Ungkapan Menyentuh Emy Nomleni Saat Jenazah FLR Tiba di Markas PDIP NTT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Ungkapan Menyentuh Emy Nomleni Saat Jenazah FLR Tiba di Markas PDIP NTT


Pengurus PDIP NTT saat mengusung peti jenazah Frans Lebu Raya masuk ke Kantor DPD PDIP NTT, di Jln. Piet A. Tallo, Senin (20/12). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Ungkapan Menyentuh Emy Nomleni Saat Jenazah FLR Tiba di Markas PDIP NTT


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Perjuangan dan kerja keras dari dari seorang mantan Ketua DPD PDIP NTT tidak dilupakan oleh para pengurus. Untuk mengenang jasa dari Frans Lebu Raya, anggota dan pengurus DPD PDIP NTT memberikan penghormatan terakhir di Kantor DPD PDIP NTT yang berlamat di jalan Piet A. Tallo, Kelurahan Oesapa Selatan, sesaat setelah jenazah Gubernur NTT periode 2008-2018 ini tiba di Kupang dari Denpasar, Bali, Senin (20/12) siang.

Ucapan dan karpet merah juga dibentangkan menanti kedatangan pejuang PDIP itu. Tampak ucapan dari Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri dan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.

Panas matahari itu tampak tidak mengurangi sedikit pun semangat para anggota dan pengurus partai dengan mengenakan serangam merah-merah berbaris rapi dan menantikan kedatangan pahlawan nasional itu.

Jenazah Frans Lebu Raya diiringi dari bandara oleh ribuan masyarakat, keluarga Lamaholot serta handaitaulan dan kerabat.

Tepat pada pukul 13:50 Wita mobil jenazah memasuki kantor partai berlambang kepala banteng itu. Jenazah disemayamkan di rumah yang telah membesarkannya itu sekitar 30 menit.

“Selamat datang kembali kepada rumah mu. Kami seluruh kadermu sudah menantikan kehadiran mu sejak kemarin,” ucap MC saat menyambut kedatangan jenazah FLR.

Sosok bapak PDIP itu, setelah seluruh pengurus dan anggota dari DPC dan DPD memberikan penghormatan terakhir dilanjutkan dengan doa yang dipimpin Romo Ande Sika.

BACA JUGA: Jenazah Mantan Gubernur NTT Tiba di Bandara El Tari Kupang

Ketua FPD PDIP NTT, Emelia J. Nomleni menyampaikan duka mendalam bagi keluarga besar Lebu Raya dan juga bagi seluruh anggota dan pengurus partai PDIP atas kepergian putra terbaik asal Lamaholot itu.

Ketua DPD PDIP NTT, Emelia Nomleni dan seluruh pengurus serta kader PDIP saat menyambut jenazah Frans Lebu Raya di kantor PDIP NTT, Senin (20/12). (FOTO: INTHO HERISON TIHU/TIMEX)

Dikatakan kematian itu seperti sebuah lonceng yang bedendang, kehidupan itu tidak abadi dan hari ini kita mengalami duka yang mendalam. Kedukaan selalu meninggalkan sesuatu pertanyaan dalam kehidupan manusia. Namun mesti disadari bahwa kematian itu adalah hal yang pasti karena kematian merupakan otoritas Allah.

Peristiwa ini, demikian Emelia, bukan sebuah kebetulan karena putra terbaik yang pernah memimpin NTT selama dua periode kembali ke NTT tepat pada HUT NTT ke-63.

“Kita semua memiliki hubungan yang baik dengan almarhum. Namun kita tidak bisa menceritakan semuanya karena banyak cerita tentang putra terbaik kita ini,” ujarnya.

Emelia melanjutkan, bahwa ini sebuah relasi yang telah ditinggalkan oleh seorang Frans Lebu Raya. Dia telah membawa partai ini dalam kondisi terburuk sampai partai menjadi terbaik. “Terima kasih kepada Bapak Frans yang sudah mewarisi partai ini,” ungkap politikus yang juga Ketua DPRD NTT ini.

Emelia menambahkan, seluruh hidupnya telah diberikan kepada masyarakat dan seluruh usahanya kepada provinsi NTT. Terima Kasih kepada keluarga yang memberikan putra terbaik untuk bangsa ini.

Sosok yang akrab disapa Mama Emy itu pada kesempatan tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada kelaurga jika selama ini ada salah dan dosa yang dilakukan.

“Kami berjanji akan meneruskan apa yang sudah ditinggalkan bapak untuk partai dan bangsa ini,” katanya.

Suami dari Adinda Lusi Lebu Raya lalu di usung ke atas Mobil Jenazah dan melanjutkan perjalanan menuju rumah duka di Jalan Thamrin, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo. (mg29)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top