Deklarasi Pencalonan Ketum Kadin NTT 2021-2026, Bobby Lianto: Ini Satu Panggilan Bagi Saya | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Deklarasi Pencalonan Ketum Kadin NTT 2021-2026, Bobby Lianto: Ini Satu Panggilan Bagi Saya


SATU TEKAD. Bobby Lianto bersama para senior, pengurus Kadin kabupaten/kota foto bersama saat deklrasi pencalonan sebagai Ketua Umum Kadin NTT di depan Chapel Subasuka Resto, Jl. Timor Raya, Kelurahan Pasir Panjang, Senin (29/11) malam. (FOTO: ISTIMEWA)

BISNIS

Deklarasi Pencalonan Ketum Kadin NTT 2021-2026, Bobby Lianto: Ini Satu Panggilan Bagi Saya


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Pengusaha muda Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto, MM, MBA menyatakan maju untuk merebut Ketua Umum Kamar Dagang Industri Indonesia (Kadin) Provinsi NTT periode 2021-2026 yang akan menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) pada 20 Desember 2021 nanti.

Pernyataan ini disampaikan Bobby saat deklarasi pencalonan dirinya di Subasuka Resto Kupang, Senin (29/11/2021) malam. Hadiri sejumlah senior Kadin, pengurus Kadin kabupaten/kota, dan para pendukung sosok pebisnis yang pernah menjadi Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) NTT. Piagam deklarasi untuk pencalonan Bobby Lianto dibacakan salah satu pengurus Kadin, Usack Benu.

Salah satu senior Kadin NTT, Mohammad Ansor yang hadir saat deklarasi Senin (29/11) malam menyatakan, Kadin merupakan rumah besar bagi pengusaha NTT. Dan sudah saatnya Kadin NTT dipimpin anak muda yang inovatif seperti Bobby Lianto.

Menurut Ansor, sejumlah Ketua Kadin di Indonesia juga kini dipimpin anak muda, sehingga saat ini merupakan saat yang tepat Kadin dipimpin sosok milenial. Apalagi, kata Ansor, Bobby merupakan pengusaha muda yang rajin keliling NTT, sehingga pasti dirinya sudah mengetahui apa yang harus dibuat untuk NTT ke depan melalui Kadin.

“Saya lama mengenal Bobby Lianto, dan saya sangat respek. Beliau pernah maju menjadi calon Ketua HIPMI, meski kalah, tapi saya yang pertama menyatakan dukungan. Saya lihat visinya bagus untuk Kadin ke depan,” ungkap politikus Partai Golkar yang juga anggota DPRD NTT ini.

Jalan Bobby menuju Ketua Kadin NTT sepertinya bakal mulus. Ini karena Ketua Kadin NTT saat ini, Ir. Abraham Paul Liyanto telah dua periode memimpin organisasi pengusaha itu. Paul bahkan telah menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pengurus dan senior Kadin yang telah bersamanya menjalankan roda organisasi selama memimpin.

Paul berharap agar kepengurusan Kadin NTT yang baru ke depan bisa merangkul seluruh pelaku usaha yang ada, lebih akomodatif dan menjadi mitra pemerintah daerah yang baik.

Terpanggil

Sementara itu, Bobby Lianto saat menyampaikan pernyataan maju dalam pencalonan Ketua Kadin NTT mengatakan, dirinya sudah mendatangi hampir seluruh kabupaten/kota di NTT.

“Setiap tahun saya selalu keliling ke sana. Saya pergi dari kota ke kota, kecamatan bahkan sampai ke desa-desa dan pelosok. Dan saya bertemu para pekaku ekonomi, pengusaha di sana, anggota Kadin dan juga sahabat-sahabat saya. Dan saya melihat betapa NTT itu kaya. NTT itu memiliki kekuatan kekayaan alam yang berbeda-beda. Kita tahu bahwa di seluruh NTT dari kota ke kota memiliki kekhasan sumber daya yang berbeda, budaya, adat, bahasa yang berbeda,” ungkapnya.

Bobby menyatakan bahwa, dirinya memilih maju untuk memimpin Kadin NTT dilandasi keterpanggilan. “Ini adalah satu panggilan bagi saya. Saya sampaikan ke beberapa senior, bahwa untuk maju menjadi Ketua Umum Kadin, adalah panggilan saya. Bukan semata-mata hanya untuk menjadi Ketua Umum Kadin, tapi panggilan saya adalah untuk mengalami kebangkitan ekonomi di NTT. Ini panggilan yang mendesak,” cetusnya.

Bobby menegaskan bahwa, selama berkeliling ke berbagai daerah di NTT, dirinya menemukan bahwa NTT punya semua potensi dan komplit. Bobby pun akhirnya menyadari dan percaya bahwa NTT sebenarnya merupakan raksasa yang sedang tidur.

