Gereja Kristus Raja Surabaya Pajang Pohon Natal Persaudaraan, Gabungkan Budaya Semua Provinsi | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Gereja Kristus Raja Surabaya Pajang Pohon Natal Persaudaraan, Gabungkan Budaya Semua Provinsi


UNIK. Pohon Natal di Gereja Kristus Raja Surabaya. (FOTO: Rafika Yahya/JawaPos.com)

NASIONAL

Gereja Kristus Raja Surabaya Pajang Pohon Natal Persaudaraan, Gabungkan Budaya Semua Provinsi


SURABAYA, TIMEXKUPANG.com-Pohon Natal menjadi salah satu hiasan wajib setiap menyambut hari kelahiran Yesus Kristus pada 25 Desember. Di Kota Surabaya, terdapat salah satu gereja yang punya tampilan unik dengan hiasan Natal tahun ini, tepatnya Sabtu (25/12). Adalah Gereja Kristus Raja Surabaya yang sukses menggabungkan budaya dari semua provinsi di Indonesia ke pohon Natal setinggi 3 meter.

Rosarita Puspa Wungu, Ketua Panitia Perayaan Natal Gereja Kristus Raja mengatakan, tema pohon Natal tahun ini adalah Persaudaraan Keragaman Budaya di Indonesia. Dia berharap pohon Natal itu mampu mendefinisikan kebersamaan dengan kesenian seluruh Indonesia.

”Konsepnya sendiri kami mengambil tema pohon Natal persaudaraan. Persaudaraan meliputi banyak hal. Ada seni dari Jawa, Bali, Sumatera, Papua, Kalimantan. Dari Jawa banyak Jateng dan Jatim,” tutur Rosarita Puspa Wungu ketika ditemui Sabtu (25/12).

Tak hanya dilapisi aksara Honocoroko, pohon Natal itu juga dipadukan dengan batik parang dan batik luga naga. ”Ada konsep etnis chinesenya. Dengan konsep itu, umat manusia saling mendukung, bersatu dan bersama. Di sini Keluarga Kudus dan Maria juga menggunakan kain tenun. Inilah Indonesia, keragamannya. Kami mengharapkan siapa pun kita tujuan menyembah Tuhan. Sebagai pimpinan juga merakyat, bisa mengayomi rakyat,” terang Rosarita Puspa Wungu.

Seluruh budaya yang disertakan dalam pohon Natal itu dikonstelasikan dari semua provinsi. Di antaranya adalah hiasan kepala ala suku Batak, Sumatra Selatan, tameng Papua, hingga tipeng Banyuwangi. ”Kebanyakan dari luar Jawa. Mewakili seluruh adat provinsi di Indonesia,” ucap Rosarita Puspa Wungu.

Untuk persiapan membuat pohon Natal tersebut, Rosa mengaku, dari awal membuat kandangnya dalam waktu 12 hari. ”Melibatkan panitia, dibantu karyawan di gereja. Pohon Natal dari kita. Tahun lalu masker, sebelumnya hidroponik tanaman,” papar Rosarita Puspa Wungu.

Dia berharap dengan pohon Natal tersebut dapat mempersatukan persaudaraan untuk mendukung dan merangkul semua dari kesenian, organisasi masyarakat (ormas) dimanapun. ”Harapannya Natal kali ini menjadi pengingat bahwa kita semua Indonesia,” kata Rosarita. (jpc/jpg)

Komentar

Berita lainnya NASIONAL

Populer

To Top