Kembangkan Program TJPS, Pemkab Manggarai Siap Lahan 100 Ha | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Kembangkan Program TJPS, Pemkab Manggarai Siap Lahan 100 Ha


Plt. Kadis Pertanian Kabupaten Manggarai, Hendrikus Rora. (FOTO: FANSI RUNGGAT/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Kembangkan Program TJPS, Pemkab Manggarai Siap Lahan 100 Ha


Pemerintah Siap Offtaker untuk Serap Hasil Panen Jagung

RUTENG, TIMEXKUPANG.com-Bank NTT dan Pemerintah mengembangkan program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di Kabupaten Manggarai, pada lahan kering seluas 100 hektoare (Ha). Lahan untuk program TJPS ini menyebar di tiga kecamatan, masing-masing di Desa Wongka, Kecamatan Satar Mese Barat seluas 20Ha. Selain itu tiga desa di Kecamatam Satar Mese Utara, yakni Desa Cireng (40Ha), Desa Gulung (10Ha), dan Desa Kole seluas 20Ha. Satu desa lainnya di Kecamatan Wae Ri’i, yakni Desa Lalong dengan luas lahan 10Ha.

“Semua lokasi yang ada itu sesuai dengan rekomendasi dari Dinas Pertanian per Desember 2021. Untuk Desa Wongka, besok Selasa (21/12) akan dilakukan launching tanam perdana jagung program TJPS,” ujar Kepala Bank NTT Cabang Ruteng, Romi Radjalangu, kepada TIMEX di ruang kerjanya, Senin (20/12) petang.

Romi menyebutkan, sesui rencana kegiatan launching tanam perdana jagung itu dihadiri Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Bupati Manggarai, Herybertus Nabit, Wakil Bupati Manggarai Heri Ngabut, dan dari Dinas Pertanian Provinsi NTT dan Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai, Direktur Pemasaran Kredit Bank NTT, Stefen Mesakh bersama para direksi lain, dan undangan lainnya.

Ke depan, kata Romi, program TJPS itu akan dikembangkan di wilayah kecamatan lain yang berpotensi. Tentu Bank NTT hadir guna membantu petani melalui kredit tanpa jaminan, yakni kredit Mikro Merdeka. Tujuannya, meningkatkan produktivitas pertanian dan ekonomi petani.

“Petani yang mau menanam dan tidak memiliki modal, itu bisa terbantu dengan kredit dari Bank NTT. Melalui kredit ekosistem pertanian hortikultura. Sistem pengembalian kredit, itu sesuai dengan masa panen,” katanya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT, kata Romi, dalam program TJPS telah mengintervensi sampai pada tahap pemasaran, yakni menghubungkan petani jagung dengan pembeli (Offtaker). Namun di Kabupaten Manggarai, tidak menutup bagi offteker lokal. Asal harganya mengikuti pasar. Selain itu, dalam program itu, disediakan BPJS Ketenaga kerja untuk petani.

Sementara Plt. Kepala Dinas Pertanian Manggarai, Hendrikus Rora, kepada TIMEX di ruang kerjanya, mengatakan, Pemkab Manggarai berencana menyiapkan 300Ha lahan untuk mendukung program TJPS. Lahan ini, kata Hendrikus, hampir menyebar di seluruh wilayah kecamatan di Manggarai. Terkait benih jagung, pemerintah telah menyiapkan dari bantuan APBD I dan APBN.

“Bibit langsung dari Pemerintah dan sudah didistribusi ke kelompok. Ada bantuan dari Provinsi NTT dan APBN. Setiap tahun kita selalu mendapat alokasi bantuan benih untuk jumlah lahan sekira 500Ha. Selain benih juga bantuan pupuk. Ke depan program TJPS diarahkan untuk mandiri. Pemerintah tugasnya menyiapkan pendampingan,” kata Hendrikus.

Terkait pemasaran, Hendrikus mengaku sudah ada MoU dengan offteker. Dimana harga yang disepakati sebesar Rp 3.150 per kilogram.

Menurut Hendrikus, pengembangan jagung ini merupakan bagian dari program unggulan Pemerintah Provinsi NTT. Tujuanya meningkatkan produksi jagung, populasi ternak sapi dan kesejahteraan keluarga petani juga peternak.

“Harga maksimal itu mengikuti harga pasar. Pengusaha juga tidak boleh beli dengan harga dibawah yang sudah dipatok oleh pemerintah karena ada perjanjian kerja sama. Skema pengembangan TJPS ini, diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal bagi petani,” haranya. (*)

Penulis: Fansi Runggat

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top