Putuskan Resign, Petani Milenial Asal TTU Raih Omset Jutaan Rupiah | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Putuskan Resign, Petani Milenial Asal TTU Raih Omset Jutaan Rupiah


PETANI SUKSES. Deryanus Snae, petani milenial asal TTU yang sukses mengembangkan tanaman melon di kebunnya. (FOTO: Dok. SMK-PP Neg. Kupang)

KABAR FLOBAMORATA

Putuskan Resign, Petani Milenial Asal TTU Raih Omset Jutaan Rupiah


KUPANG-Kementerian Pertanian (Kementan) tidak pernah berhenti meyakinkan generasi milenial untuk terjun ke pertanian. Pasalnya, sektor ini sangat menjanjikan. Inilah yang kemudian menginspirasi Deryanus Snae, generasi milenial asal Timor Tengah Utara (TTU) yang memutuskan meninggalkan atau resign dari pekerjaannya sebagai tenaga pendamping desa, dan memulai usaha barunya sebagai petani.

Keputusan ini terbukti tepat, karena Deryanus Snae mampu meraup jutaan rupiah dari hasil usahanya itu.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), menyatakan hidupnya pertanian adalah hidupnya bangsa, termasuk generasi milenial. Ia menambahkan bahwa, petani itu keren.

Ungkapan itu tidak diragukan karena usaha pertanian memang memiliki prospek bagus apabila dikelola dengan memanfaatkan teknologi dan kerja sama.

“Peningkatan profesionalisme, daya saing, harus ditingkatkan. Petani dan kelompok tani jangan hanya bergerak di hulu saja, jangan hanya bergerak di on farm saja. Petani milenal harus mulai masuk ke tahap hilir, tahap pengolahan pasca-panen, sampai ke packaging dan trading,” katanya.

“Justru di sisi pascapanen itulah keuntungan terbesar akan diperoleh. Jika proses pasca-panen dipersiapkan dengan baik, akan memberikan peluang bagi peningkatan kesejahteraan petani,” tambah SYL.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, juga mengimbau seluruh generasi muda untuk tidak malu menjadi petani.

“Sebab siapa sangka, petani di Indonesia bisa menghasilkan keuntungan yang banyak asal dikelola dengan giat dan tekun,” katanya.

Hal inilah yang menjadi motivasi serta prinsip Deryanus Snae, milenial yang memutuskan resign dari pekerjaannya sebagai Pendamping Desa di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan memulai usaha sebagai petani.

Pria berusia 29 tahun itu menjalankan usaha pertaniannya di tanah seluas 2,5 hektare. Awalnya ia menanam tanaman sayuran hingga buah-buahan. Ia pun sukses menanam melon, tomat, dan cabai.

Keberhasilan itu juga didukung ilmu yang ia miliki setelah menempuh pendidikan pertanian di Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang.

Di awal usaha, Deryanus mampu menghasilkan omzet Rp 6 juta sampai Rp10 juta per 3 bulannya. Nominal tersebut terhitung lebih banyak daripada honor yang ia peroleh saat menjadi tenaga pendamping desa.

Demi mengembangkan usaha pertaniannya, Deryanus mulai menggunakan irigasi tetes, sehingga ia tidak perlu lagi menyiram tanamannya secara manual.

Deryanus berharap usaha pertaniannya dapat terus berkembang. Impiannya adalah dapat menggunakan alat-alat mesin pertanian demi menunjang usahanya. (*/aln)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top