Jalur Watu Cie-Deno Belum PHO, PPK: Tunggu Pembersihan Material Longsor | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Jalur Watu Cie-Deno Belum PHO, PPK: Tunggu Pembersihan Material Longsor


PANTAU TITIK LONGSOR. PPK Ibrahim M. Mapawa dan Konsultan Pengawas, Fransiskus X. Candra saat memantau kondisi tanah longsor di sejumlah titik ruas jalan Watu Cie-Deno. Gambar diabadikan Rabu (17/11). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Jalur Watu Cie-Deno Belum PHO, PPK: Tunggu Pembersihan Material Longsor


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Manggarai Timur (Matim), menyebabkan longsor di sejumlah titik ruas jalan Watu Cie-Deno, Kecamatan Lamba Leda Selatan. Ruas jalan itu, baru dibangun hotmix dan akan di PHO setelah material longsor tuntas dibersihkan.

Terpantau TIMEX, Rabu (17/1) siang, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Ibrahim M. Mapawa dan Konsultan Pengawas Fransiskus X. Candra memantau langsung kondisi bangunan jalan hotmix tersebut. Ditemukan ada sekira belasan titik longsor di sepanjang ruas jalan itu. Di sejumlah titik, material tanah dan batu menutup bangunan drainase.

Tidak cuma itu. Material longsor dari sisi selatan ruas jalan tersebut juga merusak bangunan tembok pengaman tanah (TPT). Pada titik tertentu, material longsor juga menutup sebagian badan jalan. Pihak kontraktor pelaksana telah berusaha membersihkan material longsor yang menutup sebagian badan jalan di beberapa titik dengan alat berat.

Dari pantauan media ini, kondisi bagunan hotmix sendiri, tidak mengalami kerusakan. Namun longsor itu terjadi selain karena hujan, juga karena kondisi tanah yang labil.

“Progres pekerjaan paket hotmix jalan Watu Cie-Deno sudah mencapai 98,783 persen per 14 November 2021 lalu. Kontraknya sampai 9 Desember 2021,” ujar PPK Ibrahim saat ditemui TIMEX di lokasi ruas jalan Watu Cie-Deno, Rabu (17/11).

BACA JUGA: Jalan Watu Cie-Deno Terancam Putus, Ini Harapan Warga

Menurut Ibrahim, pihaknya akan melakukan serah terima atau PHO setelah pekerjaannya 100 persen. Dimana, salah satu kegiatanya itu pembersihan material longsor. Juga perbaikan bangunan TPT yang rusak. Namun diyakini, kontraktor pelaksana PT Menara Pratama bisa tuntaskan sebelum masa kontrak berakhir.

“Pekerjaan paket hotmix ini, belum dilakukan PHO. Sehingga kegiatan pembersihan material longsor dan bangun kembali TPT itu masih tanggungan kontraktor. Kalau untuk bangunan hotmix sendiri, sudah selesai. Tinggal sekarang, bersihkan material longsor dan bangun kembali TPT yang rusak karena dihantam material longsor,” bilang Ibrahim.

Ibrahim menjelaskan, paket proyek hotmix ruas jalan Watu Cie-Deno, menelan biaya sebesar Rp 10,9 miliar. Bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2021. Volume pekerjaanya 4,3 kilometer (KM), dengan konsultan pengawasnya, CV Mentari.

Dikatakan, selain bangun hotmix, TPT, dan saluran drainase, dalam paket proyek itu juga ada pekerjaan pelebaran dan membangun sejumlah deker. Kepada kontraktor pelaksana melalui petugas lapangan, Ibrahim meminta agar sisa material tanah di badan jalan, menjadi perhatian utama untuk dibersihkan. Biar tidak mengganggu pengguna jalan ketika melintas.

Salah satu pengguna jalan, Sipri Pang, yang ditemui TIMEX mengatakan, saat curah hujan tinggi, jalur Watu Cie-Deno sering terjadi longsor. Hal itu karena struktur tanah yang labil. Sehingga pengguna jalan yang hendak melintas, selalu waspada. Bencana longsor yang terjadi saat  ini bukanlah peristiwa yang baru.

“Jalur ini memang rawan longsor. Bukan karena adanya pelebaran jalan. Struktur tanahnya memang labil. Kalau saja tidak dikasih lebar, ruas jalan Watu Cie-Deno ini sempit. Bersyukur sekarang, kondisi jalannya mulus karena sudah dihotmix. Apalagi lengkap dengan bangunan drainasenya,” ungkap Sipri (Krf3)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top