PLN NTT Raih IKM nilai 91,4 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

PLN NTT Raih IKM nilai 91,4


PRESTASI. Tampak para pejabat PLN pose bersama Sekjen ISSF di Ende belum lama ini.(IST).

Advetorial

PLN NTT Raih IKM nilai 91,4


KUPANG, TIMEXKUPANG.com – Kepemimpinan Agustinus Jatmiko sebagai General Manager PT. PLN (persero) Unit Induk Wilayah NTT terus mengukir prestasi menggembirakan bagi institusi PT. PLN (persero) di wilayah Provinsi NTT. Buktinya indeks kepuasan masyarakat (IKM) NTT terhadap mutu pelayanan PLN NTT khususnya kegiatan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) hingga beberapa waktu belakangan mendapat nilai 91,4 dengan kategori Kategori Sangat Penting (A) dan IKM tingkat Kinerja mendapatkan nilai 88,13 dengan kategori Baik (B).

Prestasi ini mencuat dalam hasil evaluasi oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah NTT bekerjasama dengan Forum Keberlanjutan Sosial Indonesia (Indonesian Social Sustainability Forum/ISSF) dalam rangka Evaluasi Implementasi Program TOSS (Teknologi Olah Sampah di Sumbernya) Ende pada tanggal 21 sampai dengan 23 September 2021 lalu.

General Manager (GM) PT. PLN (persero) Unit Induk Wilayah (UIW) NTT,Agustinus Jatmiko dalam press release yang diterima Timor Exporess kemarin (16/11) siang mengakui PLN UIW NTT telah menyalurkan dana program TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) tahun 2020 sebesar Rp. 480.555.000. Total dana ini untuk membiayai kegiatan pelatihan pembuatan pellet, pembangunan shelter TOSS dan peralatan pengolahan sampah menjadi pellet.

“Untuk mengukur kinerja dan dampak dari program tersebut, tahun 2021 ini tim ISSF melakukan pengukuran dan perhitungan SROI (Social Return On Investment) dan IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat).

Program TOSS sendiri merupakan salah satu inovasi Bupati Ende dengan semboyan “Dari Ende Flores untuk Indonesia” dalam pengelolaan dan pengolahan sampah organik (biomassa) menjadi pellet untuk bahan bakar energi kerakyatan dan co-firing PLTU Ropa, sedangkan pengelolaan dan pengolahan sampah anorganik dilakukan oleh ACIL (Anak Cinta Lingkungan) Ende menjadi beberapa produk seperti paving blok, meja tamu, sofa, dan beberapa produk kreatif lainnya,” jelas Jatmiko. l

Menurut Jatmiko, Program TOSS Ende dalam implementasinya telah mendorong meningkatnya sirkuler ekonomi masyarakat dari lahirnya UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) pengelolaan sampah menjadi pellet sehingga tercipta lapangan kerja baru di masyarakat yang berdampak pada meningkatnya kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat. Hal ini kata Agustinus, mendukung tujuan pembangunan nasional berkelanjutan yang dicanangkan pemerintah yang biasa disebut Sustainable Development Goals (SDGs).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal ISSF, Nurul Iman, menjelaskan kehadirannya bersama tim di Ende untuk mengevaluasi pengelolaan sampah menjadi energi dengan istilah TOSS yang merupakan bagian dari implementasi program CSV (Creating Share Value) yang sudah dilaksanakan PLN tahun 2020.

“Kami melakukan kunjungan lapangan kepada pemangku kepentingan terkait program TOSS terutama penerima manfaat seperti SMK Negeri 2 Ende, DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kabupaten Ende, masyarakat pembuat pellet dan pengguna pellet, organisasi ACIL Ende, Keuskupan Agung Ende, PLTU Ropa, dan BUMDes Keliwumbu serta kelompok pengrajin tembikar yang memproduksi kompor pellet dari tanah liat di Desa Wolotolo Kabupaten Ende,”jelasnya.

Diakui dari hasil pengamatan dan diskusi dengan penerima manfaat, diperoleh informasi yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi bagi kami dalam mengevaluasi program yang telah dilaksanakan dengan dua pendekatan yaitu SROI dan IKM sekaligus memberikan masukan konstruktif untuk peluang-peluang perbaikan dari program yang telah dilaksanakan.”Kami sangat berharap masukan tersebut dapat dilaksanakan oleh PLN bersama pemangku kepentingannya sehingga keberlanjutan program terus dilaksanakan dan lebih bermanfaat diwaktu yang akan datang,”katanya.

Dijelaskan pula dari pengukuran dampak social (Social Return on Investment/SROI) yang sudah dilakukan selama ini diperoleh hasil, Rp.480.555.000. Dana dimaksud yang disalurkan untuk program TOSS pada Tahun 2020 Nilai SROI nya Rp.1,096. “Artinya setiap 1 (satu) Rupiah yang dikeluarkan oleh PLN telah menghasilkan dampak positif Rp.1,096,”jelas Nurul Iman.

Adapun hasil pengukuran ISSF tentang Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) pada kategori Tingkat Kepentingan untuk TJSL PLN di lokasi tersebut dari 14 Indikator yang diukur mendapatkan Nilai 91,4 dengan Kategori Sangat Penting (A), IKM tingkat Kinerja mendapatkan nilai 88,13 dengan kategori Baik (B). “Kegiatan ini memberikan dampak yang positif bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi sehingga bisa menumbuhkan potensi-potensi yang selama ini belum terangkat dan meningkatkan ekonomi warga yang terlibat dalam kegiatan TOSS”,katanya.

“Program pengelolaan sampah menjadi pellet yang sedang dilaksanakan saat ini di Ende merupakan sebuah program yang sangat baik karena telah menciptakan mata rantai pengelolaannya dari pengumpulan sampah sampai dengan pemanfaatan pellet menjadi energi kerakyatan maupun co-firing PLTU Ropa di Ende, dan juga menggandeng beberapa stakeholder kunci seperti pimpinan daerah dan tokoh agama,”tambahnya.

Dia berharap, hal-hal baik yang sudah dilakukan perlu direplikasi oleh daerah lain karena manfaat program ini selain menjadi solusikan permasalahan sampah dan juga menjadi solusi masalah energi yang sudah menjadi permasalahan daerah, nasional bahkan dunia. (ogi)

Baca Selengkapnya
Rekomendasi untuk anda ...
Komentar

Berita lainnya Advetorial

Populer

To Top