UU Cipta Kerja Diyakini Bantu Pemerintah Turunkan Kemiskinan Ekstrem | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

UU Cipta Kerja Diyakini Bantu Pemerintah Turunkan Kemiskinan Ekstrem


Menko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (FOTO: ISTIMEWA)

NASIONAL

UU Cipta Kerja Diyakini Bantu Pemerintah Turunkan Kemiskinan Ekstrem


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah menargetkan penurunan angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada 2024. Melalui strategi jangka pendek, pemerintah menyalurkan tambahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa dan Program Kartu Sembako hingga akhir tahun.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah memandang Indonesia berpeluang untuk mencapai target tersebut meski pandemi Covid-19 masih berlangsung.

“Saya kira kalau kita tidak mengalami pandemi Covid-19 target itu bisa dicapai dengan mudah. Tapi dengan kondisi saat ini, kebijakan yang kesinambungan menjadi syarat pemerintah untuk mencapai target. Melalui kombinasi bansos dan percepatan ekonomi, jadi BLT dan program bansos lainnya harus diperpanjang,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (19/11).

Menurutnya, langkah strategis lainnya yang harus pemerintah tindaklanjuti, yakni segera implementasi Undang-undang Cipta Kerja. Ia menyebut aturan ini bisa menjadi kombinasi solusi yang konkret untuk menghapus kemiskinan ekstrem.

BACA JUGA: Bupati Epy Tahun Optimis Atasi Kemiskinan Ekstrem di TTS

BACA JUGA: Atasi Kemiskinan Ekstrem di NTT, Warpres Minta Sinergikan Program Pusat dan Daerah

“Karena aturan ini membangun sinergitas dan kesinambungan berbagai sektor, sehingga dapat meningkatkan investasi, produksi ekonomi yang pada akhirnya berdampak pada lapangan kerja, peningkatan PDB nasional dan kemiskinan dapat turun. Maka, ini bisa menjadi resep agar masyarakat naik kelas,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, untuk mendukung upaya pengentasan kemiskinan ekstrem pemerintah akan menyalurkan tambahan BLT Desa kepada 694 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) sebesar Rp300 ribu selama 3 bulan.

Selain itu, kata Menko Perekonomian ini, pemerintah juga akan memberikan tambahan untuk program Kartu Sembako dengan jumlah sasaran sekitar 1,4 juta KPM.

“Program Kartu Sembako yang di-top up juga Rp300 ribu x 3 bulan. Jumlahnya nanti menurut Ibu Mensos sekitar 1,4 juta (KPM), dan akan dilaksanakan akhir atau awal Desember,”pungkas Airlangga. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

Populer

To Top