972 Siswa SMAK Giovanni Ujian Online di Sekolah, Romo Stefanus: Komit Pertahankan Mutu | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

972 Siswa SMAK Giovanni Ujian Online di Sekolah, Romo Stefanus: Komit Pertahankan Mutu


UJIAN ONLINE. Ketua Panitia Ujian Akhir Semester Ganjil Tahun 2021/2022, sekaligus Wakasek Kurikulum SMAK Giovanni Kupang, Yoram Enggelina Koy saat memantau para siswa mengikuti ujian online di salah satu ruang kelas SMAK Giovanni Kupang, Senin (29/11). (FOTO: IMRAN LIARIAN/TIMEX)

PENDIDIKAN

972 Siswa SMAK Giovanni Ujian Online di Sekolah, Romo Stefanus: Komit Pertahankan Mutu


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Giovanni Kupang melaksanakan ujian online semester ganjil tahun 2021 dari sekolah. Ujian Online ini berlangsung lebih kurang selama sepekan, mulai Senin (29/11) hingga 7 Desember 2021.

Jumlah peserta ujian sebanyak 972 orang, terdiri siswa kelas X, XI, dan kelas XII. Teknis pelaksanaan ujian online dari sekolah ini dengan kapasitas 50 persen yang terbagi dalam dua sesi. Sesi pagi sekira pukul 07.15 Wita hingga pukul 10.45 Wita, dan sesi siang mulai pukul 11.30 Wita hingga pukul 14.45 Wita.

Kepala SMAK Giovanni Kupang, Romo Stefanus Mau, Pr kepada TIMEX saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/7) menjelaskan, pelaksanaan ujian online di sekolah merupakan salah satu bentuk tanggung jawab dan komitmen sekolah untuk mempertahankan mutu atau kualitas pembelajaran.

“Kemurnian hasil ujian dan paling penting adalah kejujuran siswa-siswi dalam menyelesaikan ujian. Lebih baik ia dapat nilai 0 dari hasil kerja sendiri ketimbang dapat nilai 100 tapi hasil nyontek atau bantuan orang lain. Siswa-siswi harus dididik, belajar untuk jujur sedari ia belajar di bangku pendidikan,” ungkapnya.

Romo Stef menjelaskan, ujian online dari sekolah dan siswa ada di sekolah ini diawasi guru pengawas dengan tujuan mengukur ketercapaian nilai tiap mata pelajaran sebagai gambaran kemampuan setiap siswa dan juga sebagai pembanding siswa uji online dari rumah dan dari sekolah.

Romo Stef Mau menyebutkan, SMAK Giovanni membuat Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sekolah dengan nilai 75. Namun sejak Juli 2020, sekolah menetapkan nilai yang harus dicapai para siswa untuk setiap mata pelajaran adalah 80.

Pihak sekolah minta setiap siswa harus membuat target untuk mencapai nilai di atas 80 dengan mengikuti proses di kelas, mengikuti penilaian, dan mengembalikan setiap tugas yang diberikan guru mata pelajaran.

Tentunya siswa-siswi yang sering alpa, tidak mengikuti penilaian dan tidak mengembalikan tugas akan mengalami kesulitan, tidak mencapai nilai 80.00. Apalagi di atas nilai 80.00. Dengan penetapan nilai paling rendah 80.00 pihak sekolah bersama guru memperbaiki dan meningkatkan mutu proses di kelas.

“Sekolah utamakan adalah mutu atau kualitas. Nilai yang ada dalam raport harus benar menggambarkan kualitas bukan nilai hadiah dari guru atau nilai belas kasih. Pihak sekolah juga tetap menekankan Karakter. Siswa-siswi harus jujur dalam menyelesaikan ujian,” tegasnya.

Untuk itu, kata Romo Stef, mengapa pelaksanaan ujian online dari sekolah, tujuannya untuk mengukur perbandingan antara ujian online di rumah dan siswa melaksanakan ujian online di sekolah.

Semuanya itu bertujuan pada peningkatan mutu sekaligus mengevaluasi sejauh mana hasil yang dicapai para siswa dengan adanya pembesaran tatap muka terbatas pada 26 September 2021 hingga 27 November 2021. “Kita fokus pada evaluasi yang berdampak pada mutu,” ujarnya.

Menurutnya, jika pelaksanaan ujian online dari rumah itu ada banyak kemungkinan siswa-siswi dibantu oleh orang tua, guru les, teman ataupun menggunakan bantuan google. Artinya ada banyak faktor siswa-siswi akan mencari banyak informasi untuk mendapatkan jawaban dari soal yang diberikan.  Karena itu, sambung Romo Stef, pada pembelajaran tahun 2021/2022, pihak sekolah menetapkan pada pelaksanaan ujian akhir semester ganjil tahun 2021 dilaksanakan secara online dari sekolah. Artinya siswa mengikuti ujian online itu berada di sekolah dan diawasi oleh para guru disetiap kelas.

“Kita tidak mendatangkan siswa-siswi sekaligus, melainkan dibagi dua sesi yakni sesi pertama kapasitas siswa 50 persen dan sesi kedua pun 50 persen,” jelasnya.

Pelaksanaan ujian online semester dari sekolah ini, demikian Romo Stef, juga mendapat dukungan 100 persen dari para orang tua.

Kepercayaan orang tua terhadap sekolah sangat tinggi, karena selama pembelajaran tatap muka terbatas dengan jumlah siswa dari kelas X, XI, dan kelas XII sebanyak 972 orang itu tidak ada satu pun siswa yang positif Covid-19.

“Ini karena penerapan protokol kesehatan yang dijalankan pihak sekolah sangat baik sehingga tidak ada siswa-siswi yang terkena virus korona. Saya berharap pelaksanaan ujian online ini dapat berjalan dengan baik dan bisa mendatangkan hasil yang baik pula,” harapnya.

Sementara Ketua Panitia Ujian Akhir Semester Ganjil Tahun 2021/2022, sekaligus Wakasek Kurikulum SMAK Giovanni Kupang, Yoram Enggelina Koy, S.Pd, M.PKim, menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian online ini terbagi dalam 30 rombongan belajar (Rombel). Para peserta dibagi dalam dua sesi, yakni sesi pagi dan siang. Dalam setiap sesi, para peserta mengikuti dua mata pelajaran. Setiap mata pelajaran durasi waktunya 90 menit, dengan satu guru pengawas untuk setiap rombel. “Satu kelas itu hanya diisi 15 sampai 17 orang dengan duduk berjarak,” pungkasnya. (mg22)

Komentar

Berita lainnya PENDIDIKAN

Populer

To Top