KSP Kopdit Obor Mas Lebarkan Sayap ke Kota Kupang | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

KSP Kopdit Obor Mas Lebarkan Sayap ke Kota Kupang


Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Lasikodat saat meresmikan Kantor Cabang Utama Kota Kupang KSP Kopdit Obor Mas sekaligus me-launching aplikasi sistem pelayanan digital di aula El Tari Kantor Gubernur NTT, Jumat (17/12). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

BISNIS

KSP Kopdit Obor Mas Lebarkan Sayap ke Kota Kupang


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Obor Mas mengembangkan sayap usahanya dengan membuka kantor baru di Kota Kupang. Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Lasikodat (VBL) hadir meresmikan Kantor Cabang Utama Kota Kupang KSP Kopdit Obor Mas sekaligus me-launching aplikasi sistem pelayanan digital.

Kantor Cabang Utama Kota Kupang KSP Kopdit Obor Mas itu beralamat di Ruko Lantai III, Jalan W. J. Lalamentik Kota Kupang.

Kepak sayap koperasi terbesar di NTT ini menunjukan tekad untuk membangun NTT melalui sektor keuangan. Acara persemian dilakukan di aula El Tari Kantor Gubernur NTT, Jumat (17/12).

Selain persemian kantor cabang utama, KSP Kopdit Obor Mas juga me-launching aplikasi pasar digital Obor Mas (Padimas) dan aplikasi pendaftaran anggota baru online dan aplikasi pengajuan permohonan kredit online.

Pengurus KSP Kopdit Obor Mas, Andreas M. Mbete menjelaskan, persemian kantor ini turut menambah daftar kantor Obor Mas yang hingga kini berjumlah 20 unit yang tersebar di hampir seluruh NTT.

“Tujuannya adalah mengamankan ekonomi masyarakat NTT melalui pinjaman yang dengan suku bunga rendah,” katanya.

Dari waktu ke waktu, katanya, Obor Mas selalu melihat perkembangan, sejak pembukaan kantor cabang maupun menjadikan koperasi ini sebagai koperasi kredit berbasis IT. Anggota dapat memanfaatkannya dalam usaha produktif untuk meningkatkan pendapatan ekonomi. “Hal ini sejalan dengan program Gubernur NTT, yaitu membangun ekonomi NTT,” ujarnya.

Ia melaporkan, per 30 November 2021, jumlah anggota KSP Obor Mas mencapai 117.283 anggota dan simpanan saham dan non saham sebesar Rp 700 miliar lebih. Saldo pinjaman daerah lebih dari Rp 900 miliar.

Andreas menyebutkan, untuk volume pinjaman sampai tahun 2021 sebanyak Rp 426,5 miliar dengan total aset mencapai Rp 1 trilun lebih, jumlah kantor 20 unit, dan total karyawan sebanyak 382 orang.

Selain pinjaman untuk usaha kecil dan menengah, kata Andreas, juga pinjaman disektor rill. Sampai saat ini, dia mengaku tak ada pinjaman yang mengalami macet di koperasi atau 0,0 persen.

KSP Obor Mas, kata Andreas, dalam memainkan managemen usaha berbasis IT, selain aplikasi yang sudah diterapkan, hari ini dua aplikasi pun diluncurkan mendukung penguatan layanan berbasis digital di koperasi tersebut.

Obor Mas juga bekerja sama dengan penyedia sistem untuk menggunakan aplikasi ini. “Sebelumnya telah menggunakan aplikasi transaksi keuangan kerja sama dengan Bank NTT dan Jamkrida NTT dalam hal jaminan kredit bagi nasabah Obor Mas,” bebernya.

Dia menyampaikan, ucapan terima kasih kepada Gubernur NTT yang telah meresmikan kantor cabang utama Kota Kupang Obor Mas juga berkenan me-launching aplikasi.

Ia juga menyampaikan ucapan serupa kepada Dinas Koperasi, Transmigrasi dan Tenaga Kerja NTT yang telah memberikan izin operasi bagi koperasi ini. “Dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu semua proses ini,” ujarnya.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam sambutannya mengatakan, ekspansi yang dilakukan seperti ini adalah langkah yang luar biasa. Ia menilai upaya yang dilakukan tentu telah diperhitungkan dengan kokohnya pijakan yang ada.

