Dari Saksi Jadi Tersangka, Kejari Sikka Tahan 2 Orang Kasus Pengadaan Trafo di RSUD TC Hillers | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Dari Saksi Jadi Tersangka, Kejari Sikka Tahan 2 Orang Kasus Pengadaan Trafo di RSUD TC Hillers


BEBER DUGAAN KORUPSI. Kajari Sikka, Fahmi SH menggelar konfrensi pers terkait penangkapan dua tersangka kasus pengadaan trafo di RSU TC Hillers Maumere, Kamis (18/11). (FOTO: KAREL PANDU/TIMEX)

PERISTIWA/CRIME

Dari Saksi Jadi Tersangka, Kejari Sikka Tahan 2 Orang Kasus Pengadaan Trafo di RSUD TC Hillers


MAUMERE, TIMEXKUPANG.com-Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sikka menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan trafo RSUD dr. TC Hillers Maumere, yakni AD dan PL. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa penyidik Kejari Sikka, dan didukung dengan dua alat bukti yang sah, Senin (15/11).

“Status AD dan PL yang awalnya sebagai saksi, ditetapkan sebagai tersangka dan pada saat itu langsung diterbitkan surat penahanan kedua orang tersebut,” jelas Kasie Pidsus Kejari Sikka, Nur Badhi SH, saat konferensi pers, di aula kantor Kejari Sikka, Kamis (18/11).

Kedua tersangka kemudian ditahan selama 20 hari, terhitung sejak Senin (15/11) hingga 4 Desember 2021 nanti.

Nur Badhi menjelaskan, berdasarkan hasil audit kasus dugaan korupsi pengadaan trafo di RSUD TC Hillers Maumere, ditemukan kerugian negara sebesar Rp 890.300.264.

Nur Badhi juga mengaku bahwa perkara tersebut masih dalam proses pengembangan dan pihak Kejari Sikka tetap berkomitmen untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Ditanya terkait keberadaan PL, Kepala Kejari, Fahmi SH, tidak menyebutkannya karena menurutnya meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka, tetap dilindungi haknya.

Fahmi menyebutkan bahwa dalam kasus tersebut PL bertindak sebagai penghubung dalam dugaan korupsi pengadaan trafo RSUD TC. Hillers Maumere yang mengakibatkan kerugian negara hingga ratusan juta tersebut.

“Peran PL dalam kasus ini sebagai penghubung dan ditemukan adanya alat bukti sehingga ia ditahan” jelas Fahmi.

Tahan di Dua Lokasi Berbeda

Tersangka AD dan PL ternyata tidak ditahan di satu lokasi yang sama. Kedua menjalani penahanan selama 20 hari di dua tempat berbeda.

AD, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pengadaan Trafo Listrik RSUD TC Hillers Maumere, ditahan Senin (15/11) di Kota Maumere. Sementara PL yang diketahui sebagai penghubung dalam kasus tersebut, ditahan di salah satu tempat di luar Sikka.

Kajari Fahmi juga tidak menyebutkan detail dimana lokasi penangkapannya. “Yang jelas PL ditangkap di luar Maumere, hanya saja kami tidak bisa menyebutkan lokasi, ini materi perkara, tersangka harus kita lindungi, harus tetap kita hargai,” ujar Fahmi.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Kejari Sikka menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus pengadaan trafo RSUD TC. Hillers Maumere yaitu AD dan PL, Senin (15/11).

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa penyidik Kejari dan didukung dua alat bukti.
“Oleh karena itu, status AD dan PL yang awalnya sebagai saksi, kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung diterbitkan surat penahanan” ungkap Fahmi.

Kasie Pidsus Nur Badhi pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa AD dan PL, ditangkap pada dua lokasi yang berbeda. “Keduanya kami tangkap pada dua lokasi yang berbeda ” jelas Kasie Pidsus Kejaksaan Negeri Sikka, saat menggelar Konperensi Pers, Kamis (18/11) di Aula Kejaksaan Negeri Sikka. (Kr5)

Komentar

Berita lainnya PERISTIWA/CRIME

Populer

To Top