Hadiri Acara Paritrana Award 2021, Wagub NTT Haruskan Perusahan Ikut Program Jamsostek | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Hadiri Acara Paritrana Award 2021, Wagub NTT Haruskan Perusahan Ikut Program Jamsostek


SAMBUTAN. Wagub NTT, Josef Nae Soi memberi sambutan pada acara pemberian Paritrana Award 2021, bertempat di Aston Hotel Kupang, Senin (29/11). (FOTO: Dok. BPJamsostek)

BISNIS

Hadiri Acara Paritrana Award 2021, Wagub NTT Haruskan Perusahan Ikut Program Jamsostek


KUPANG-Badan Penyelenggara Jamian Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar acara pemberian penghargaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Paritrana Award tahun 2021, bertempat di Aston Hotel Kupang, Senin (29/11). Acara yang dimulai pukul 09.00 WITA hingga selesai itu dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Drs. Josef Nae Soi, MM, Sekda, dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dari enam kabupaten di wilayah NTT.

Turut hadir dalam acara itu juga, perwakilan atau PIC dari setiap perusahaan skala besar, menengah, dan kecil mikro sebanyak 62 perusahaan. Selain itu, hadir perwakilan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan perwakilan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI).

Sebagaimana diketahui, BPJS Ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja Indonesia. Hal ini diatur dalam Undang Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan Undang Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial, meliputi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan Cabang NTT menggelar Paritrana Award 2021. Kegiatan ini dibuat dengan tujuan meningkatkan peran Pemerintah Provinsi (Pempro), Kabupaten/Kota (Pemkab/Pemkot), dalam meningkatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan ketenagakerjaan, dan meningkatkan citra positif pemerintah karena masyarakat merasakan kehadiran negara bagi pekerja Indonesia.

Wagub NTT, Josef Nae Soi saat memberi sambutan dalam acara itu mengatakan, sudah seharusnya perusahaan dapat mengikuti program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, dan tidak ditunda-tunda. Tidak perlu menunggu berbulan-bulan untuk mendaftar, jika bisa segera didaftarkan pekerja di seluruh perusahaan.

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan NTT, Christian Natanael Sianturi (kanan) foto bersama penerima Paritrana Award 2021. (FOTO: Dok. BPJamsostek)

“Rugi bagi tenaga kerja maupun perusahaan yang tidak mengikutsertakan tenaga kerjanya pada jaminan sosial ketenagakerjaan. Karena kita tidak mengetahui kapan kita meninggal, sementara BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen mengcover jaminan kematian bagi seluruh tenaga kerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.” tutur Josef Nae Soi.

Berikut Ini Pemenang Tiap Kategori Paritrana Award 2021:

1. Bank NTT (Skala Besar)
2. PT. Putra Timor Sentosa (Skala Menengah)
3. CV Subur Jaya (Skala kecil/mikro)
4. Koperasi Kredit Swasti Sari (Kategori Perusahaan dengan Penambahan Tenaga Kerja Terbanyak)
5. PT. Timor Otsuki Mutiara (Kategori Perusahaan Tertib Iuran)
6. Pemkot Kupang (Kategori Pemerintah Kota/Kabupaten)

Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan NTT, Christian Natanael Sianturi mengatakan, Paritrana Award ini mendorong BPJS Ketenagakerjaan untuk dapat meningkatkan kepesertaan melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek).

Program Jamsostek itu, sebut Christian, meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).

Christian berharap ada perwakilan dari wilayah NTT yang sukses menjadi juara nasional pada Paritrana Award Tahun 2021 tingkat nasional.

“Jika pekerja belum didaftarkan di BPJS Ketenagakerjaan, ketika pekerja mengalami kecelakaan kerja maka sepenuhnya menjadi tanggung jawab perusahaan. Hal itu pasti dapat mengganggu keberlangsungan operasional perusahaan. Maka, kami imbau agar seluruh tenaga kerja dapat didaftarkan program BPJS Ketenagakerjaan oleh perusahaan,” imbau Christian Natanael Sianturi dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/11).

Christian kembelai menegaskan bahwa koordinasi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah daerah diikuti kesadaran yang tinggi dari pemberi kerja atau perusahaan dan pekerja bahwa mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan tidak lagi sebagai kewajiban, tetapi menjadi kebutuhan. (*/aln)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

Populer

To Top