Disparbud Matim Latih Aparatus Desa Tata Kelola Desa Wisata | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Disparbud Matim Latih Aparatus Desa Tata Kelola Desa Wisata


MAJUKAN DESA WISATA. Aparat desa di Matim saat mengikuti acara pembukaan kegiatan pelatihan tata kelola desa wisata di Hotel Gloria Borong, Senin (13/12). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Disparbud Matim Latih Aparatus Desa Tata Kelola Desa Wisata


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Timur (Matim) dalam membangkitkan geliat pariwisata di tengah situasi pandemi Covid-19. Salah satunya dengan mengadakan pelatihan tata kelola desa wisata bagi aparat desa.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) ini berlangsung di Hotel Gloria Borong, Senin (13/12). Sekertaris Disparbud, Yohanes R. Su hadir dan membuka kegiatan itu. Hadir juga sejumlah kabid dan staf dari Disparbud, para narasumber, dan peserta dari aparatur desa. Hadir pula sejumlah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Menariknya, pada acara pembukaan, semua peserta berpakaian adat Manggarai. Total seluruh peserta sebanyak 55 orang. Tetap dengam ketat menerapkan protokol kesehatan. Kegiatan itu berlangsung selama tiga hari.

“Kegiatan pelatihan ini sangat penting untuk merancang dan mengelola destinasi pariwisata di desa. Upaya ini dilakukan agar pariwisata di Kabupaten Matim bisa semakin maju dan berkembang ke depan,” kata Yohanes Su saat membuka kegiatan pelatihan.

Menurutnya, kegiatan itu bermanfaat untuk meningkatkan komitmen dan membangkitkan kembali geliat pariwisata. Karena itu, perlu trik-trik marketing dalam mempromosikan daya tarik objek wisata itu sendiri. Sehingga dalam pelatihan tata kelola desa wisata ini, tentu saling butuh informasi, sharing, dan pengalaman antarpeserta dan narasumber.

“Dalam mengelola pariwisata itu, pasti ada tantangan. Di desa wisata itu, yang paling mendasar adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Selama ini cara pandang kita terhadap pariwisata itu masih raba-raba. Pariwisata itu peluang ekonomi baru atau memiliki nilai plusnya,” jelas Yohanes.

Dikatakan, Kabupaten Matim memliki kekayaan alam, adat budaya, dan memiliki kreatifitas. Juga banyak kuliner lokal yang bisa dijadikan uang. Namun kekayaan yang ada, orang Matim masih suka tampil dengan budaya luar daerah. Dia berharap, semoga pelatihan yang dilaksanakan itu bisa merubah pola pikir menjadi kreatifitasx bernilai ekonomi.

Bertahap-tahap untuk melangkah maju. Peserta harus bisa pulang dan ada hasil. Juga peserta pulang bisa sharing dengan masyarakat di desa dan buat aksi di desa masing-masing. Bawa satu hal yang baru bagi wilayah desa. Jadikan desa masing-masing lebih asri dan menarik untuk bisa dikunjungi wisatawan.

“Kelola desa wisata itu, sama seperti kita buat acara kecil. Bagaimana acara itu kita kemas jadi menarik. Sehingga ada daya tariknya banyak banyak orang yang hadir di acara itu. Tentu dibuat acara yang berkesan bagi yang datang. Kita harus kemas atau kelola dengan bagus, maka tentu akan memiliki kesan tersendiri,” urai Yohanes.

Sementara Ketua Panitia Pelatihan, Falerianus Ramli, menjelaskan maksud kegiatan pelatihan ini untuk mendukung upaya pembinaan, pembangunan, dan peningkatan kapabilitas aparatur maupun masyarakat yang terlibat dalam mengelola desa wisata. Tujuannya, meningkatkan kinerja desa wisata.

“Tujuan lain dari kegiatan pelatihan ini, meningkatkan daya saing pariwisata dengan melestarikan atraksi unik dan membina identitas dan lokalitas. Merawat komunitas lokal dalam keeratan sosial yang bermartabat dan visioner. Juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Ramli.

Kegiatan pelatihan itu, demikian Ramli, berlangsung selama tiga hari. Selama kegiatan, ke-55 peserta diberi materi dan praktik. Semua aparat desa, dan juga ada dari Pokdarwis. Sebelum mengikuti kegiatan pelatihan, semua peserta dilakukan rapid antigen. (*)

Penulis: Fansi Runggat

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top