Puskesmas Mamba PHO Usai Visitasi Kejaksaan, RSUD Borong Dapat Rp 6,8 M | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Puskesmas Mamba PHO Usai Visitasi Kejaksaan, RSUD Borong Dapat Rp 6,8 M


TUNTAS. Bangunan Puskesmas Mamba di Desa Paanwaru, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Matim yang sudah tuntas dibangun dan telah di-PHO. (FOTO: Ivan for TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Puskesmas Mamba PHO Usai Visitasi Kejaksaan, RSUD Borong Dapat Rp 6,8 M


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Proyek pembangunan Puskesmas Mamba, Desa Paanwaru, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) tuntas sebelum target masa kontrak berakhir. Setelah dilakukan visitasi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Manggarai, bangunanya langsung di PHO atau serah terima.

Hal itu karena dari awal pembangunan Puskesmas tersebut telah dilakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kejari Manggarai. Pembangunan Pusekesmas Mamba menelan biaya Rp 8.990.764.700, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Reguler 2021.

“Pembangunan Puskesmas Mamba ini sudah dilakukan PHO pada Senin (6/12/21). Karena sudah tuntas 100 persen. Sebelum di-PHO, dilakukan visitasi oleh Kejari Manggarai. Selesai sebelum masa akhir kontrak,” jelas Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Salomon Ivan Saka, kepada TIMEX di Borong, Selasa (7/12).

Menurut Ivan, masa kontrak paket pembangunan Puskesmas Mamba adalah 180 hari kelender. Terhitung sejak 2 Juli hingga 28 Desember 2021. Kontraktor pelaksananya, PT Cahaya Putra Sampurna. Hasil pembangunanya juga sudah sesuai rencana dan target. Saat ini, masih dilakukan pembersihan di bagian luar bangunan.

Selain pembangunan gedung Puskesmas, lanjut Ivan, pada lokasi yang sama ada pembangun rumah dinas Puskesmas Mamba. Anggaranya bersumber dari DAK Reguler dengan nilai kontrak Rp 341.988.400. Pembangunan rumah dinas itu, kontraktor pelaksana CV Tuak Mandiri. Progres fisiknya pun sudah 100 persen tuntas. Bahkan rumah dinasnya sudah digunakan, dimana dihuni oleh Bidan Nusantara Sehat.

“Kita berterima kasih karena rekanan, baik untuk pembangunan Puskesmas Mamba dan Rumah Dinas, sudah berjalan dengan baik. Juga selesai sesuai rencana dan target. Selain itu juga kontraktor telah mengerjakan sesuai dengan spesifikasi,” ujar Ivan.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Matim, dr. Tintin Surip, mengatakan tahun 2021 hanya satu Puskesmas yang mendapat alokasi DAK Reguler, yakni Puskesmas Mamba. Pemerintah bersyukur karena pembangunanya sudah tuntas. Namun kata dia, tahun depan untuk Kabupaten Matim, tidak ada alokasi DAK untuk pembangunan puskesmas prototipe.

Padahal, lanjut dr. Tintin, tahun 2022 ada tiga puskesmas yang diusul untuk mendapat alokasi DAK. Masing-masing, pembangunan Puskesmas Mukun di Kecamatan Kota Komba Utara, Puskesmas Kisol di Kecamatan Kota Komba, dan Puskesmas Lebi di Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong.

Dokter Tintin pun berharap, tahun 2023 usulan untuk tiga Puskesmas itu bisa diterima. “Tahun 2022, kita di Kabupaten Matim tidak mendapat alokasi DAK untuk pembangunan puskesmas prototipe. Kita sudah usul, namun belum diakomodir. Kita berharap tiga puskesmas yang diusul itu bisa diakomodir tahun 2023 nanti,” harap dr. Tintin.

Dokter Tintin mengatakan, untuk Matim, sudah dibangun sebanyak 11 Puskesmas prototipe yang diintervensi dengan DAK. Masing-masing, Puskesmas Waelengga, Tilir, Lalang, Ketang, Elar, Pota, Benteng Jawa, Dampek, Watunggong, Mano, dan Puskesmas Mamba.

“Namun ada kabar baik bahwa tahun 2022, Kabupaten Matim mendapat alokasi anggaran untuk bangun tiga bangunan baru di RSUD Borong. Sumber dananya dari DAK Afirmasi sebesar Rp 6.844.102.568,” ungkap dr. Tintin.

Tiga bangunan yang bakal dibangun untuk RSUD Borong, yakni gedung NICU dengan anggaran sebesar Rp 3.041.077.568, gedung PICU sebesar Rp 1.368.100.000, dan Ruang Operasi dengan dana sebesar Rp 2.434.925.000. (*)

Penulis: Fansi Runggat

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top