Pimpin Kebaktian Malam Natal di GMIT Paulus Kupang, Ini Pesan Ketua Sinode GMIT | Timex Kupang
ikut bergabung
timexkupang

Pimpin Kebaktian Malam Natal di GMIT Paulus Kupang, Ini Pesan Ketua Sinode GMIT


BERKAT. Ketua Sinode GMIT, Pdt. Dr Mery Kolimon memberikan berkat saat memimpin kebaktian malam Natal di Jemaat GMIT Paulus Naikoten, Jumat (24/12). (FOTO: FENTI ANIN/TIMEX)

KABAR FLOBAMORATA

Pimpin Kebaktian Malam Natal di GMIT Paulus Kupang, Ini Pesan Ketua Sinode GMIT


KUPANG, TIMEXKUPANG.com-Kebaktian malam Natal di Jemaat GMIT Paulus Naikoten I, dipimpin oleh Ketua Majelis Sinode GMIT, Pdt. Dr. Mery Kolimon, Jumat (24/12). Kebaktian yang dimulai tepat pukul 19.00 Wita itu berakhir pada pukul 20.21 Wita.

“Kelahiran Raja Damai, Harapan di Tengah Kesesakan” merupakan tema Natal kali ini. Dan ini menjadi harapan bagi manusia, kelahiran raja damai menjadi terang dan jawaban.

Ketua Sinode GMIT, Pdt. Mery Kolimon menjelaskan, baru saja ada harapan pandemi Covid-19 berangsur membaik, tiba-tiba muncul varian Omicron yang kembali menjadi ancaman di tengah harapan manusia untuk terbebas dari Covid-19. “Kita perlu tetap waspada, jangan sampai virus ini masuk ke Kota Kupang, Provinsi NTT,” ujarnya.

Pdt. Mery mengatakan, ada juga isu kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Kita juga kembali diingatkan untuk tetap waspada dari BMKG, dimana ancaman badai masih menjadi pergumulan kita bersama,” katanya.

Menurut Pdt. Mery, krisis bukan merupakan akhir. Tongkat penindasan akan Tuhan patahkan, kebenaran dan keadilan akan menang.

“Kita berbicara tentang kelahiran seorang anak, yang akan mengembalikan kejayaan Israel. Dalam Yesaya 6:9, Tuhan mampu memberikan kemenangan terhadap bangsa. Bukan kemenangan perang, tetapi kemenangan perdamaian,” ungkapnya.

Karya Allah bukan tentang kemenangan berperang, tetapi karya Allah adalah kemenangan perdamaian. Kedatangan Bayi Natal untuk membawa terang dan kedamaian, raja damai yang agung.

“Dia datang untuk memberikan petunjuk yang benar tentang kehidupan, Allah bersedia merangkul manusia yang terhilang dalam lembah dosa, Kristus datang untuk menyampaikan bagi mereka yang menjadi musuh satu dengan yang lain,” ujar Pdt. Mery dalam khotbahnya.

Nubuat Nabi Yesaya telah digenapi melalui kelahiran Tuhan Yesus di Betlehem. “Kita berkumpul malam ini untuk mengatakan terima kasih Tuhan, bahwa Allah yang kekal, raja damai itu telah menjadi nyata. Kami boleh hidup dalam kasih dan pemeliharaanNya. Allah datang untuk menyelamatkan semua umat manusia dan dunia,” urainya.

Sampai saat ini, kata Pdt Mery, semua orang bertanya-tanya kapan bumi ini pulih. “Kemarin kita berpikir dengan adanya vaksin, maka virus ini bisa ditangani. Namun saat ini ada virus Omicron. Raja damai telah datang, iman pada karya-karyaNya yang ajaib, memampukan kita untuk tetap berdiri di tengah badai. Percaya bahwa Allah berdaulat,” pesan Pdt. Mery.

Pdt. Mery menyatakan, Natal membawa harapan bagi umatNya. Betapa pun sulitnya keadaan, harapan yang dibawa oleh Sang Raja Damai, membuat umatNya teguh berdiri berserah diri kepadaNya.

“Natal menegaskan bahwa Allah kita mampu membawa kita melampaui situasi-situasi yang sulit. Iman kristen mengajarkan kepada kita, bahwa Allah tidak jauh dari kita. Dalam natal ini, dalam situasi dunia yang muram, proklamasi Bayi yang Lahir ini, Allah yang menerobos kegelapan dan tinggal bersama-sama dengan kita, Allah Imanuel, tidak meninggalkan kita sendiri,” terangnya.

“Kita tidak tahu apa yang ada di depan kita, tetapi ada satu hal yang pasti, Allah ada di depan kita, dalam keadaan apapun. Dia memberi harapan, memberi jaminan dalam kesuraman dan kegelapan yang kita alami,” tegas Pdt. Mery.

Usai memimpin kebaktian malam Natal, Pdt. Mery memberikan Suara Gembala kepada semua jemaat GMIT. Pdt. Mery mengatakan, kasih setia Tuhan yang mengantarkan umat manusia sampai hari ini.

PGI mengajak semua umatNya untuk merenungkan tema, Cinta Kasih Kristus yang menggerakkan persaudaraan. “Kita diminta untuk peduli terhadap sesama, supaya kita berhati-hati dan jangan bereuforia, jangan lengah protokol kesehatan. Kami mengapresiasi jemaat-jemaat termasuk GMIT Paulus, yang melakukan ibadah dengan protokol kesehatan ketat. Angka Covid-19 yang menurun ini harus dijaga, jangan lagi angkanya naik usai perayaan natal dan tahun baru,” tandasnya.

Pdt. Mery meminta umat Kristiani untuk merayakan Natal dengan sederhana. “Mari kita perhatikan di sekeliling kita, siapa yang membutuhkan bantuan, mari kita bantu, kita tidak berpikir tentang diri sendiri. Kita menjadi berkat bukan saat kita berkecukupan, tetapi dalam cinta kasih tetap berbagi dalam keadaan apapun. Beberapa hari ke depan, kita akan menghadapi hujan dengan intensitas tinggi, jangan menebang pohon, tapi dipangkas saja. Perhatikan anak-anak jangan bermain di luar rumah, harus tetap dalam pengawasan,” pintanya.

Pdt. Mery juga mengingatkan kepada gereja agar selalu memperhatikan lansia dan difabel agar tetap dilayani. (mg25)

Komentar

Berita lainnya KABAR FLOBAMORATA

Populer

To Top