Gubernur VBL yang juga menjadi anggota Kopdit Obor Mas itu tak ada kredit macet, menjadikan koperasi ini sangat cakap dan bagus. Begitu juga dengan karakter anggota yang terus diuji untuk kesehjateraan.

“Obor Mas sangat membantu pemerintah. Kehadiran kami ditempat seperti ini harus berterima kasih ke koperasi,” kata Gubernur VBL.

Mantan Anggota DPR RI itu menyebut, pemerintah terus mendorong lembaga keuangan agar terus membantu perekonomian masyarakat. Lembaga ini juga bisa membantu Provinsi NTT menanggulangi kemiskinan dan masalah stunting melalui perbaikan ekonomi masyarakat. “Karena itu kita berharap keterlibatan koperasi untuk sinergi membangun Provinsi NTT,” harapnya.

Gubernur VBL juga berharap adanya keterlibatan koperasi dalam sektor riil seperti pembangunan ekonomi bagi masyarakat di kawasan pesisir untuk memanfaatkan kekayaan alam NTT disektor kelautan dan perikanan.

Dia menjelaskan, kebutuhan akan hasil laut seperti lobster sehingga masyarakat dikawasan pesisir harus diberdayakan untuk memenuhi kebutuhan itu, tentu dengan konsep-konsep yang berteknologi atau modern.

Disisi lain, kebutuhan pakan ternak ikan juga merupakan peluang yang bisa dikerjakan koperasi dalam mendorong anggota agar bisa berusaha produktif dengan memanfaatkan potensi yang ada di NTT.

“Satu kilo seafood isinya bukan cangkangnya, isinya dibeli dengan Rp 1.500. Kalau koperasi Obor Mas bisa siapkan 1 juta isi seafood dalam satu bulan dapat Rp 15 miliar. Seafood ini yang ada di sawah, ini sesuatu yang ada,” katanya.

Cara beripikir, menurutnya merupakan faktor paling penting dalam melaksanakan hal ini. Ia merincikan, pendapatan petani lobster bisa setara dengan gaji kepala dinas di pemprov jika keuletan dan adanya kerja keras yang dilakukan.

Kehadirannya ditempat itu, selain sebagai anggota, Gubernur VBL juga menyampaikan apresiasi kepada Obor Mas yang ikut berpartisipasi dalam mengatasi masalah kemiskinan di NTT.

Jumlah kemiskinan di NTT menurutnya sebanyak 9 persen dan angka stunting sebanyak 80.909 anak. Angka ini menurutnya sangat tinggi sehingga koperasi harus terlibat memerangi dan bersinergi dengan pihak lain termaksud pemerintah untuk membangun NTT.

Bappenas RI, kata VBL, juga telah menetepkan NTT sebagai salah satu provinsi yang bergerak dalam sektor pariwisata, perikanan, dan kelautan. Untuk itu, harus disiapkan semua komponen termaksud koperasi dalam memanfaatkan hal ini.

Kolaborasi kelembagaan, baginya akan sangat membantu provinsi NTT untuk keluar dari provinsi yang miskin ini. “Orang miskin itu adalah orang bodoh tambah orang malas,” ucapnya.

Gubernur VBL berharap sumber potensi yang ada ini harus bisa dimanfaatkan secara optimal oleh semua pihak. Koperasi harus bisa memfasilitasi lahirnya usaha produktif agar meningkatkan perekonomian masyarakat.

Gubernur meyakini, ketika koperasi bisa membantu dalam proses itu, kemiskinan dan ketertinggalan ekonomi masyarakat di NTT bisa segera diatasi. Gerakan besar harus dilakukan, siapapun yang menjadi penghalang dalam pembangunan, Gubernur VBL dengan tegas menyatakan siap pasang badan untuk menyingkirkan halangan itu. (mg29)

Komentar

Berita lainnya BISNIS

Populer

To Top