Tips Jaga Kesehatan Ginjal di Tengah Pandemi Covid-19 | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Tips Jaga Kesehatan Ginjal di Tengah Pandemi Covid-19


dr. Marcia Kumala (FOTO: Dok. Pribadi)

OPINI

Tips Jaga Kesehatan Ginjal di Tengah Pandemi Covid-19


*) dr. Marcia Kumala; dr. Lily Indriani Octovia, MT, M.Gizi, Sp.GK (K)

Sejak ditetapkannya status pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) pada bulan Maret tahun 2020 silam, kita diwajibkan untuk menjalankan berbagai macam protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penyebaran virus COVID-19. Salah satu protokol kesehatan yang wajib kita patuhi adalah memakai masker setiap kali keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain. Penggunaan masker sering menimbulkan efek tidak nyaman, sesak, dan membatasi kita dalam berbicara maupun makan dan minum. Pasalnya, kita dianjurkan untuk minum air putih sebanyak delapan gelas sehari atau cukup minum air agar ginjal kita sehat. Lantas, bagaimana cara kita tetap dapat memenuhi kebutuhan air harian saat menggunakan masker?

Air sangat berperan penting dalam kesehatan kita. Sebanyak 40–80% dari tubuh manusia tersusun dari air. Manfaat air antara lain untuk mengatur suhu tubuh, melembapkan dan melindungi organ tubuh, seperti mata, mulut, dan sendi, serta sebagai media pembawa zat gizi di dalam darah, maupun zat racun, yang biasa dibuang melalui air seni. Ginjal merupakan organ yang berperan dalam menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh kita. Ketika tubuh mengandung air berlebihan, maka ginjal akan membuangnya melalui air seni. Sebaliknya, saat tubuh kekurangan air atau dehidrasi, maka akan muncul respons tubuh berupa rasa haus dan air seni yang dikeluarkan juga lebih sedikit dan lebih pekat. Ginjal akan berfungsi dengan baik bila kadar air di dalam tubuh kita cukup. Bila tubuh dehidrasi, maka akan menyebabkan aliran air ke ginjal berkurang. Akibatnya, berbagai zat yang terkandung di dalam air seni akan lebih mudah mengendap, sehingga meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

Penggunaan masker pada saat beraktivitas di luar rumah sering kali membatasi kita untuk minum air, sehingga meningkatkan risiko dehidrasi dan mencetuskan pembentukan batu ginjal di kemudian hari. Sebuah penelitian di Filipina melaporkan bahwa lebih dari 50% tenaga kesehatannya kurang mengonsumsi air sebanyak 500–1000 mL saat bekerja. Tidak hanya tenaga kesehatan, sebuah penelitian di India melaporkan bahwa pekerjaan di sektor lainnya, termasuk yang bekerja di dalam maupun luar ruangan sama-sama berisiko mengalami dehidrasi saat menggunakan masker. Beberapa gejala awal dehidrasi yang dilaporkan pada penelitian tersebut adalah kram otot, pusing, dan mual.

Ada beberapa cara dan tips untuk tetap dapat memenuhi kebutuhan cairan kita di masa pandemi COVID-19 ini. Pertama, kita harus mengetahui terlebih dahulu kebutuhan cairan harian kita masing-masing. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019, rerata kebutuhan cairan laki-laki dewasa usia 19–64 tahun adalah 2500 mL dan untuk perempuan dewasa usia 19–64 tahun adalah 2350 mL. Anjuran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sendiri adalah mengonsumsi air sebanyak delapan gelas, masing-masing 230 mL, atau setara dengan 2 liter. Tentunya, kebutuhan cairan ini berbeda-beda setiap orangnya, tergantung dari usia, suhu lingkungan di sekitarnya, aktivitas fisik, atau adanya penyakit tertentu.

Setelah mengetahui kebutuhan cairan harian, kita juga harus mengetahui jenis air yang laik diminum. Syarat air minum yang baik adalah tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung bakteri atau zat kimia berbahaya lainnya. Air minum dapat diperoleh dari air mineral, baik alami maupun kemasan, asalkan memenuhi persyaratan tersebut.

Gambar Metode Periksa Urin Sendiri (PURI)

Sumber: Buku Panduan Pentingnya Air Minum Tubuh

Selain itu, kita perlu memerhatikan waktu untuk minum air. Sebaiknya, air tidak hanya diminum pada saat makan saja, namun kita dapat membiasakan untuk minum air segera setelah bangun tidur, sebelum, saat, dan setelah melakukan aktivitas, termasuk bekerja atau berolahraga, serta sebelum tidur di malam hari. Untuk mencukupi kebutuhan cairan kita, pastikan untuk minum air setiap 30–60 menit dan tidak menunggu adanya rasa haus. Hal ini karena rasa haus merupakan tanda tubuh sudah kehilangan cairan sebanyak 1–2%. Khusus di era pandemi seperti ini, kita tetap dapat memenuhi kebutuhan cairan kita dengan minum air secara teratur sambil menjaga protokol kesehatan. Pastikan untuk membawa air minum sendiri untuk mengurangi risiko penularan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan setiap kali kita hendak minum air. Selanjutnya, selalu cek status kecukupan cairan kita dengan melihat warna air seni kita. Warna urin nomor 1 sampai 3, seperti pada gambar memperlihatkan bahwa kita sudah terhidrasi dengan baik. Sementara, warna air seni kuning pekat atau sampai kecoklatan menunjukkan bahwa kita mengalami dehidrasi.

Walaupun terdengar sederhana, ternyata minum air putih dalam jumlah yang cukup setiap harinya sangatlah penting dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk kesehatan ginjal kita. Dengan rutin mencukupi kebutuhan cairan harian, kita dapat mencegah terjadinya penyakit batu ginjal di masa mendatang. Hal ini harus menjadi perhatian khusus, terutama di masa pandemi COVID-19 saat ini. Kita harus selalu ingat untuk minum air putih secara teratur sambil tetap melakukan protokol kesehatan. Stay safe and healthy semuanya! (*)

*) Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo

Komentar

Berita lainnya OPINI

Populer

To Top