“Kita belum dapat mengelolanya (Potensi/Kekayaan, Red) secara baik. Kenapa, karena yang pertama adalah kita masih bekerja dengan sendiri-sendiri. Kita masih kurang dalam penerapan teknologi, juga kita kurang infrastruktur. Dengan kemajun teknologi, harusnya hari ini kita bekerjasama, berkolaborasi, bergandengan tangan. Maka saya percaya, kita akan menjadi NTT yang mengalami kebangkitan ekonomi,” tegasnya.

Bobby juga mengaku bahwa dirinya terpanggil untuk memimpin Kadin karena ia punya visi, bagaimana dimasa kepemimpinannya nanti, jika dipercaya, lahir entrepreneur-entrepreneur baru NTT. Ini tekad Bobby yang pertama.

“Saya rasa ini harus menjadi panggilan kita semua pengurus Kadin di sini maupun di daerah-daerah. Kita tahu bahwa bonus demografi di 2030 ke atas, kita akan mendapatkan angkatan kerja yang banyak. Ini bisa menjadi berkat bagi kita, namun jika tak di-manage secara baik, bisa membawa petaka. Jika generasi yang ada sekarang tidak dipersiapkan baik, tidak memiliki daya saing yang tinggi, dan terpenting kurangnya entepreneur, maka kini saatya kita mencarikan solusinya. Dan ini yang harus ditangani oleh Kadin NTT,” ungkap Bobby penuh semangat.

Bobby mengungkapkan, di masa perjuangan meraih kemerdekaan, yang dihadapi adalah penjajah dalam arti yang sebenarnya, yakni manusia dengan manusia, yang datang untuk menjajah. Namun tidak lagi sekarang. Penjajah itu datang dalam wujud kemiskinan. Perpecahan di daerah. “Kalau hari ini kita mau jadi pahlawan bagi bangsa kita, maka jadilah pahlawan-pahlawan ekonomi,” ajaknya.

Hal kedua, kata Bobby, sebagai wadah organisasi para pengusaha, maka tugas utama Kadin adalah menaikkan level pengusaha-pengusaha. “Gelar diklat agar pengusaha kita lebih berkompeten. Sebelas tahun yang lalu, saat saya menjadi Ketua REI termuda di Indonesia, yakni 28 tahun, saat itu anggota kita hanya belasan. Dan yang aktif hanya enam atau tujuh. Kami berpikir, bagaimana caranya melahirkan pengusaha baru. Kami gelar diklat pertama, dan pesertanya 50an orang. Waktu kami lakukan, beberapa senior menentang kami. Mereka berkata, jika lahir pengusaha baru, maka jatah dari yang seharusnya didapat akan terbagi,” beber Bobby.

Ternyata Bobby tak sejalan dengan pemikiran para senior kala itu. Dia justru berpikir terbalik. Kalau tidak lahirkan pengusaha-pengusaha baru, maka suatu hari developer-developer besar dari luar yang akan datang, dan developer orang NTT hanya mendapat sub kontraktor saja.

“Maka saya memberanikan diri. Hari ini, dari 50 orang peserta diklat itu, 48 orang diantaranya menjdi member REI NTT. Sekarang jumlahnya bertambah jadi 86 orang, dan sudah bayak perumahan. Kami melahirkan pengusaha-pengusaha baru. Developer bukan sebuah pekerjaan baru lagi. Kami bersaing sehat, bahkan kami buat pameran ramai-ramai,” sebut Bobby bangga.

Poin ketiga, lanjut Bobby, harus ada forum komuniksi yang baik. Keempat, harus bisa bekerjasama, berkolaborasi bersinergi, dan melakukan konsorsium-konsorsium untuk membangun NTT. “Kita tahu bahwa NTT ini provinsi kepulauan dan untuk menghubungkannya, butuh alat transportasi. Kami tidak ada background orang kapal, tapi apa yang dilakukan? Kita buat konsorsium, cari orang yang mengerti, lalu kita sama-sama belajar selama lima tahun, lalu kita jalan. Ini adalah satu metode, sebuah kerja sama yang baik. Ada transfer knowledge, selanjutnya kita bisa melakukannya sendiri di daerah ini,” tuturnya.

Hal lain yang menjadi tekad Bobby, jika dipercaya memimpin Kadin NTT, adalah persiapkan website khusus Kadin. Misalnya www.kadin-ntt.com. Website ini dibuat dengan tujuan menayangkan seluruh potensi NTT.

“Kita mau jualan NTT, sehingga kita akan buka menu. Daerah dan potensi apa yang ada di sana sehingga memudahkan investor mencari lahan dan peluang. Kita persiapkan menunya secara baik sehingga ketika investor itu datang mereka sudah tahu menu mana yang terbaik,” jelasnya. (aln)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

Populer

To Top