Rote Ndao Sabet Dua Juara dalam Sepekan | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Rote Ndao Sabet Dua Juara dalam Sepekan


Sekretaris Dinas PMD Kabupaten Rote Ndao, Dolorosa M. Bria, memberi keterangan terkait progres penyaluran DD, saat dikonfirmasi TIMEX di ruang kerjanya belum lama ini. (FOTO: Max Saleky/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Rote Ndao Sabet Dua Juara dalam Sepekan


BA’A, TIMEXKUPANG.com-Kabupaten Rote Ndao kembali menorehkan prestasi membanggakan. Akhir November lalu, hanya dalam sepekan, daerah itu sukses menyabet dua gelar juara sekaligus. Kedua gelar juara itu, dimulai dengan keikut-sertaan pada ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Award tahun 2021, dan kabupaten dengan penyaluran dana desa terbaik.

Untuk API Award 2021, Kabupaten Rote Ndao menempati urutan pertama kategori wisata air melalui Telaga Nirwana.

“Di sana, kami mewakili Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, pada malam penganugarahan API Award 2021,” ungkap Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Setda Rote Ndao, Armis Saek, saat melapor ke Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, di ruang kerja bupati, Senin (6/12).

Armis menyebut, Telaga Nirwana di Kabupaten Rote Ndao, ditetapkan sebagai juara 1 untuk nominasi wisata air terbaik, dari 313 kabupaten peserta. Trofi kemenangan pun diserahkan Armis kepada Bupati Paulina Haning-Bullu, dan piagam kepada Wakil Bupati, Stefanus M. Saek.

Dalam ajang API Award, Telaga Nirwana di Rote Ndao meraih sebanyak 66,94 persen poin dukungan. Dukungan untuk Rote Ndao terpaut cukup jauh dari pemenang kedua, yakni Arung Sungai Kopu dari Kabupaten Kampar, Provinsi Riau yang mendapat dukungan 51,46 persen. Terpaut sekira 15,48 persen. Sementara pemenang ketiga adalah Arung Jeram Tanjung Menanti di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi yang mendapat dukungan 50,49 persen.

Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu, saat menerima tropi tersebut memberi apresiasi sekaligus mengungkapkan sukacitanya. Bupati Paulina mengaku, prestasi ini bukan tercapai atas upaya pemerintah semata.

“Kami menerima dengan sangat sukacita. Tapi atas dukungan seluruh masyarakat Rote Ndao. Termasuk masyarakat seluruh NTT, yang membantu kami, sehingga kami (Telaga Nirwana) bisa masuk dalam kategori nasional,” ungkap Paulina Haning-Bullu.

Setelah menyampaikan apresiasinya, Bupati Paulina, juga memotivasi instansi teknis, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk terus mengeksplor potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Rote Ndao.

“Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, untuk lihat tempat-tempat wisata yang masih bisa dipromosi. Terus bekerja dengan hati,” pintanya.

“Puji Tuhan, pekerjaan yang dilakukan dengan hati, melalui promosi, sehingga ditanggapi oleh masyarakat luas dengan mengirim SMS. Dan akhirnya kita (Rote Ndao) bisa juara satu tingkat nasional,” tambahnya.

Setelah memboyong juara API award 2021, Pemkab Rote Ndao kembali menerima penghargaan dengan predikat terbaik, terhadap kinerja penyaluran Dana Desa (DD). Dimana predikat tersebut, diberikan oleh Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJP) di aula Rujab Gubernur NTT, Kamis (2/12).

Rote Ndao, atas penilaianya mengungguli Kabupaten Sumba Timur dan Manggarai Barat. Dimana sebelumnya, kedua kabupaten tersebut selalu meraih predikat terbaik dalam proses penyaluran DD di daerah masing-masing.

“Kali ini baru kita (Rote Ndao) dapat predikat terbaik. Sebelumnya, Manggarai Barat, dan Sumba Timur,” kata Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Rote Ndao, Dolorosa M. Bria, kepada TIMEX.

Menurutnya, Rote Ndao, dalam penyaluran DD dengan proses yang terkesan lambat, karena pihaknya betul-betul mencermati kesesuain dokumen terhadap penyaluranya. Yang kemudian, diakuinya untuk mencegah terhadap persoalan hukum oleh para kepala desa (Kades) di kemudian hari.

“Kalau indikatornya hanya siapa cepat masuk, saya kira Rote juga bisa. Tapi ini tentang konsistensi terhadap kesesuaian setiap dokumen untuk proses penyaluran ke rekening kas desa,” kata Dolorosa.

“Saya bisa jamin, kesesuaian administrasi termasuk kesesuaian dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa). Ini yang betul-betul kami lihat. Tujuanya untuk mencegah dampak hukum dalam pengelolaanya di kemudian hari,” sambungnya.

Dolorosa menyebutkan, kondisi penyaluran DD dan BLT dari rekening kas negara ke rekening kas desa sudah 100 persen. Dengan penyerapan anggaranya 78 persen. “Tapi ini kondisi di bulan November, yang masih tersisa 22 persen,” pungkasnya. (mg32)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top