Kasus Baru HIV di Indonesia Tertinggi di Asia-Pasifik | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kasus Baru HIV di Indonesia Tertinggi di Asia-Pasifik


ILUSTRASI. HIV-AIDS. (FOTO: Pixabay/JawaPos.com)

NASIONAL

Kasus Baru HIV di Indonesia Tertinggi di Asia-Pasifik


JAKARTA, TIMEXKUPANG.com-Kasus HIV di Indonesia menjadi perhatian pada peringatan Hari AIDS Sedunia, hari ini (1/12). Pasalnya, jumlah kasus barunya masih tertinggi di Asia-Pasifik. Yakni, mencapai 32.000 kasus pada 2019/2020. Kasus pada ibu rumah tangga dan anak pun masih ada.

Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), pada 2020, di Indonesia diperkirakan ada 543.100 orang dengan HIV. Pada tahun yang sama, 30.100 orang diperkirakan meninggal, tetapi hanya 10.000 kasus yang dilaporkan.

Selanjutnya, proporsi anak usia kurang dari 4 tahun yang mengidap HIV sebesar 4 persen dari jumlah 25.000 orang dengan HIV/AIDS (ODHA) atau sekitar 1.000 anak. Sementara itu, usia 5 hingga 14 tahun 1,3 persen atau 325 anak. Lalu, anak usia 15–19 tahun yang masuk dalam ODHA 7,2 persen atau 1.800 orang. ”Anak usia di bawah 4 tahun biasanya karena penularan ibu dan anak,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi.

Untuk mengendalikan HIV, kata dia, anak harus mengonsumsi ARV. Biasanya, ARV diberikan di rumah sakit. ”Puskesmas belum bisa karena biasa ditangani spesialis anak,” ucapnya.

Sementara itu, ibu rumah tangga yang mengidap HIV positif berjumlah 6.094 orang pada 2020. Jumlah itu dari tes sebanyak 2,4 juta tindakan. ”Yang melakukan pengobatan ARV baru 30 persen saja,” ungkapnya. Dia menjelaskan, saat ini di Indonesia terdapat 2.048 layanan pengobatan dan dukungan perawatan.

Ketua KSM Alergi Imunologi RS Kanker Dharmais dr Haridana Indah SpPD menyatakan, anak mengidap HIV biasanya karena penularan dari ibu yang tidak mengetahui atau tidak memeriksakan penyakitnya. Biasanya, ditemui kondisi radang paru hingga sesak. ”Lalu, dilakukan tes dan positif. Ibunya di-tracing juga positif (HIV),” katanya.

Mengurangi penularan pada anak memang harus melalui ibu. Ibu hamil mesti terdeteksi apakah positif HIV atau tidak. (lyn/c6/fal/JPG)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

Populer

To Top