Disparbud Matim Bekali 55 Warga Manajemen Pengelolaan Homestay | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Disparbud Matim Bekali 55 Warga Manajemen Pengelolaan Homestay


SAJIKAN MATERI. Pemateri, Marta Muslin saat menyajikan materi dalam kegiatan pelatihan manajemen pengolahan homestay bertempat di Hotel Glori Borong, Desa Nanga Labang, Jumat (17/12). (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Disparbud Matim Bekali 55 Warga Manajemen Pengelolaan Homestay


BORONG, TIMEXKUPANG.com-Rumah itu identitas sebuah keluarga. Tempat semua orang betah dan senang. Namun rumah dalam konsep pariwisata berbasis mayarakat, mengandung kewajiban menjadi alat bagi perdamaian dunia. Juga menyediakan hunian bagi sesama warga dunia.

“Dalam usaha jasa akomodasi pariwisata, homestay itu pilihan pertama bagi pariwisata berbasis masyarakat. Setiap wisatawan, disambut sebagai anggota keluarga,” ujar Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) Manggarai Timur (Matim), Albertus Rangkak, ketika membuka kegiatan Pelatihan Manajemen Pengelolaan Homestay, Jumat (17/12).

Kegiatan itu berlangsung di Hotel Glori Borong, Desa Nanga Labang. Menghadirkan narasumber dari Yayasan Peduli Indonesia (YPI) dan Destination Managemen Organitation (Demo) Flores, Marta Muslin. Hadir juga sejumlah pejabat Eselon III dan IV serta staf Dinas Parbud, juga 55 orang warga Matim sebagai peserta pelatihan.

Albertus menyatakan, filosofi homestay bukan gedung. Tapi sebuah kehangatan. Sebuah kemewahan terindah dan menjadi rumah sendiri meskipun sederhana, namun membuat kenyamanan, keindahan. Sehingga membuat betah dan senang.

Menurut Albertus, pariwisata berbasis masyarakat, merupakan tuntutan global akan keberlanjutan suatu destinasi menjamin kelestarian alam dan budaya mengembangkan green tourism dengan empat elemen pokok. Empat elemen itu, kata Albertus, adalah environmental responsibility, local economic, cultural diversity, dan experiental richness.

“Keterlibatan masyarakat kiranya menjadi sponsor utama daya tarik desa wisata, sebuah kelembagaan pariwisata berbasis masyarakat dimana paling pertama bersedia menyiapkan, dan menyediakan rumahnya memberikan kehangatan kepada wisatawan agar diterima serasa di rumahnya sendiri,” kata Albertus.

Sehingga menurutnya, menerima wisatawan pastinya harus memenuhi standar tertentu dengan pengelolaan yang kompoten dan meningkatkan kualitas citra pariwisata daerah di desa wisata. Untuk itulah Pemkab Matim melalui Dinas Parbud menyelenggarakan pelatihan pengelolaan manajemen homestay.

“Terima kasih kepada para peserta pelatihan yang telah hadir untuk mengikuti pelatihan. Juga kepada pemateri yang bersedia memberikan ilmunya. Dalam pelatihan ini tentu saling berbagi dan memperoleh ilmu untuk mendorong kemajuan desa masing-masing dalam pengembangan desa pariwisata,” bilang Albertus.

Mantan Camat Lamba Leda ini berharap, para peserta pelatihan menjadi tim yang kuat untuk mempercepat pembangunan pariwisata di Matim. Juga memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan. Kiranya usai pelatihan, peserta pulang ada inovasi dan kreatifitas di desa dalam bidang pariwisata. Supaya jangan tunggu dari pemerintah.

Sementara Ketua Panitia Pelaksana, Falerianus Ramli, menjelaskan maksud dan tujuan pelatihan manajemen homestay bagi masyarakat itu, untuk meningkatkan kualitas SDM. Selain itu, meningkatkan pelayanan kepada wisatawan. Juga meningkatkan pengetahuan pariwisata bagi pelaku dan masyarakat di sekitar ODTW.

“Pelatihan Manajemen Homestay diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pelaku pariwisata di desa wisata maupun masyarakat. Agar dapat memberikan pelayanan yang maksimal bagi pengunjung,” ujar Ramli. (*)

Penulis : Fansi Runggat

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top