Gubernur Beri Tambahan Waktu 10 Hari, Pemkot-DPRD Kota Kupang Mulai Sidang Bahas APBD 2022 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gubernur Beri Tambahan Waktu 10 Hari, Pemkot-DPRD Kota Kupang Mulai Sidang Bahas APBD 2022


SIDANG I. Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore (kiri) saat membacakan Rancangan KUA-PPAS APBD Kota Kupang tahun 2022 saat Sidang I di Kantor DPRD Kota Kupang, Kamis (25/11). (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

PEMERINTAHAN

Gubernur Beri Tambahan Waktu 10 Hari, Pemkot-DPRD Kota Kupang Mulai Sidang Bahas APBD 2022


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Setelah melalui perdebatan, akhirnya Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang bersama DPRD memulai agenda persidangan anggaran murni tahun 2022. Persidangan dimulai pada Kamis (25/11), dengan agenda penjelasan Wali Kota, Jefri Riwu Kore terhadap Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS). Sidang yang dipimpin Ketua DPRD, Yeskiel Loudoe dan para wakil juga dihadiri Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man.

Sidang ini dilakukan setelah DPRD Kota Kupang bersama Pemkot berkonsultasi dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) untuk meminta tambahan waktu persidangan. Dan akhirnya Gubernur VBL menyetujui permintaan itu, dan menambahkan waktu 10 hari bagi Pemkot dan DPRD Kota Kupang membahas APBD 2022.

Setelah mendapat persetujuan tambahan waktu persidangan pembahasan APBD murni 2022, DPRD Kota Kupang langsung menggelar rapat Badan Musyawarah (Bamus), pada Rabu (24/11) untuk menetapkan jadwal sidang. Karena waktu efektif rapat itu terbatas, DPRD Kota Kupang meminta Pemkot untuk tidak keluar daerah dan fokus pada persidangan.

Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe meminta para pimpinan OPD untuk tidak keluar daerah dan fokus bersidang. Wali Kota sendiri, sebut Yeskiel, sudah menyatakan komitmen untuk tidak keluar daerah selama persidangan.

“Ini untuk kepentingan masyarakat, jadi Wali Kota juga menyatakan komitmen untuk tidak keluar daerah. Dengan waktu yang mepet ini, kami akan bekerja semaksimal mungkin, siang dan malam untuk menyelesaikan sidang itu,” janjinya.

Sementara itu, Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore pada pembukaan sidang, Kamis (25/11) menjelaskan bahwa pada KUA PPAS tahun 2022, perhitungan APBD 2022 mencapai Rp 1.107.398.000.000 lebih. Pendapatan daerah tersebut, kata Jefri, berkurang dari tahun 2021 sebesar Rp 25 miliar lebih atau berkurang 2,2 persen dari total pendapatan tahun 2021 sebesar Rp 1.132.652.000.000 lebih.

Masih menurut Jefri, untuk belanja daerah tahun 2022 dianggarkan senilai Rp 1.128.994.000.000 lebih. Jumlah ini berkurang sekira Rp 47 miliar lebih atau berkurang 4,0 persen belanja daerah tahun 2021 sebesar Rp 1,176 triliun lebih.

Dari total APBD tahun 2022 tersebut, Jefri Riwu Kore merinci, untuk belanja operasi dialokasikan sebesar Rp 966 miliar lebih, belanja modal Rp 152 miliar lebih, dan belanja transfer sebesar Rp 3,462 miliar lebih.

Dengan demikian, lanjut Jefri, porsi belanja operasi mencapai 85,57 persen, belanja modal 13,54 persen, belanja transfer 0,31 persen, dan belanja tak terduga 0,59 persen.

Sehubungan dengan pokok kebijakan tersebut, tambah Jefri, bersama ini Pemerintah menyampaikan rencana nota kesepakatan tentang rancangan KUA PPAS APBD Kota Kupang Tahun Anggaran 2022, untuk selanjutnya dapat dibahas oleh DPRD dalam masa sidang 1 ini. (mg25)

Komentar

Berita lainnya PEMERINTAHAN

Populer

To Top