).

Arif menambahkan, ada beberapa tahapan yang harus dilalui BK DPRD TTU dalam menindaklanjuti setiap laporan pengaduan. Misalnya tahapan verifikasi berkas, penyidikan, dan evaluasi.

Untuk itu, lanjutnya, BK DPRD TTU baru selesai melakukan verifikasi atas berkas pengaduan dari kedua korban chat mesum, dan baru akan masuk pada tahap selanjutnya yakni tahapan penyidikan.

“Ditahapan penyidikan ini, BK akan panggil kedua pelapor, terlapor dan saksi untuk dimintai keterangan terkait sebab akibat dari peristiwa itu untuk kemudian diteliti oleh BK untuk lanjut ke tahapan selanjutnya,” ujarnya.

BACA JUGA: Lakmas Desak BK DPRD TTU Usut Dugaan Chat Mesum Terhadap 2 Staf Setwan

Arif memastikan, kasus pengaduan kedua staf Sekretariat DPRD TTU tersebut akan diproses secara terbuka dan profesional tanpa adanya tendensi apapun, meskipun terlapornya itu pimpinan DPRD TTU sendiri.

Untuk itu, kata Arif, pihaknya akan memberikan kepastian akan kasus tersebut kepada kedua pelapor dan publik berdasarkan sejumlah bukti yang akan diperoleh pada saat penyidikan. “Kita akan bekerja secara profesional, saya pastikan proses terhadap kasus ini akan sampai tuntas tanpa adanya tendensi apapun,” tegasnya.

Sebelumnya, Lembaga Anti Kekerasan Masyarakat Sipil (Lakmas) Cendana Wangi NTT, mendesak BK DPRD TTU untuk segera mengusut tuntas kasus dugaan pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh salah satu pimpinan DPRD TTU terhadap dua stafnya di Sekretariat DPRD TTU.

Lakmas mendesak hal tersebut lantaran apa yang diduga dilakukan pimpinan DPRD TTU terhadap dua orang staf Setwan tersebut terjadi saat melaksanakan tugas kedinasan di Bali. Hal itu tentu mencoreng nama baik lembaga wakil rakyat yang dipercayakan oleh rakyat untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat.

“Badan Kehormatan (BK) DPRD TTU harus segera mengusut tuntas pimpinan DPRD TTU yang sementara melaksanakan tugas kedinasan yang diduga mabuk dan melakukan pelecehan seksual atas staf sekretariat DPRD TTU,” tegas Viktor Manbait dalam keterangan tertulisnya, Senin (15/11).

Viktor menegaskan, pimpinan DPRD seharusnya menjadi teladan. Pasalnya kode etik melekat dan mengikat setiap anggota DPRD dalam tugas maupun dalam sikap keseharian. Sayangnya, apa yang dipertontonkan oleh salah satu pimpinan DPRD TTU tersebut sangat miris dan bertentangan dengan kode etik DPRD sehingga perlu mendapatkan sanksi tegas. (mg26)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top