Kota Kupang Turun PPKM Level I, Wawali Sebut karena Masyarakat Disiplin | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kota Kupang Turun PPKM Level I, Wawali Sebut karena Masyarakat Disiplin


Wawali Kupang, dr. Hermanus Man saat diwawancari di ruang kerjanya, Rabu (24/11). (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kota Kupang Turun PPKM Level I, Wawali Sebut karena Masyarakat Disiplin


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang resmi menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM ) Level I di Kota Kupang, terhitung mulai 24 November hingga dua minggu ke depan.

Wakil Wali Kota (Wawali) Kupang, dr. Hermanus Man, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Rabu (24/11) menyebutkan, turunnya status penerapan PPKM level I di Kota Kupang, tentunya tak lepas dari kedisiplinan semua pihak termasuk warga masyarakat Kota Kupang sendiri dalam menjalankan protokol kesehatan (Prokes).

“Karena ada dua kategori atau indikator yang dipakai untuk penurunan status level PPKM di suatu daerah, yaitu perkembangan kasus Covid-19 yang menurun dari waktu ke waktu, dan kasus tertinggi di suatu kelurahan, dimana hanya ada tiga kasus,” ungkapnya.

Selain itu, kata dr. Herman Man, capaian vaksinasi di Kota Kupang juga sudah sangat baik. Dimana capaian vaksinasi dosis pertama mencapai 85 persen, dan dosis kedua mencapai 61,29 persen.

“Saya berharap sampai dengan Desember nanti capaian vaksinasi khusus dosis kedua bisa mencapai 70 persen sehingga Kota Kupang bisa dikatakan telah terbentuk herd immunity,” harapnya.

Menurut Herman Man, yang berbeda dari PPKM level I, yaitu semua kegiatan di dalam ruangan tetap dibatasi hanya 50 persen, tetapi untuk kegiatan ibadah diberikan ruang dengan kapasitas 75 persen. Selain itu, aktivitas ekonomi diberikan kesempatan sampai pukul 22.00 Wita. Khusus untuk acara pesta, juga diberikan tambahan kapasitas tamu undangan hingga 75 persen, tetapi harus diingat bahwa tidak ada kegiatan makan di tempat atau prasmanan.

Kondisi ini, kata Herman Man, akan terus dipantau Pemkot Kupang. Jika nantinya pada 20 Desember mendatang, sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri, bahwa semua daerah wajib menerapkan PPKM level III, maka akan disesuaikan.

“Jadi saya minta agar masyarakat jangan protes dengan kebijakan ini, karena semua kebijakan dan keputusan yang diambil pemerintah semuanya bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat,” terangnya. “Kita tidak melarang orang untuk beribadah tetapi yang diatur adalah kerumunan pada saat beribadah,” tambahnya.

Herman meyakini lembaga keagamaan tentunya sangat mendukung kebijakan pemerintah ini, karena selama hampir dua tahun terakhir, gereja telah melakukan ibadah dengan sangat disiplin dan pelaksanaannya tetap patuh prokes.

Data kasus Covid-19 di Kota Kupang sampai dengan Selasa (23/11), pasien yang masih dirawat sebanyak 21 orang. Yang melakukan isolasi di rumah sakit sebanyak 13 pasien dan melakukan isolasi mandiri 8 orang.

Sementara total kasus Covid-19 di Kota Kupang hingga pekan ini mencapai 15.443 orang. Pasien sembuh sebanyak 15.089 orang. Dari 51 kelurahan di Kota Kupang, 12 kelurahan diantaranya masih kategori zona kuning atau jumlah kasus aktif di bawah 5 kasus. Sementara kelurahan lainnya masuk kategori zona hijau atau tidak ada kasus aktif. (mg25)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top